I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Membatalkan kontrak


__ADS_3

Awalnya, ia berpikir bahwa Alex akan beralasan yang lain dengan menunjukkan ponsel padanya. Namun, ia tidak bisa melanjutkan apapun karena pria itu ternyata memiliki alasan yang membuatnya seperti tidak mempunyai muka lagi.


"Wah, ternyata di sini akulah yang salah paham karena berpikir pria sebaik dirimu tidak akan pernah mengganggu mahasiswinya dengan mengikuti diam-diam. Apakah kau saat ini sangat berharap aku akan memohon maaf padamu?"


Baru saja Rafael menutup mulut, ia menolehkan kepalanya karena saat ini wanita yang masih berdiri di sebelah kanannya itu kembali mengomel dan memarahinya seperti seorang anak kecil.


Ia bahkan merasa bahwa Alesha sama persis seperti mamanya yang selama ini selalu mengomel dan menasihatinya. Meskipun ia tahu bahwa sebenarnya sang ibu melakukan semua itu untuk kebaikannya, tetap saja merasa risi. Apalagi jika setiap hari harus mendengarnya di rumah.


Namun, kini malah mendengar dari sosok wanita yang membuatnya merasa sangat kesal karena memarahinya di depan pria yang dianggapnya tak lebih dari seorang pengganggu.


"Berhentilah! jangan mempermalukan diri sendiri dan juga aku dengan tuduhanmu itu. Astaga! Aku benar-benar heran padamu karena hari ini bertingkah sangat aneh. Apa semua ini karena masalah pekerjaan di kantor? Hingga kamu membuat semua orang kesal karena kemurkaanmu?"


Alesha yang saat ini tidak bisa mengendalikan diri, memilih untuk mengungkapkan kekesalannya karena benar-benar merasa sangat malu atas perbuatan dari Rafael yang seenaknya.


Kini, ia dari tadi menatap tajam Rafael untuk melampiaskan kekesalannya. Kemudian beralih ke arah sosok pria yang terlihat masih sama seperti dulu.


Alesha menyadari bahwa pria yang merupakan mantan dari sugar daddy-nya tersebut masih terlihat sama, yaitu selalu dingin dan pelit bicara, tetapi membuatnya sangat penasaran.


'Meskipun ia mengalami amnesia, tapi tidak menghilangkan sifat aslinya yang selalu membuat orang kesal sekaligus penasaran seperti yang dari dulu kurasakan. Anehnya, aku malah jatuh cinta pada pria datar dan dingin sepertinya.'


'Dasar wanita yang sangat bodoh karena seharusnya mencintai pria yang romantis dari pada dingin seperti Alex Clarkson.'


Puas mengumpat di dalam hati untuk melampiaskan segala keluh kesah yang dirasakan hari ini, Alesha kali ini memilih untuk membungkukkan badan sebagai permohonan maaf.

__ADS_1


"Tolong maafkan semua perbuatan dari Rafael, Pak. Karena dia hari ini sedang banyak pikiran akibat pekerjaan di kantor. Aku mewakilinya memohon maaf atas perbuatannya."


Alesha yang benar-benar merasa sangat malu, kini memilih untuk berkali-kali membungkukkan badan dengan harapan Alex melupakan perbuatan memalukan dari Rafael.


Berharap besok saat berada di kampus, dosennya tersebut tidak mengungkit kesalahan yang dilakukan oleh Rafael saat mempermalukannya.


"Aku sama sekali tidak merasa dirugikan atas tuduhan dari kekasihmu. Jadi, jangan selalu menundukkan kepala hanya demi orang lain karena aku benar-benar tidak suka melihatnya," ucap Alex Clarkson yang saat ini memilih berlalu pergi meninggalkan Alesha dan juga Rafael karena saat ini sedang terburu-buru.


Ia yang dari tadi mengkhawatirkan keadaan dari sang ibu, ingin segera melihat bagaimana kaki yang mengalami kecelakaan saat menuruni anak tangga.


Melupakan permasalahan antara orang yang menghadangnya, Alex mengedarkan pandangannya ke sekeliling area kamar untuk mencari ruangan dari sang ibu.


Begitu menemukan ruangan yang dicari, Alex mengangkat tangannya yang mengepal untuk mengetuk pintu dan menunggu hingga beberapa detik. Begitu mendengar suara dari sang ibu, refleks langsung membuka knop pintu dan melangkah masuk.


Sementara di sisi lain, yaitu di depan lift, Alesha saat ini masih menatap tajam Rafael dan berkacak pinggang untuk membuat pria itu tidak lagi bersikap memalukan di depan Alex.


"Apakah karena aku tadi menceritakan bahwa dia adalah mantan sugar daddy-ku? Kamu merasa jika aku berhubungan dengan dosen sendiri akan mencemarkan nama baikmu sebagai pemimpin perusahaan besar di kota ini?"


Bukan, sebenarnya Rafael saat ini ingin langsung mengatakan pada Alesha bahwa ia sama sekali tidak takut namanya tercemar. Namun, merasa bahwa tidak penting bagi wanita itu untuk mengetahui perasaannya yang terluka saat mengalami Dejavu, membuat ia tidak jadi menceritakan apa yang saat ini tengah dirasakan olehnya.


Ia kini memilih untuk mengalihkan pembicaraan karena ingin mencari aman.


"Kamu tadi menghentikanku karena mama bilang ingin titip sesuatu. Memangnya mama titip apa?"

__ADS_1


Tentu saja Alesha saat ini merasa sangat kesal karena rasa penasaran dan pertanyaannya sama sekali tidak mendapatkan jawaban.


Melihat sikap Rafael yang saat ini seperti tidak memperdulikan apa yang barusan ditanyakan, Alesha memilih untuk mengarahkan tangannya pada lengan kekar dibalik setelan jas lengkap tersebut.


"Rafael! Jawab pertanyaanku!" rengut Alesha yang masih menampilkan raut wajah masam karena kali ini tidak bisa lagi mentolerir apa yang dilakukan oleh pria tersebut.


"Lebih baik aku melaporkan ini pada mamamu, agar kamu mendapat omelan darinya karena apa yang kusampaikan tadi sama sekali tidak masuk ke telingamu. Kau benar-benar sangat menyebalkan."


Tanpa memperdulikan ekspresi wajah Rafael yang terlihat sangat kesal padanya dan beralasan menyebut sang ibu, Alesha sudah kembali ke ruangan perawatan karena tidak ingin semakin dikuasai oleh kemurkaan, hingga membuat kepalanya merasa sangat pusing.


Bahkan ia sama sekali tidak menanggapi saat mendengar suara dari Rafael dan melangkah masuk ke dalam ruangan perawatan sang ibu.


"Alesha, ibuku pesan apa? Astaga! Wanita itu benar-benar sangat marah hanya karena masalah sepele. Bukankah sangat wajar jika aku mencurigai mantan sugar daddy-nya? Mungkin jika Alex tidak terlihat di rumah sakit ini, mana mungkin aku menuduhnya."


Tidak ingin semakin merasa kesal, kini ia memilih untuk berjalan masuk ke dalam lift begitu terbuka. Ketika berada di dalam, terdiam sejenak karena sangat tidak menyukai suatu kebetulan.


"Kenapa ibu pria itu bisa dirawat di rumah sakit yang sama? Aku benar-benar paling membenci sebuah kebetulan seperti ini. Seperti kebetulan saat Aeleasha yang ingin bekerja dulu dan akhirnya aku mengajaknya di perusahaan tempatku bekerja."


"Hingga takdir benar-benar mempermainkanku karena ternyata pemilik perusahaan yang ada di luar negeri kembali dan tidak lain adalah Arsenio—pria yang tanpa sengaja memperkosa karena mabuk. Hingga Aeleasha yang masih mencintai pria itu memilih berselingkuh di belakangku tanpa memperdulikan bagaimana perasaanku."


Mengingat tentang hal yang paling menyakitkan itu, kini Rafael memegangi dadanya yang terasa sesak karena ketika mengingat masa-masa paling buruk sepanjang sejarah hidupnya, membuatnya memilih untuk tetap melajang.


Hingga kali ini ia sangat menyesal karena mengikuti perintah sang ibu dan juga mantan istrinya.

__ADS_1


"Seandainya aku tidak menuruti mereka, Mungkin aku tidak akan kembali mengingat rasa sakit ini. Apa aku batalkan saja perjanjian kontrak pernikahan bersama Alesha? Kemudian jujur pada mama tentang semuanya?"


To be continued...


__ADS_2