I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Tidak bisa berkutik


__ADS_3

Alesha yang beberapa saat lalu mengerjapkan kedua mata atas perkataan Alex yang dianggapnya sangat gila, kini bahkan membuatnya mengempaskan tubuhnya yang awalnya berdiri tegak, menjadi bersandar pada punggung sofa yang menjadi tempat duduk mereka.


Tentu saja ia merasa sangat terkejut dengan kalimat pria yang saat ini tengah mengunci posisinya dan membuatnya tidak berkutik. Bahkan untuk bergerak saja tidak bisa ia lakukan saat ini karena kedua sisi tubuhnya sudah dikungkung oleh Alex


Bahkan tatapan mata pria dengan iris tajam di hadapannya tersebut, membuat ia menelan kasar saliva dengan degup jantung tidak beraturan yang saat ini seperti mau meledak dari tempatnya.


Bahkan untuk mengeluarkan suara saja, seperti sangat susah karena tercekat di tenggorokan. Saat ini, Alesha tidak ingin pria di hadapannya tersebut berbuat gila dan langsung mengungkapkan apa yang ada di otak. Meskipun dengan suara yang terdengar bergetar.


"Jangan macam-macam, Alex! Apa kamu sudah gila? Menyingkirlah dariku karena aku mau pulang! Alex yang kukenal tidaklah seperti ini. Kamu seperti berubah menjadi orang lain dan aku tidak mengenalmu karena sikapmu yang seperti ini."


Alex awalnya hanya ingin melampiaskan kekesalan ketika Alesha tetap bersikukuh pada pendapat dan ia berniat untuk memberikan pelajaran dengan cara itu.


Namun, melihat respon ketakutan yang malah terlihat sangat menggemaskan dari wajah memerah Alesha dengan suara yang bergetar saat khawatir jika ia benar-benar melakukan apa yang baru saja diungkapkan.


Alex saat ini hanya tersenyum hanya menyeringai dan semakin menggoda Alesha dengan cara mendekatkan wajahnya pada daun telinga yang saat ini di depan mata.


Kemudian ia mulai berbisik di dekat telinga wanita dengan wajah menggemaskan tersebut. "Kamu selalu mengatakan hal itu berulang kali. Akan tetapi, saat aku bertanya seperti apa dan meminta kamu menjelaskan, malah memilih kabur dan tidak mau mengatakan seperti apa aku dulu."


Tubuh Alesha saat ini seketika meremang karena suara yang tertangkap indra pendengarannya tersebut seperti membelai syarafnya dan membuatnya tidak berkutik.


Hingga merasa tubuhnya seperti kaku saat ini karena tidak berani menggerakkannya. Bahkan merasa seperti kesulitan bernapas ketika berada pada posisi sangat intim dan tanpa jarak sedikit pun dengan pria yang merupakan pujaan hatinya.


Ia ingin menguraikan aura menegangkan yang membuatnya seperti naik roller coaster dengan menguatkan hati dan tekad saat membuka mulut.

__ADS_1


"Bukankah aku sudah menjelaskan padamu kalau seorang Alex yang dulu kukenal tidak pernah suka mendekat seperti ini. Apalagi tidak pernah memaksa menciumku, tapi sekarang kamu kebalikannya."


"Bahkan aku merasa Alex yang dulu dan Alex yang amnesia disosiatif, bagaikan bumi dan langit. Aku lebih suka dengan Alex sebelum mengalami amnesia karena tidak pernah memaksa seperti ini."


Meskipun saat ini Alex sama sekali tidak mengingat apa yang dikatakan oleh Alesha, tapi entah mengapa ia merasa tidak sependapat dengan wanita itu.


Hingga membuatnya memilih untuk mengungkapkan pendapat yang mematahkan asumsi seorang wanita yang menurutnya tidak mau mengakui perasaan dengan menyembunyikan hal yang sebenarnya.


"Menurutku tidak seperti itu. Aku berpikir bahwa wanita itu lebih menyukai dipaksa karena jauh lebih menguji adrenalin dan akhirnya ada ikatan emosi yang tercipta pada momen-momen penuh pemaksaan itu."


"Mungkin, pada awalnya memang bersikap atau bereaksi sangat marah, kesal dan jengkel. Namun, lama-kelamaan semua perasaan itu akan berubah menjadi rindu dan berakhir pada level maksimum, dengan nama cinta."


Alesha saat ini seperti mendapat tamparan atas kalimat dari pria tersebut yang terlihat sangat percaya diri ketika menjelaskan teori mengenai awal mula perasaan cinta yang timbul setelah melakukan pemaksaan.


Ia akui bahwa saat ini, pria yang masih mengunggungnya pada posisi sangat intim tersebut sangat yakin dan memang perasaannya juga seperti itu.


'Namun, semuanya berbanding terbalik dengan saat ini. Alex semakin menjungkirbalikkan hatiku yang dari dulu sudah dicuri olehnya. Aku sebenarnya ingin menyerahkan diri padanya setelah ia mengatakan menginginkan, mendambakan dan menyukaiku.'


'Namun, semuanya terbatas pada kasih sayangku pada ibu. Jika disuruh memilih, tetap akan mementingkan ibuku daripada pria yang kucintai. Aku sangat mencintainya, tetapi tidak sebuta yang seperti dibilang orang-orang. Bahwa cinta itu buta dan bisa melakukan hal gila.'


Saat Alesha sibuk bergumam sendiri di dalam hati, indra pendengarannya kembali dibelai suara bariton sosok pria yang saat ini masih berada pada jarak sangat penting dengannya.


"Apakah sangat susah untuk mengakui bahwa apa yang kukatakan memang benar kamu rasakan? Ataukah kamu saat ini merasa malu karena tidak ingin mengakui bahwa di dalam hatimu hanya ada namaku seorang?"

__ADS_1


"Apalagi hari ini aku tidak melihatnya mengantarmu atau menjemput. Memangnya ke mana dia? Aku tahu jika pria itu sangat posesif dan tidak akan membiarkanmu bisa pergi selama ini. Biasanya ia sering menghubungimu, tetapi kenapa hari ini tidak ada yang mengusik ketenangan kita di sini?"


Alex saat ini merasa penasaran karena tidak biasanya bisa berduaan selama ini dengan Alesha. Sifat over posesif dan protektif yang ditunjukkan oleh Rafa selalu membuatnya merasa sangat cemburu.


Namun, hari ini ia merasa senang karena tidak melihat bayangan pria itu walau hanya satu detik. Jadi, merasa penasaran dan memilih untuk menyuruh Alesha menjelaskannya.


Sementara Alesha saat ini memilih untuk mengendikkan bahu. Ia ingin melupakan perasaannya yang sangat gugup saat berada pada jarak sangat dekat dengan Alex.


"Singkirkan dulu tanganmu karena aku merasakan kakiku kesemutan saat berada pada posisi seperti ini." Alesha sadar jika apa yang dikatakan terdengar sangat konyol karena kuasa dari pria itu hanya pada bagian atas tubuhnya.


Bukan ia tidak bisa menggerakkan kaki, tetapi memang tidak berkutik karena merasa sangat gugup, sehingga hanya untuk sedikit bergerak saja tidak berani melakukannya.


Benar saja, saat ini Alex malah tertawa terbahak-bahak, tanpa berkomentar apapun atas permohonannya.


Hal itu malah membuatnya merasa kesal karena masih belum terbebas dari kuasa pria yang sesekali bergetar karena tertawa tersebut.


"Tidak ada yang lucu, Alex!" teriak Alesha yang saat ini merasa sangat kesal dengan menampilkan wajah masam dan mengerucutkan bibir.


Namun, ia tidak melanjutkan kekesalannya ketika dibungkam oleh bibir tebal yang mengecup di sana.


Namun, kali ini bukanlah sebuah ciuman liar seperti biasanya karena hanya kecupan ringan saja. Seolah pria itu ingin mengobati rasa kesal yang ditunjukkan.


Hingga jantung Alesha saat ini kembali berdetak sangat kencang melebihi batas normal. 'Apa yang harus kulakukan? Aku ingin segera pergi dari sini dan membenamkan wajahku di antara bantal yang ada di ruangan kamarku.'

__ADS_1


'Alex, kamu benar-benar membuatku merasa sangat malu dan tidak bisa berkutik,' gumam Alesha yang hanya bisa mengumpat di dalam hati dan semakin tidak mempunyai muka ketika mendengar ejekan dari Alex.


To be continued...


__ADS_2