I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Les berenang


__ADS_3

Rafael yang sudah membawa pakaian renang untuk balita tersebut, kini sejenak menurunkan Arza pada tepi kolam renang dan menggantikan pakaian balita itu.


Sementara Aeleasha hanya mengerucutkan bibir saat pertanyaannya sama sekali tidak dijawab. "Katakan dulu padaku, apa yang kamu lakukan pada pria itu. Baru aku akan mengganti pakaianku!"


Aeleasha tahu jika Rafael sangat perhatian padanya dan pasti akan menceritakan apa yang dilakukan saat ia mengancam.


Akhirnya menceritakan tentang apa yang dipikirkannya. Bahwa ia berpikir jika pria itu merupakan seorang wartawan yang mencari berita tentangnya. Namun, ternyata hal yang ditakutkan tidak terjadi.


Hingga Aeleasha yang sama sekali tidak berpikir akan hal itu dipikirannya. Saat ini, ia merasa sangat terharu setelah mendengar penjelasan dari Rafael yang sangat mengkhawatirkan tentang nama baiknya jika sampai beredar media sosial.


Ia pasti akan dituduh sebagai orang ketiga yang menghancurkan hubungan antara Rafael dengan wanita bernama Alesha saat sebentar lagi akan menikah.


Jika sampai itu terjadi, akan semakin rumit semuanya dan pastinya sang ayah mengetahui bahwa ia sedang ada di Jakarta.


Bahkan mungkin itu juga akan sampai ke telinga Arsenio dan menimbulkan kesalahpahaman. Hingga terjadi pertikaian dari beberapa pria yang sangat menyayanginya.


"Terima kasih, Brother," lirih Aeleasha dengan suara yang bergetar karena saat ini merasa sangat terharu atas perbuatan pria tersebut.


"Maaf dan terima kasih sudah berjuta kali kudengar dari bibirmu. Padahal bukan itu yang ingin kudapatkan. Aku ingin kamu mengatakan ...."


Rafael tidak bisa melanjutkan perkataannya saat suaranya dipotong oleh Aeleasha yang seolah sudah mengetahui apa yang ingin disampaikan.


"Tolong jaga Aeleasha, Brother. Aku ingin ke kamar mandi karena tiba-tiba sakit perut!" sahut Aeleasha yang tentu saja sedang berbohong karena memang tidak pernah mendengar apa yang dikatakan oleh Rafael saat mengharapkan ia mengatakan cinta pada pria itu.


Kalimat yang tidak mungkin bisa ia katakan karena di dalam hatinya hanya ada satu nama. Meskipun saat ini, pria itu hanya bisa meninggalkan luka tak berdarah di dalam hatinya.


Tidak mudah untuk menghilangkan rasa cinta yang sudah terpatri di dalam hati. Aeleasha membutuhkan waktu untuk melupakan pria yang menyakitinya. Meskipun ia tidak yakin apakah bisa melakukannya atau tidak.


Namun, akan berusaha sedikit demi sedikit karena berpikir jika ia hanya akan terluka jika terus mempertahankan perasaan untuk pria itu.

__ADS_1


Aeleasha sedikit berlari ketika menjauh dari kolam renang tanpa menoleh ke belakang lagi. Sebenarnya ia membutuhkan waktu untuk menenangkan hati setelah mendengarkan apa yang diungkapkan oleh Rafael barusan ketika sangat khawatir jika nama baiknya akan tercemar.


Sementara Rafael saat ini masih tidak berkedip menatap siluet sosok wanita yang sudah menghilang dari pandangan dan sangat menyayat hatinya karena selalu saja menolak perasaan cintanya yang sangat tulus.


'Sampai kapan kamu akan harus menghindar serta menolakku? Bahkan aku sangat yakin tidak ada yang setulus diriku padamu, Aeleasha. Seandainya saja kamu memberikan satu kesempatan untukku dengan membuka hati, akan kutunjukkan padamu bahwa cintaku jauh lebih besar dari Arsenio.'


Lamunan Rafael seketika sirna begitu mendengar suara tangisan dari Arza yang bergerak untuk meminta turun ke air lagi, agar bisa berenang. Lebih tepatnya adalah bermain air.


Kemudian Rafael dengan sangat bersemangat, mengajak Arza untuk berenang dengan sesekali bercanda dan suara tawa terdengar dari keduanya.


Sementara itu, Aeleasha yang tadinya membawa paper bag berisi pakaian renang, masih tidak bergerak untuk menggantinya. Ia masih menatap pantulan diri di cermin dan mengingat tentang perkataan dari Rafael.


'Apa aku akan menjadi janda dua kali pada usia 24 tahun? Miris sekali nasibku ini karena menjalani hidup yang sangat rumit. Seandainya saja aku bertemu dengan brother lebih dulu sebelum suamiku, mungkin mencintainya dan hidup bahagia.'


'Tidak seperti ini, hanya penderitaan yang kudapatkan dari pria yang berselingkuh itu. Dia sangat jahat dan tidak berperasaan. Seharusnya aku tidak mempercayainya.'


'Harusnya aku tidak kembali padanya jika hanya untuk mendapatkan luka ini. Brother bahkan tidak pernah menyakitiku saat mencintaiku. Bukankah harusnya seperti itu? Tapi kenapa aku tidak pernah bisa mencintainya? Apa aku adalah seorang wanita yang tidak normal?'


Hingga beberapa saat kemudian, ia mendengar suara dari luar dan membuatnya menguntungkan niat untuk keluar setelah berganti pakaian renang.


"Apa kau lihat pasangan suami istri yang sangat serasi tadi?"


"Iya, aku melihatnya. Mereka terlihat sangat serasi dan bahagia. Apalagi pria itu terlihat sangat menyayangi anak dan istri. Dia adalah seorang pria yang sangat ideal untuk dijadikan suami serta sosok ayah."


"Iya, kau benar. Selain itu, ia sangat tampan dan memiliki badan yang sangat seksi. Apalagi pria itu terlihat sangat keren ketika marah-marah pada pria yang interaksi mereka. Wanita itu sangat beruntung memiliki seorang suami yang sangat perhatian dan terlihat sangat mencintainya. Jika aku yang menjadi istrinya, pasti akan merasa sangat bahagia."


Beragam pujian yang dilayangkan pada Rafael masih didengar Aeleasha di dalam ruangan. Ia hanya bisa meremas kedua sisi pakaian ketika mendengarkan perbincangan dari wanita di luar.


'Aku mungkin dilahirkan untuk tidak bahagia. Jadi, tidak bisa mencintai pria yang sangat mencintaiku. Aku adalah seorang wanita yang sangat bodoh,' lirih Aeleasha yang saat ini memilih untuk keluar dari ruangan tanpa memperdulikan perkataan dari wanita yang langsung terkejut begitu melihatnya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Aeleasha kembali menghampiri Rafael dan putranya yang terlihat sangat riang ketika berenang dan membuat sudut bibirnya melengkung ke atas.


Pemandangan itu terlihat sangat menyejukkan hatinya yang saat ini terluka karena melihat senyuman dari putranya yang juga penuh canda tawa ketika merasa senang, membuatnya sedikit terhibur.


Ia ingin sejenak melupakan rasa sedih ketika mengingat pengkhianatan sang suami yang berselingkuh dengan wanita lain, hingga tersebar di media sosial.


Hal yang sebenarnya sangat memalukan sekali dan mencoreng nama baik seorang istri yang selama ini berusaha menjadi sempurna, tetapi gagal hanya karena orang ketiga.


Aeleasha sudah berjalan menghampiri ayah dan anak yang bukan merupakan biologis, tetapi ikatan batin di antara mereka melebihi itu. Ia tahu bahwa Rafael sangat menyayangi putranya. Meskipun sama sekali tidak ada darah yang sama mengalir di tubuh putranya tersebut.


Selama beberapa menit, Aeleasha memanjakan mata dengan menatap interaksi antara ayah dan anak tersebut. Hingga ia tersadar dari lamunannya begitu mendengar suara pria yang terlihat tengah melambaikan tangan dan memanggilnya agar segera mendekat.


Tentu saja untuk bergabung bersama mereka ke dalam kolam renang. Ia akhirnya mengikuti perintah Rafael dan melangkah masuk ke dalam air.


Terlihat putranya semakin senang begitu melihatnya ikut masuk ke dalam air. "Arza sangat senang sekali, ya? Sini, berenang dengan Mommy?"


Bocah laki-laki yang terlihat sangat bersemangat tersebut, kini sudah mengangguk perlahan dan meminta Rafael untuk melepaskan, agar bisa digendong oleh sang ibu.


Akhirnya Rafael mengikuti keinginan Arza dan memberikan bocah menggemaskan itu pada Aeleasha.


"Kamu malah merebut Arza dariku," ujar Rafael yang saat ini langsung mengungkapkan nada protes, tetapi tetap saja memberikan Arza ke tangan wanita yang malah terkekeh mendengar ucapannya.


"Gantian, Brother. Aku juga ingin bersenang-senang bersama putraku." Aeleasha kali ini sudah menggendong Arza dan membuatnya langsung mengarahkan tubuh putranya seperti berenang gaya kupu-kupu.


Ia menirukan gerakan Rafael tadi dan senyuman selalu mengembang dari bibirnya karena merasa bahagia melihat putranya yang sangat bersemangat ketika berusaha untuk menggerakkan tubuh.


"Sepertinya aku akan mengikutkan putraku pada kelas berenang agar bisa cepat belajar berbagai macam gaya."


"Boleh juga. Lakukan saja itu karena sepertinya berenang akan menjadi hobi Arza," Rafael sama sekali tidak keberatan karena malah merasa sangat setuju dengan ide dari mantan istrinya.

__ADS_1


"Jika putraku ikut les berenang di sini, biar aku yang membiayainya. Aku akan membuat Arza menjadi tak terkalahkan."


To be continued...


__ADS_2