I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Kegiatan malam Alesha


__ADS_3

Dua minggu sudah pernikahan Rafael dan Alesha. Namun, hubungan di antara keduanya semakin datar karena semenjak Rafael mengetahui kenyataan bahwa mantan istri hamil dan membutuhkan perhatian, membuatnya lebih sering datang ke tempat Aealeasha.


Tentu saja karena ia tidak tega dengan keadaan wanita yang tengah hamil tanpa suami tersebut. Saat di rumah sakit, ia mendapatkan ultimatum dari Aealeasha agar tidak menghubungi Arsenio dan mengatakan tentang kehamilannya.


Meskipun berat, ia akhirnya menuruti perintah dari mantan istrinya tersebut dengan memberikan sebuah syarat, yaitu tidak melarangnya datang mengunjungi.


Seperti hari ini, ia baru pulang dari tempat mantan istri setelah membawakan berbagai macam makanan sehat dan juga susu untuk ibu hamil.


Hingga tanpa terasa ia berada di sana sampai malam karena asyik bermain dengan Arza.


Saat pulang ke rumah, bertemu sang ibu yang bertanya padanya kenapa setiap hari pulang larut dan dijawab lembur di kantor karena ada banyak pekerjaan.


"Apa tidak bisa kamu mengurangi kesibukan yang selalu pulang malam? Kasihan istrimu yang kurang perhatianmu jika setiap hari pergi pagi pulang malam begini." Tiana masih tidak menyerah untuk menasihati karena ia ingin putranya lebih mempunyai waktu dengan menantunya.


Ia merasa sangat iba karena dua minggu ini melihat menantunya seperti kurang diperhatikan oleh putranya yang malah sibuk dengan urusan pekerjaan. Berpikir jika terus seperti itu, akan membuat keharmonisan rumah tangga terancam.


Awalnya ia berpikir bahwa putranya yang sangat mencintai Alesha akan lebih bucin dan romantis setelah menikah, sehingga bisa segera memberinya cucu.


Namun, merasa aneh serta curiga pada hubungan keduanya yang kurang menghabiskan waktu bersama untuk bermesraan. Sangat bertolak belakang dengan pengantin baru pada umumnya.


Sementara itu, Rafael yang kini tengah membawa jas dan melipat lengan kemejanya hanya bisa memijat pelipis karena jujur saja ia sangat lelah otak dan tenaga. Tidak ingin berdebat serta semakin banyak berbohong pada sang ibu, Rafael mencium pipi wanita yang sangat disayanginya tersebut.


"Aku pun tidak ingin selalu lembur karena pekerjaan, Ma, tapi mau gimana karena kebetulan bulan ini sangat banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Mama tenang saja karena aku sudah berbicara dengan Alesha dan ia pun bisa mengerti."


Rafael ingin segera kabur agar tidak lagi mencari alasan untuk membohongi sang ibu. "Aku ke kamar dulu, Ma. Kasihan istriku tidak ada yang meluk nanti."

__ADS_1


Kemudian ia berjalan menuju ke arah anak tangga tanpa menoleh ke belakang lagi. Tentu saja menggunakan nama Alesha adalah sebuah jalan paling tepat untuknya menghindari interaksi dengan sang ibu.


Sementara di sisi lain, Tiana masih berdiri di tempatnya karena menatap siluet belakang putranya yang tengah menaiki anak tangga.


Ia memang tahu jika putranya menyuruh sang istri tidak menunggunya saat lembur karena pulang sangat larut, sedangkan ia hari ini sengaja tidak tidur dan menunggu. Itu karena ingin menyadarkan putranya agar menjaga menantu kesayangannya.


'Kasihan sekali putraku karena banyak pekerjaan yang harus dipikirkan, sedangkan aku juga merasa kasihan pada menantuku yang hanya bisa bertemu saat malam hari dan identik digunakan untuk tidur.'


'Semoga semuanya kembali normal dan putraku tidak lagi pulang malam. Meskipun Alesha tidak pernah mengeluh dan terlihat menerima, itu akan menjadi masalah jika dibiarkan berlarut-larut.'


Tiana pun kembali ke kamar dengan berjalan menuju ke arah lift yang membawanya ke lantai atas karena tidak ingin lelah menaiki anak tangga.


Sementara di sisi lain, Rafael yang tadi baru saja masuk ke dalam ruangan kamar, bisa melihat sosok wanita yang tengah tidur di atas ranjang.


Semenjak kejadian ia mencium Alesha dengan brutal, merasa bersalah karena telah melanggar surat perjanjian pernikahan bahwa tidak boleh ada sentuhan fisik.


Akhirnya mengikuti alur yang diciptakan oleh wanita yang berstatus sebagai istrinya tersebut dengan ikut cuek. Meskipun merasa sangat aneh karena sikap di dalam kamar berbanding terbalik dengan saat ketika berada di luar kamar.


Lebih tepatnya ketika berada di depan maupun sanak saudara dulu. Nasib baik para saudara hanya menginap tiga hari saja dan kini telah kembali ke Bandung.


Rafael yang hendak masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, kini berhenti saat tak jauh dari ranjang dan menatap Alesha masih tidur di sebelahnya.


'Alesha malah lebih mirip dengan robot karena semenjak hari itu, selalu patuh pada perintahku. Bahkan aku menyuruhnya setiap hari keramas agar sanak saudara berpikir kami setiap hari bercinta seperti umumnya pengantin baru.'


Rafael mengingat saat ia dan Alesha turun untuk sarapan, selalu digoda oleh mereka. Bahkan saat itu masih ingat ketika Alesha berakting dengan sangat baik ketika menampilkan wajah malu-malu.

__ADS_1


Meskipun ia sebenarnya sangat kesal karena Alesha berakting dengan sangat baik kala menjalankan peran sebagai istri di depan semua orang.


"Ternyata pekerjaanmu dulu yang menjadi sugar baby menjadikanmu sangat pintar berakting seperti layaknya aktris dan membuat semua orang percaya pada pernikahan palsu ini."


Rafael yang merasa sangat lelah, ingin segera mandi dan beristirahat. Ia tidak bisa mandi di tempat Aealeasha karena akan mendapatkan kecurigaan dari wanita di atas ranjang tersebut.


Ia tidak ingin Alesha tahu jika ia selama ini mengingkari janji dengan berada di tempat Aealeasha. Kemudian Rafael langsung berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Begitu pintu kamar mandi tertutup dan beberapa saat kemudian suara gemericik air terdengar, sosok wanita yang meringkuk di atas ranjang seketika membuka mata.


Sebenarnya Alesha belum tidur, tapi hanya berpura-pura saja. Ia melakukan itu karena tidak ingin berinteraksi lebih banyak dengan Rafael semenjak kejadian yang membuatnya merasa bahwa separuh hatinya telah hilang.


Jika dulu ia berpikir bahwa separuh hatinya telah dicuri oleh Alex, tapi sekarang berbeda karena semenjak Rafael melakukan sesuatu padanya, membuat Alesha goyah.


Ia bukanlah seorang wanita polos yang bodoh, sehingga tidak tahu bagaimana rasanya jatuh cinta pada seorang pria. Namun, ia mencoba untuk membuang rasa yang tidak boleh dimiliki karena mengetahui bahwa Rafael masih sangat mencintai mantan istri dan belum bisa move on.


'Apa Rafael benar-benar tengah sibuk di perusahaan? Hingga membuatnya pulang malam setiap hari. Atau ada sesuatu yang disembunyikan?' gumam Alesha yang kini sangat penasaran dengan semua hal mengenai Rafael.


Bahkan ia benar-benar sangat penasaran di saat melihat Rafael buru-buru pergi setelah mendapatkan telpon dua minggu lalu. Namun, tidak bertanya lagi karena menjawab jika itu hanyalah teman.


Alhasil, ia saat ini dipenuhi rasa penasaran dan curiga jika ada sesuatu yang ditutupi oleh Rafael.


'Kenapa aku jadi seperti ini? Kenapa setiap aku melihat Rafael tidur di sofa, membuatku ingin ia tidur di ranjang bersamaku?' Alesha mengingat kegiatannya setiap malam


'Bahkan aku tidak bisa tidur sebelum ia tidur nyenyak karena selalu memanfaatkan waktu untuk memandanginya saat ia larut dalam alam bawah sadar.'

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2