I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Keinginan di masa lalu


__ADS_3

Saat ini, Rafael menatap ekspresi wajah Alesha yang seolah sedang menertawakan apa yang baru saja dikatakan. Ia yang beberapa saat lalu merutuki kebodohannya sendiri karena berbicara jujur baru pertama kali berciuman, menyadari bahwa itu sama saja dengan membuka aib diri sendiri.


Ia bahkan sudah sibuk mengumpat di dalam hati karena kali ini berpikir jika wanita yang baru saja berdiri sambil melempar tisu bekas membersihkan bibir tersebut ke dalam tong sampah, menganggap seorang CEO tak lebih dari pria bodoh dan konyol.


'Dasar bodoh! Kenapa aku malah mengatakan padanya baru pertama kali berciuman? Padahal ia tahu jika aku sudah pernah menikah. Apa yang akan dipikirkan oleh Alesha mengenai aku? Apa akan berpikir jika aku seorang pembohong? Ataukah berpikir aku adalah seorang pria pecundang?'


Berbagai macam pertanyaan kini berputar di otak Rafael dan ia ingin mendengar bagaimana tanggapan dari wanita yang berdiri tak jauh dari hadapan tersebut.


Ia bahkan kali ini bersitatap dengan manik kecoklatan Alesha dan kali ini kembali berkomentar, agar wanita itu mau membuka mulut untuk menanggapi ciuman pertama tersebut.


Mungkin bagi Alesha, itu bukanlah hal yang spesial karena Rafael berpikir jika wanita itu sudah biasa berciuman. Berbeda dengannya karena belum pernah melakukan itu.


Pertama kali jatuh cinta pada wanita yang sama sekali tidak pernah melirik atau pun mempunyai perasaan apapun padanya, Rafael hanya mendapatkan rasa sakit saat terluka dan patah hati ketika wanita yang dinikahi selama tiga tahun memilih pria lain, yaitu ayah dari Arza.


Ia bahkan tidak pernah berpikir akan bercerai dengan Aeleasha dan meyakini jika suatu saat nanti, sang istri akan luluh melihat ketulusan yang ditunjukkan.


Apalagi ia sangat menyayangi Arza meskipun anak itu bukanlah anak kandung sendiri. Selama tiga tahun menikah, ia selalu tidur di kamar sediri dan membiarkan Aeleasha bersama Arza karena tidak ingin memaksa sang istri jika belum siap melaksanakan tugas, yaitu melayani kebutuhan biologis.


Hingga ia hampir saja berbuat nekad ketika merasa takut kehilangan Aeleasha begitu sosok pria bernama Arsenio datang dalam kehidupan rumah tangga yang selama ini damai.


Namun, melihat tatapan wanita di hadapannya tersebut sangat aneh, tidak mungkin ia mengatakan dengan jujur mengenai masalah pribadi dan mungkin akan merendahkan harga diri.


'Tidak! Aku harus merahasiakan kisah perjalanan rumah tanggaku dari Alesha. Ia tidak boleh tahu karena nanti malah akan mengejek dan membuatku tidak punya harga diri. Bahkan bisa memanfaatkan ini untuk membuatku malu dan menganggap itu adalah sebuah kelemahan.'


Rafael kini berdehem sejenak untuk menormalkan perasaan yang tidak karuan saat tadi mencium bibir sensual Alesha dan pertama kali merasakan bagaimana rasanya, membuat ia sedikit merasa aneh dan gugup.

__ADS_1


'Sialan. Ada apa denganku? Kenapa bertingkah gugup seperti seorang remaja galau saja,' umpat Rafael yang kali ini sudah berusaha untuk bersikap biasa.


Seolah tidak terjadi sesuatu antara ia dan Alesha. Bahwa ia akan menganggap ciuman tadi adalah sebuah kecelakaan tidak disengaja.


"Kenapa kamu dari tadi hanya diam saja?" tanya Rafael yang mulai membuka suara untuk menguraikan suasana menegangkan yang penuh dengan keheningan.


Sementara itu, Alesha saat ini ingin sekali mengumpat sepuas hati pada Rafael, tapi menyadari bahwa percuma ia melakukan itu karena tidak akan pernah menang melawan seorang pria berkuasa, akhirnya memilih untuk berjalan menuju ke arah toilet.


Tanpa menoleh ke belakang, ia masih mendengar suara teriakan dari Rafael saat memanggil, tapi sama sekali tidak diperdulikan.


Satu-satunya hal yang ingin ia lakukan adalah mencuci muka dan khususnya area bibir karena tadi dicium oleh Rafael tanpa izin dan membuatnya sangat marah sekaligus kesal.


Saat tengah membasuh muka di depan cermin, serta mencuci bibir yang tadi dilumat oleh Rafael, terdiam sambil menatap pantulan wajah di sana.


Alesha saat ini menyentuh tepi bibir bagian bawah dan mengingat rasa dari ciuman Rafael beberapa saat lalu.


'Ciuman pertama? Benarkah itu? Lalu, bagaimana hubungannya dengan mantan istri bernama Aeleasha itu? Apa mereka tidak pernah bersentuhan secara fisik?'


Saat Alesha masih tidak bisa melupakan kejadian tadi bersama Rafael karena jujur saja itu juga merupakan pengalaman pertama.


Ia memang seorang sugar baby, tapi hanya tidak pernah membiarkan para sugar daddy mencium dengan beralasan memilki napas bau dan tidak ingin membuat ilfil.


Tidak hanya itu saja, ia pun beralasan jika bibirnya sedang sariawan atau sakit gigi. Hal itulah yang membuat sugar daddy tidak bisa bertahan lama menggunakan jasanya.


Bahkan ia pernah beralasan baru menjalani proses tanam benang pada wajah dan tidak bisa disentuh di area sekitar sana karena akan terjadi pendarahan.

__ADS_1


Seperti itulah alasan konyol yang diberikan pada para pria yang ia temani saat meminta sesuatu bersifat intim.


Namun, berbeda saat ia bertemu Alex yang menjadikan satu-satunya karena tidak diizinkan mencari sugar daddy lain. Hingga sempat berpikir seperti bertemu dengan seorang pangeran berkuda putih impian yang akan menyelamatkan dari rantai yang diciptakan sendiri hingga serasa mencekik leher.


Hingga tidak bisa bebas melakukan apapun karena merasa hina dengan pekerjaan yang dilakukan.


"Ini juga ciuman pertamaku. Sial! Padahal aku dulu berkhayal jika Alex yang melakukan, tapi malah CEO berengsek itu!"


Alesha bahkan sudah menarik rambut sendiri hingga kusut karena butuh meluapkan emosi, sehingga melakukan itu. Hingga saat ia menyadari kebodohan, menghentikan ulah yang menyakiti diri sendiri.


"Akulah yang bodoh semenjak dulu karena Alex tidak akan pernah mencintaiku. Semua itu karena ada banyak perbedaan di antara kami. Apalagi orang tua Alex tidak akan pernah memberi restu."


"Tidak hanya itu, Alex bahkan sama sekali tidak merasa tertarik padaku karena hanya memintaku untuk menemani saat pergi ke mana pun."


Sikap Alex Clarkson yang dingin seharusnya tidak membuatnya jatuh cinta, tetapi sial sekali karena malah memuja pria itu.


"Kenapa aku selalu bodoh seperti ini? Apa ini karena aku mendapat sebuah hukuman karena dulu pernah mengatakan pada semua teman bahwa menginginkan ada seorang ibu yang datang menemuiku dan memberikan cek dengan nilai fantastis dan akan langsung kuterima dengan senang hati tanpa menolak."


Bahkan ia masih ingat bagaimana kata-katanya dulu saat berkata seperti itu pada teman-teman saat masih sekolah.


'Semoga ada seorang pria yang mencintaiku dan orang tuanya tidak setuju. Kemudian memberiku selembar cek dengan nominal uang yang membulatkan mata, pasti akan langsung kuterima dengan senang hati dan mengembalikan putra mereka.'


'Di dunia ini banyak pria lain dan aku bisa mencari pria lain setelah bersenang-senang mengunakan uang itu.'


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2