I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Menentukan keputusan


__ADS_3

Alex yang beberapa saat lalu sedang dalam perjalanan menuju ke arah restoran, berhenti di depan toko bunga karena ingin membeli buket bunga untuk diberikan pada Alesha. Ia meninggalkan ponsel di dasbor mobil dan beberapa saat kemudian kembali dengan buket bunga Lily diletakkan di kursi sebelah.


Sebelum menyalakan mesin mobil, ia ingin menelpon Alesha untuk bertanya. Apakah Alesha sudah tiba di restoran atau belum. Jika sudah, ia menyuruh menunggu karena sedang dalam perjalanan menuju ke restoran.


Namun, ia mengerutkan keningnya begitu melihat lima panggilan tidak terjawab. "Apa Alesha sudah tiba di restoran?"


Karena tidak ingin bertanya sendiri dan tidak mendapatkan jawaban, kini ia langsung memencet tombol panggil dan menunggu Alesha mengangkat telponnya.


"Kenapa tidak diangkat juga?" Alex kembali memencet tombol panggil setelah panggilan pertama mati karena tidak mendapatkan jawaban.


Hingga berlangsung tiga kali baru diangkat, tapi bukan suara wanita yang ingin didengarnya.


"Halo?"


"Kau siapa? Bukankah ini nomor Alesha?" tanya Alex yang merasa khawatir jika ada orang jahat pada Alesha karena yang berbicara adalah seorang pria.


Hingga ia pun membulatkan mata begitu mendengar penjelasan dari pria di seberang telpon yang ternyata adalah seorang supir taksi. Apalagi penjelasan dari supir taksi itu yang mengatakan bahwa pria tersebut telah menghubungi pria bernama Rafael karena ia tidak kunjung menjawab.


"Cepat katakan lokasimu sekarang!" sarkas Alex yang tidak ingin didahului oleh Rafael.


Begitu supir taksi menyebutkan lokasinya, refleks Alex putar balik karena sudah terlewatkan.


"Jangan pergi sebelum aku sampai! Meskipun pria bernama Rafael datang, akulah yang akan membawanya ke rumah sakit!" Alex yang sangat khawatir jika Rafael lebih dahulu tiba dan membawa Alesha ke rumah sakit.


Itu akan membuat rahasia Alesha terbongkar dan ia tidak ingin Rafael mengetahuinya. "Jika sampai Rafael tahu Alesha mengandung, pasti si berengsek itu akan langsung percaya diri dan semakin mengejekku tidak berhak memilikinya."

__ADS_1


Alex langsung menambah kecepatan agar bisa segera tiba di tempat tujuan. Berharap akan mendahului Rafael meskipun mengetahui jika supir taksi lebih dahulu menghubungi pria yang dianggap adalah saingannya tersebut.


Hingga beberapa saat kemudian, ia mengempaskan tangan begitu melihat mobil yang merupakan milik Rafael terparkir rapi di belakang sebuah taksi dan sudah ditebaknya itu adalah milik pria yang tadi menjawab ponsel milik Alesha.


"Sial! Kenapa lagi-lagi aku selalu kalah dari si berengsek itu?" Alex yang baru saja keluar dari mobil, bisa melihat wanita warung kaya yang tak lain adalah ibu dari Alesha.


Ia sekalian ingin menyapa wanita yang dulu dianggap akan menjadi mertuanya, tetapi gagal karena Alesha sudah menikah terlebih dahulu bersama Rafael dan berakhir hamil, sehingga membuat cara membentang diantara dirinya dengan wanita yang ingin dinikahinya.


"Rafael!" teriak Alex yang langsung menghampiri ketika Rafael hendak mengangkat tubuh Alesha yang pingsan dan masih berada di dalam taksi.


Sementara itu, Rafael yang baru saja tiba di lokasi, tanpa membuang waktu ingin segera membawa Alesha ke rumah sakit. Namun, begitu melihat Alex ternyata juga datang, membuatnya kesal dan sama sekali tidak memperdulikan pria itu.


Rafael kini mengangkat tubuh Alesha yang dalam posisi duduk bersandar pada jok belakang, meskipun kesusahan, tapi tidak menunjukkannya di depan mertua serta pria yang tidak disukainya tersebut.


Ia merasa heran kenapa ada seorang pria yang diketahuinya merupakan dosen dari putrinya tiba-tiba datang dan mengetahui bahwa Alesha ada di sana. Namun, tidak ingin banyak pertanyaan karena saat ini yang terpenting adalah ingin segera membawa putrinya ke rumah sakit.


Tentu saja ia merasa sangat khawatir pada keadaan putrinya yang tiba-tiba pingsan dan terlihat sangat pucat. Saat berniat untuk membuka pintu mobil agar Rafael bisa segera membaringkan putrinya ke kursi belakang, tidak jadi melakukannya karena didahului oleh sang dosen.


"Terima kasih, Pak dosen," sahut Lia Nurani yang saat ini melihat menantunya tengah membaringkan putrinya ke kursi belakang.


Alex sebenarnya ingin membantu Rafael ketika kesusahan membaringkan Alesha ke dalam mobil, tapi tidak mungkin melakukannya di depan ibu wanita itu karena status mereka masih belum resmi bercerai.


Apalagi ia mengetahui semua hal mengenai pernikahan kontrak yang dilakukan oleh Rafael dan Alesha hingga berakhir hamil dan tidak sah di mata agama dan hukum. Rafael bahkan baru mengucapkan talak 1 dan belum dianggap bercerai.


Saat Rafael keluar dari mobil setelah membaringkan Alesha di kursi belakang, merasa penasaran bagaimana mertuanya tersebut mengetahui bahwa Alex adalah dosen.

__ADS_1


"Darimana Ibu tahu bahwa pria ini adalah dosen Alesha?"


Lia Nuraini tahu bahwa saat ini menantunya tersebut merasa curiga pada putrinya dan ia tidak ingin menambah masalah atau kesalahpahaman, sehingga menjelaskan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi.


"Ibu dulu pernah bertanya pada Alesha tentang dosennya saat ada acara di kampus dan tidak pulang satu hari. Jadi, Alesha menunjukkan foto dosennya yang menghubungi saat menjelaskan bahwa ada acara di kampus dan tidak bisa pulang."


Rafael yang saat ini mengerti bagaimana bisa mertuanya tersebut mengetahui asal-usul Alex, akhirnya saat ini tidak banyak bertanya dan langsung masuk ke dalam mobil.


"Ibu cepat masuk ke dalam mobil karena kita harus segera membawa Alesha ke rumah sakit."


"Iya," sahut Lia Nuraini yang langsung berjalan memutar mobil untuk duduk di kursi depan karena sangat mengkhawatirkan putrinya.


Sementara itu, Alex yang merasa sama sekali tidak diperdulikan, kini melakukan hal yang sama dengan berjalan menuju ke arah mobilnya agar bisa segera mengikuti laju kendaraan Rafael yang menuju ke rumah sakit.


"Rafael bahkan sangat sombong di depan ibu Alesha. Pasti ia berpikir memiliki kuasa karena masih menjadi suami Alesha. Aku saat ini hanya mengkhawatirkan satu hal. Jika Rafael mengetahui tentang kehamilan Alesha, apa tanggapannya?"


Alex akan mengambil keputusan penting dalam hidupnya setelah mengetahui reaksi Rafael begitu mendengar bahwa Alesha hamil.


"Baiklah. Aku ingin mengetahui bagaimana ekspresi wajah si berengsek itu. Baru akan memutuskan apakah akan bertahan dengan cintaku pada Alesha atau melepaskannya."


Alex bahkan saat ini fokus mengemudikan kendaraan mengikuti mobil milik Rafael yang melaju menuju ke arah rumah sakit dengan perasaan berkecamuk.


'Alesha, apa yang akan kamu katakan pada Rafael begitu pria itu mengetahui bahwa kamu saat ini sedang hamil?' gumam Alex yang saat ini lebih merasa iba pada Alesha karena sangat lemah saat mengandung benih pria yang sangat dibencinya.


To be continued ...

__ADS_1


__ADS_2