
Alesha yang baru saja tersenyum untuk menyembunyikan diri, kini merasa ada sesuatu yang mengganjal pikiran saat ini. Bahwa baru saja sang ibu menjelaskan mengenai tinggal di tempat orang kaya.
"Aku harus patuh pada aturan di rumah ini?" Alesha berbicara seperti itu saat kembali masuk ke dalam setelah sang ibu pergi.
Tentu saja ia ingin mengetahui bagaimana reaksi dari pria yang berdiri di dekat ranjang dan belum beranjak sedikit pun.
Sementara itu, Rafael saat ini berdehem sejenak begitu melihat tatapan tajam mengintimidasi dari Alesha yang seolah ingin mencari pembenaran darinya.
"Ibumu terlalu banyak membebanimu di rumah ini. Padahal tidak ada hal seperti itu di sini. Nanti aku akan mengatakan pada ibu." Rafael yang kini berdiri di jarak tidak cukup jauh tersebut, bisa menatap Alesha yang tadi membuatnya kehilangan kendali diri.
Bahkan saat tadi ibu mertuanya datang dan mengingatkan Alesha, merasa kecewa dan menyadari jika itu karena tidak bisa melanjutkan kegilaannya.
'Aku benar-benar sudah gila karena tadi menciumnya dan hampir saja terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.'
Saat Rafael menatap bibir Alesha, seketika mengingat perbuatannya barusan. Bahwa ia baru saja menyesap habis di sana. Menikmati bibir kenyal yang membuatnya tidak bisa berhenti.
Sementara itu, Alesha yang bisa melihat tatapan Rafael, menelan saliva dengan kasar karena ia tahu apa yang dipikirkan oleh pria di hadapannya, sehingga seketika tidak ingin memendam perasaan.
__ADS_1
"Kenapa menciumku?"
"Apa?" Rafael berpura-pura tidak dengar, tapi hanyalah untuk memberikan jeda agar ia bisa berpikir untuk mencari alasan yang paling tepat agar tidak mendapatkan ejekan dari sosok wanita dengan tatapan tajam mengintimidasi tersebut.
"Tidak perlu berpura-pura, seolah tidak mendengar apa yang kutanyakan, tapi aku akan mengulang sekali lagi. Kenapa ...."
Alesha tidak bisa melanjutkan perkataannya karena dipotong langsung oleh sosok pria yang sangat disayangi tersebut.
Karena tidak ingin terlihat seperti seorang pecundang, Rafael yang tidak punya jawaban atas pertanyaan Alesha, kini memilih untuk mengingatkan sesuatu yang terlupa.
"Lebih baik cepat keluar karena semua orang sudah menunggu di meja makan. Bukankah ibumu nekat mengingatkanmu agar patuh?"
'Baru kali ini aku kabur dari sesuatu hal yang membuatku tidak tahu harus menjawab apa.' Rafael tahu jika saat ini wajah Alesha memerah karena kesal, tapi tidak ingin memperdulikan itu dan terus berjalan menuruni anak tangga.
Hingga ia yang masuk ke ruang makan, kini melihat semua orang menatap ke arahnya. "Maaf karena aku membuat kalian menunggu."
"Kasihannya yang tidak bisa berbulan madu dengan tenang," sahut seorang pria muda yang tak lain adalah sepupu dari sang pemilik aset.
__ADS_1
Saat semua belum berkomentar, melihat pengantin baru datang dan langsung mendaratkan tubuh di kursi kosong sebelah Rafael.
"Maaf karena terlambat." Alesha yang kini merasa malu saat pandangan semua orang mengarah padanya, seperti melakukan audisi menyanyi dulu.
"Tidak apa-apa, Sayang. Semua juga tahu dan paham. Jadi, santai saja dan fokus untuk memberikan cucu pada kami," sahut sang ibu.
"Iya, Mom," jawab Alesha singkat dan meremas gaun yang dikenakan untuk mencoba menahan diri agar tidak murka, tapi malah mendengar sesuatu yang menguji kesabarannya.
"Tenang saja, Mom. Aku akan berusaha keras untuk segera memberikan mommy cucu." Rafael kini menatap ke arah ibu mertuanya. "Jadi, nanti Ibu jangan memanggil istriku lagi karena tadi sebenarnya tengah mencicil, tapi tidak jadi."
Refleks Alesha mencubit lengan kekar di balik kaos casual berwarna putih itu karena seperti tidak punya muka di depan orang-orang untuk kesekian kalinya. Bahkan ia tidak bisa berkata-kata lagi karena saking malunya.
Hingga ia mendengar suara dari sang ibu yang membuatnya membulatkan mata.
"Tenang saja, Menantu karena itu tidak akan terjadi. Hari ini, Ibu akan pulang ke rumah. Jadi, jaga baik-baik putri Ibu karena ia adalah satu-satunya putri yang paling Ibu sayangi."
"Sayangi dan cintai serta jangan menyakitinya karena dari kecil belum pernah merasakan cinta dari seorang pria, khususnya ayahnya."
__ADS_1
"Tenang saja, Ibu. Aku pasti akan menjaga Alesha dengan baik," sahut Rafael yang kini menjawab sambil menatap ke arah Alesha.
To be continued...