I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Tidak akan pernah terulang


__ADS_3

Refleks Alex membuka mata dan berpura-pura merenggangkan otot-ototnya dengan menggerakkan kaki dan tangan, lalu mulai duduk di atas ranjang dan menatap ke arah wanita yang sudah duduk di pinggir ranjang.


"Bukankah ini masih terlalu pagi untuk berangkat ke kampus? Memangnya kamu mau membuka pintu gerbang kampus dengan buru-buru ingin masuk kuliah?"


"Dasar! Aku harus pulang dulu untuk mengganti pakaian. Mana mungkin aku ke kampus dengan memakai baju yang sama seperti kemarin. Apa yang akan dipikirkan para teman jika melihatku tidak mengganti pakaian?"


"Bukankah kamu sudah berjanji padaku akan menuruti semua keinginanku jika aku mau menginap? Cepat bangun! Aku mau mandi dulu!"


Alesha buru-buru berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri. Hingga tanpa sadar, ia lupa untuk membawa handuk.


Sedangkan Alex kembali merebahkan dirinya di atas ranjang king size miliknya, menunggu wanita itu keluar dari kamar mandi.


Beberapa menit kemudian ia sudah menyelesaikan ritual mandinya. Hingga baru sadar kalau tadi tidak membawa baju ganti dan handuk.


"Astaga! Kenapa aku sampai lupa membawa handuk gara-gara tadi berdebat dengan Alex? Apa yang harus kulakukan sekarang? Sepertinya aku akan meminjam baju miliknya untuk sementara, tapi bagaimana keluar jika aku tidak membawa handuk? Tidak mungkin aku memintanya untuk mengambilkannya."


Akhirnya karena tidak punya pilihan, Alesha memilih untuk langsung memakai baju kotor yang tadi dan berjalan keluar dari kamar mandi.


Sementara itu, Alex saat ini mengamati penampilan dari Alesha yang terlihat memakai pakaiannya sedikit basah, lalu mengerutkan kening. "Kenapa bajumu basah semua seperti itu?"


"Aku tadi lupa membawa handuk dan baju ganti karena terburu-buru. Aku pinjam bajumu dulu, ya karena tidak punya. Nanti kamu turunkan aku di depan gang karena harus ganti pakaian dulu. Sekarang kamu mandi sana!"


Alesha keluar dari ruangan tersebut tanpa menunggu jawaban dari pria itu menuju ke ruang makan untuk mencari makanan sebagai pengganjal perut.


Alex kini menghubungi seseorang untuk membelikan pakaian wanita dan segera mengantarkan ke apartemen.


"Kenapa pakaian saja membuat Alesha pusing? Bahkan ada banyak toko baju dan ia tidak perlu pulang karena nanti ibunya malah curiga karena pulang pagi. Apalagi aku mengatakan jika acara di kampus sampai nanti siang."

__ADS_1


Dengan malas Alex mulai bangkit dari ranjang dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi, lalu mulai membersihkan diri.


Sementara itu, Alesha sudah berada di meja makan dan menikmati roti dengan selai strawberry. Hingga beberapa menit kemudian ia mendengar suara bel pintu yang berbunyi.


Dengan ragu ia berjalan ke depan dan memeriksa siapa yang datang. Pada awalnya, ia berpikir yang datang adalah ibu Alex, tetapi begitu melihat seorang pria, tidak membuang waktu langsung membuka pintu.


"Ya. Anda siapa?"


Pria berseragam hitam itu langsung menyerahkan paper bag di tangan. "Ini pesanan dari tuan Alex, Nona. Silakan tanda tangan di sini."


Tanpa membuang waktu, Alesha sudah melaksanakan perintah dari pria itu dan kini masuk ke dalam apartemen dengan memeriksa isi dari paper bag dan melihat ada pakaian wanita yang sudah bisa ditebak jika itu untuknya.


"Ia membelikan aku pakaian ganti setelah tadi mengatakan ingin pulang. Sepertinya Alex tidak mau aku pergi, meski hanya untuk mengganti pakaian saja."


Kini, Alesha mulai mengambil pakaian ganti untuknya. Itu adalah dress di bawah lutut yang berwarna kuning. Meskipun sebenarnya ia merasa sangat aneh memakai pakaian berwarna cerah itu.


Setelah memakai pakaian, Alesha berjalan ke arah meja rias dan mengamati penampilannya yang terlihat sangat aneh menurutnya.


"Rasanya aneh sekali memakai dress berwarna cerah seperti ini."


Kemudian Alesha membuka tas dan mencari kosmetik yang di butuhkan. Kemudian ia memakai riasan tipis di wajahnya.


Wajahnya langsung berubah semakin cantik dan tidak sepucat tadi. "Apa kami nanti akan berangkat bersama ke kampus?"


"Bisa jadi nanti akan menjadi bahan pembicaraan dan menggegerkan seluruh kampus. Lebih baik aku menyuruhnya untuk menurunkan di gang yang cukup jauh dari kampus dan berjalan kaki saja."


Saat Alesha tengah memikirkan sesuatu mengenai masalah berangkat kuliah, hal berbeda dirasakan oleh sosok pria yang saat ini berasa di dalam kamar mandi.

__ADS_1


Pria yang tak lain adalah Alex saat ini tengah berdiri di depan wastafel untuk mencukur bulu-bulu halus yang mulai tumbuh di area sekitar dagu.


Ia kembali tersenyum ketika mengingat kejadian tadi.


Alex tadi sama sekali tidak bergerak saat Alesha tanpa sadar memeluknya dengan erat. Padahal semalam wanita itu mengancam, tidak boleh tidur dengan memeluk karena harus ada pembatas, yaitu sebuah guling yang diletakkan di tengah.


Bahkan guling itu sudah teronggok di lantai dan kemungkinan tersenggol tubuh Alesha saat tanpa sadar mendekap dan memindahkannya.


Hingga beberapa saat kemudian, Alex selesai dengan ritual membersihkan diri dan masih tidak berhenti tersenyum ketika mengingat tentang wanita yang semalaman tidur dengannya di satu ranjang.


'Aku baru tahu jika Alesha tidur seperti kuda liar karena tidak bisa diam. Ia bergerak kesana-kemari dengan sesekali memelukku karena menganggapku guling,' gumam Alex yang saat ini tengah masih mengulas senyuman bahagia karena semalaman bisa merasakan dekapan hangat dari wanita yang membuatnya merasa tidak menentu.


'Aku penasaran, apakah dulu juga menyukainya saat belum mengalami amnesia disosiatif?'


'Kapan ingatanku akan kembali? Kira-kira apa yang bisa membuatku mengingat semua memori yang telah hilang. Apakah aku akan tetap mencintai Alesha atau tidak? Bahkan aku sendiri masih belum tahu apa yang terjadi nanti ketika itu terjadi.'


'Lebih baik aku jalani saja semuanya dengan memanfaatkan waktu sebaik mungkin bersama wanita ini. Aku tidak akan pernah bisa bersamanya lagi saat nanti ia sudah menikah dan berstatus sebagai istri pria itu."


Puas beragumen sendiri di dalam kamar mandi, kini Alex mulai membersihkan diri di bawah guyuran air shower dingin yang dianggap bisa lebih menyegarkan daripada mandi air hangat.


Berharap bisa menunjukkan wajah fresh ketika bertemu dengan Alesha nanti setelah bersiap untuk menuju ke kampus langsung karena memang tidak berencana untuk mengantarkan pulang.


Menganggap jika itu hanya akan membuang waktu saja karena mengetahui jika saat pulang akan diinterogasi macam-macam oleh seorang ibu yang khawatir pada putrinya dan tidak ingin itu terjadi.


'Manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk hari ini karena mungkin tidak akan pernah bisa terulang lagi setelah Alesha menikah dengan pria bernama Rafael itu.'


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2