I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Tersihir


__ADS_3

Aeleasha yang merasa sangat senang sekaligus lega, kini sudah menggeser tubuhnya untuk makin mendekati tubuh kekar berotot sang suami. Ia bahkan telah melingkarkan tangan pada pinggang kokoh pria yang kini sudah menyalurkan kehangatan dan kenyamanan padanya.


Berada di pelukan pria yang sangat dicintai menurutnya sangat nyaman.


'Benar apa yang dikatakan orang, bahwa cinta itu buta dan tak ada logika. Bahkan aku dulu sangat membenci pria ini, sekarang malah sangat mencintainya. Cinta kadang membuat orang cerdas menjadi bodoh dan menjadi lemah.'


Aeleasha yang hanya bisa mengungkapkan perasaannya di dalam hati, masih mencium aroma khas maskulin dari sosok pria yang mengirimkan kehangatan di setiap aliran darahnya.


Kelopak matanya memang seperti dilapisi lem dan susah membuka mata lagi karena sangat mengantuk.


Sementara itu, Arsenio yang kini sibuk mengusap lembut punggung Aeleasha malah terlihat seperti tengah menidurkan anak kecil. Ia selalu ingin memberikan sebuah kenyamanan. Berharap wanita yang masih memeluknya dengan erat tersebut merasa selalu bahagia.


"Tidurlah, Istriku. Aku akan selamanya ada di sini bersamamu. Takkan pernah kusiakan kau karena aku sangat mencintaimu," ucap Arsenio yang kini menghentikan pergerakannya saat memikirkan sesuatu.


Ia melihat pergerakan wanita yang ada dalam pelukan tersebut tengah mendongak menatapnya.


Awalnya, Aeleasha merasa sangat nyaman dengan pergerakan Arsenio yang sibuk mengusap lembut punggungnya. Namun, ia merasa ada keanehan dari pria yang berhenti mengusap punggungnya.


"Kenapa berhenti? Padahal aku sangat menikmatinya."


"Benarkah? Baiklah. Kalau begitu, aku lanjutkan. Sepertinya kamu akan selamanya ketagihan dengan apapun yang kulakukan padamu. Bersiaplah karena aku akan membuatmu semakin tergila-gila padaku selamanya."


"Atau kamu mau memulainya sekarang, aku sama sekali tidak keberatan," sahut Arsenio dengan tersenyum smirk setelah mengungkapkan kalimat ambigu.


Tanpa berniat untuk memejamkan mata lagi, refleks Aeleasha langsung mengomel untuk mengungkapkan kekesalannya. Bahkan ia kini sudah menampilkan wajah masam.


"Mulai kumat lagi nakalnya. Jangan mengalihkan pembicaraanmu tadi karena aku merasa ada sesuatu yang kamu pikirkan. Memangnya tadi kau memikirkan apa? Katakan padaku karena aku tidak ingin kau menyembunyikan sesuatu dariku."

__ADS_1


Awalnya, Arsenio sama sekali tidak berniat untuk mengatakannya, tapi ia seperti tidak bisa melarikan diri karena yang terjadi adalah bisa melihat tatapan tajam yang menegaskan tengah meminta jawaban.


Tidak ingin membuat sang istri terlalu memikirkan, akhirnya ia memilih untuk mengungkapkan apa yang saat ini tengah menggangunya.


"Aku sedang memikirkan bagaimana caranya untuk membuat Rafael mencintai wanita bernama sama sepertimu. Sayang sekali kamu tidak setuju dengan rencanaku. Jadi, aku harus memutar otak untuk mencari cara lain."


Arsenio yang baru saja menutup mulut, menghela napas panjang dan berat karena memikirkan hal yang mengganggu otaknya saat ini. Kali ini ia bisa melihat wajah Aeleasha yang terlihat sangat tenang dan sama sekali tidak panik.


Sangat berbeda dengan Aeleasha yang dulu selalu berbuat sesuka hati. Kini Arsenio melihat wanita yang dipujanya tersebut sangat santai berbicara.


"Aku yang akan berbicara pada mereka nanti. Serahkan saja semuanya padaku."


Sudut bibir Arsenio melengkung ke atas saat membentuk seulas senyuman. Ia kali ini merasa bangga menjadi pemilik hati wanita yang terlihat sangat percaya diri tersebut.


"Sekarang kamu terlihat sangat percaya diri. Seperti sudah mempunyai rencana untuk mereka. Baiklah. Kali ini, aku akan membiarkanmu mengatur semuanya. Sekarang mari kita tidur karena kau butuh memulihkan tenaga sebelum aku kembali membuatmu meneriakkan namaku."


Arsenio berbicara sambil mengusap kembali punggung Aeleasha, agar sang istri segera tertidur dan larut dalam alam bawah sadar dan memimpikan hal-hal yang indah.


Seperti seorang anak yang patuh, Aeleasha pun menuruti perintah dari Arsenio dan kembali memejamkan mata. Ia berharap akan segera larut dalam bunga tidur dan memimpikan pria tampan yang saat ini masih dipeluknya sangat erat.


"Kamu benar, aku akan mengeluarkan banyak tenaga dan pikiran. Sekarang aku harus memulihkan tenagaku dulu dengan beristirahat yang cukup," ucap Aeleasha masih dengan posisi memejamkan mata.


Arsenio yang tidak ingin terlalu banyak bicara dan menunda-nunda waktu istirahat sang istri, kini hanya mengeratkan pelukan dan melakukan hal yang sama. Bahkan terlihat ia kini menguap sampai beberapa kali, menandakan juga sudah mengantuk.


"Kamu benar, Honey. Aku pun juga sudah mengantuk," ujar Arsenio yang kini mengecup lembut kening wanita di pelukannya. "Selamat tidur. I love you."


"I love you too," jawab Aeleasha dengan sudut bibir melengkung. Menunjukkan bahwa saat ini ia benar-benar merasa sangat bahagia memiliki seorang suami seperti Arsenio.

__ADS_1


'Semoga kebahagiaan ini akan selamanya ada dalam hidupku karena aku tidak ingin Arsenio merasa bosan dan berselingkuh di belakangku. Aku harap ia adalah pria terakhir dalam hidupku karena hanya pria ini yang kuinginkan.'


'Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada hidupku jika sampai Arsenio meninggalkanku,' lirih Aeleasha di dalam hati dan berharap segera larut dalam bunga tidur.


Tidak butuh waktu lama bagi dua insan yang ada di atas ranjang tersebut terbuai dalam alam bawah sadar. Lima menit kemudian, masih dalam posisi berpelukan sangat erat, keduanya sama-sama terbang merajut mimpi indah.


Bahkan suara napas teratur kini terdengar sangat jelas memenuhi ruangan kamar yang menjadi tempat istirahat pasangan suami istri yang selalu dimabuk cinta tersebut. Seperti menjadi satu-satunya pasangan yang paling bahagia dan tidak akan terpisahkan oleh apapun.


***


Suasana malam hari yang bertabur bintang dan cahaya rembulan kini berganti dengan datangnya senyuman sinar mentari pagi yang menghangatkan. Meskipun saat ini embun pagi mulai perlahan menghilang setelah datangnya cerahnya sinar mentari pagi yang menyinari bumi saat ini.


Pemandangan di dalam ruangan pribadi seorang pengusaha sukses, tak lain adalah Arsenio, kini terlihat sosok wanita yang tak lain adalah Aeleasha selalu tidur di pelukan sosok pria dengan tubuh kekar dan mempunyai paras rupawan, membuat wanita itu merasa sangat nyaman di pelukan.


Seperti hari ini, dua insan yang ada di atas ranjang king size tersebut seolah tidak menyadari bahwa malam telah berganti pagi dan sinar mentari sudah menembus celah-celah korden berwarna putih tersebut.


Bahkan posisi keduanya yang saling berpelukan, kini terlihat sangat jelas bahwa keduanya saat ini merasa sangat nyaman, seolah tidak akan pernah terpisahkan.


Saat Arsenio dan Aeleasha masih tertidur pulas dengan posisi saling berpelukan, seolah menegaskan tidak rela sedetik pun berpisah.


Setengah jam kemudian, terlihat kini ada sebuah pergerakan dari atas ranjang.


Wanita yang mulai mengerakkan tubuhnya perlahan-lahan dan beberapa saat kemudian sudah membuka kelopak mata karena merasa silau dengan cahaya matahari yang menembus celah-celah korden berwarna putih di sudut sebelah kanan ranjang.


Aeleasha kini mengerjapkan mata berkali-kali saat melihat pemandangan indah yang saat ini ada di hadapannya. Saat ini, ia bisa melihat dengan jelas pahatan sempurna yang ada di hadapannya tersebut. Di mulai dari alis hitam tebal, bulu mata lentik, hidung mancung dan bibir tebal yang selalu menciumnya.


Ia bahkan sampai tidak bisa berkata-kata karena saat ini sedang tersihir oleh sejuta pesona seorang pria yang memiliki paras tampan tersebut sedang memeluknya. Bahkan ia saat ini tidak berkedip saat menatap setiap sudut pahatan sempurna sang suami.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2