I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Antara bibir dan respon tubuh


__ADS_3

Alesha mengerti semua perkataan sang suami. Ia merasakan sendiri bagaimana bisa hubungannya tetap bertahan dengan baik karena sudah menganggap Alex sebagai seorang teman.


Bukan lagi seorang pria yang pernah sangat dipujanya dan ingin menjadi istri Alex beberapa tahun silam. Dulu, ia berpikir bahwa akan bahagia hidup bersama Alex jika bisa menikah dengan pria yang merupakan mantan sugar daddy-nya


Namun, kenyataannya tidak sesuai dengan ekspektasi karena malah berakhir dengan pria yang bermula menawarkan kontrak pernikahan dengannya.


Hal yang tidak pernah muncul dalam pikirannya dan tiba-tiba datang masuk ke hidupnya, sampai berakhir jatuh cinta.


"Jika semua manusia menyadari bahwa jodoh di tangan Tuhan, pasti tidak akan merasa terpuruk jika kehilangan seseorang yang disayangi atau dicintai bersama dengan orang lain."


Alesha memang belum pernah mencintai seorang pria yang berpaling dan menikah dengan wanita lain. Apalagi Alex adalah cinta pertamanya dan berakhir kehilangan karena tidak ada dukungan dari pihak orang tua pria itu.


Jika yang selama ini menyakiti perasaan wanita adalah kebanyakan pasangan yang berselingkuh, tapi Alesha tidak pernah merasakannya dan berpikir jika cinta tanpa restu orang tua jauh lebih menyakitkan daripada melihat orang yang dicintai menduakan cintanya.


Apalagi dari dulu mempunyai prinsip tidak akan pernah mengemis pada seorang laki-laki untuk tetap mencintainya karena ia akan melepaskan jika seseorang yang sangat ia cintai memilih bersama dengan orang lain.


Namun, saat berhubungan dengan Alex, ia menyakiti hati pria sebaik itu dan tujuannya bertemu hanyalah demi meminta maaf sekaligus berterima kasih karena melepaskannya dengan lapang dada.


Ia tahu ada jenis pria yang memaksakan kehendak atas cintanya tanpa memikirkan perasaan pasangan karena berpikir memiliki jauh lebih baik daripada kehilangan.


Namun, Alex dengan besar hati melepaskan cintanya demi kebahagiaannya agar bisa bersatu dengan pria yang dicintai. Menurutnya, Alex adalah seorang pria sejati yang sangat luar biasa.


Apalagi di dunia ini sudah jarang ditemukan pria yang tulus mencintai tanpa memandang kekurangan pasangannya. Ia selalu merasa menjadi seorang wanita yang berharga saat dicintai Alex setelah mengetahui pekerjaan yang dilakukan.


Namun, hal luar biasa dilakukan oleh sang suami yang juga tidak mempermasalahkan tentang masa lalunya. Bahkan sampai sekarang tidak pernah menanyakan apakah di malam pertama, ia adalah seorang gadis perawan atau tidak.


Hal yang selama ini ditakutkan oleh para wanita yang sudah tidak perawan adalah mendapatkan pertanyaan seperti itu dari suami.


Namun, Alesha sama sekali tidak pernah mendengar Rafael mengungkit tentang masalah itu. Seolah bagi sang suami, keperawanan adalah sebuah hal yang tidak penting karena lebih mengutamakan masalah hati.


Apalagi ia mengetahui bahwa Rafael masih perjaka meskipun statusnya pernah menikah selama 3 tahun dengan Aealeasha.


Kini, Alesha yang baru saja mengingat tentang poin penting tersebut, ingin menanyakan pemikiran sang suami mengenai keperawanan.


"Sayang."


"Ehm .... " Rafael masih duduk sambil menatap ke arah sang istri yang sibuk menutupi tubuh dengan selimut tebal karena dinginnya AC di ruangan kamar.


Alesha saat ini menggaruk tengkuk belakang karena bingung untuk mengungkapkan pertanyaan yang ada di pikirannya.

__ADS_1


"Aku dari dulu ingin bertanya sesuatu padamu." Akhirnya Alesha membuka suara agar pria itu menjawab.


Rafael memicingkan mata karena merasa heran saat sang istri bertele-tele dan langsung tidak mengungkapkan pertanyaan yang malah membuatnya merasa sangat penasaran.


"Apa? Kenapa tidak langsung mengungkapkan pertanyaan saja?" tanya Rafael saat ini ketika berpikir bahwa ia makin ingin tahu apa yang ada di pikiran sang istri yang terlihat ragu-ragu untuk membuka suara.


Sementara Alesha mengambil napas terlebih dahulu sebelum mencari tahu apa yang ingin diketahui dari sosok pria yang sangat ia kagumi serta cintai.


"Kenapa kamu tidak pernah bertanya padaku setelah mengetahui bahwa kita melakukannya di malam pertama karena efek mabuk. Maksudku, kenapa kamu tidak bertanya apakah aku saat itu masih perawan atau tidak?"


"Bukankah para perjaka selalu menginginkan seorang wanita perawan karena ingin timbal balik dari apa yang mereka jaga?" Alesha tidak bisa membaca perasaan sang suami mengenai hal tersebut, sehingga kembali menatap ke arah pria yang masih terdiam di tempatnya.


"Tapi kamu tidak pernah bertanya padaku mengenai itu setelah mengetahui aku hamil benihmu," tanya Alesha saat ini merasa sangat lega setelah mengungkapkan sesuatu yang mengganjal di hatinya selama ini.


Saat ini, Rafael tidak langsung menjawab karena jujur saja di dalam hati terdalam, pernah mempertanyakan hal itu, tapi tidak mengungkapkan pada Alesha karena khawatir menyinggung perasaan wanita itu.


Baginya, perasaan wanita yang sangat dicintainya itu jauh lebih berharga dibandingkan rasa ingin tahunya. Rafael memang ingin tahu apakah Alesha masih perawan atau tidak karena bukanlah seorang pria munafik.


Namun, begitu menyadari bahwa cintanya jauh lebih besar daripada rasa penasarannya, sehingga membuatnya berpikir itu tidak penting dan kini menatap sang istri yang terlihat sangat ingin tahu jawaban darinya.


"Sebenarnya, jodoh itu adalah cerminan diri. Jadi, menurutku, saat aku selama ini selalu menjaga diri, pasti akan mendapatkan pasangan yang seperti itu juga."


Rafael bahkan sering melihat perselingkuhan di dunia kerja dan membuatnya merasa miris dengan zaman sekarang yang sama sekali tidak merasa malu mengumbar perselingkuhan di depan orang lain.


Apalagi bisa mengkhianati ikatan suci pernikahan dan mengorbankan anak dan istri hanya demi nafsu sesaat. Ia kini berpikir sesuatu yang tiba-tiba terlintas di pikirannya.


Alesha seketika mengangguk tanda setuju. "Benar juga apa yang kamu katakan, Sayang."


"Jika keperawanan sangat penting untuk seorang suami, mana mungkin mereka berselingkuh dengan menyakiti hati istri yang sudah menyerahkan segalanya dan melahirkan keturunan?"


Alesha dari dulu tidak pernah suka dengan perselingkuhan, tapi ia sadar bahwa profesinya dulu bisa dibilang identik dengan perselingkuhan para pria kaya yang menginginkan ditemani oleh para gadis muda.


Meskipun ia bisa menjaga diri dan hanya menemani para pria kaya, tapi selalu mendapatkan hinaan dari mereka. Bahwa ia dianggap sok jual mahal agar mendapatkan harga yang lebih dari sugar baby lain.


Padahal ia tidak berpikir seperti itu karena hanya menjaganya untuk diserahkan pada pria yang kelak akan menikahinya agar tidak terlihat hina serta mempunyai harga diri yang bisa dibanggakan.


Namun, semua yang dijaganya tersebut sama sekali tidak bisa dirasakan oleh sang suami yang mabuk ketika pertama kali melakukannya.


"Sayang sekali kamu tidak menyadari atau mengingat jika istrimu ini masih perawan ting-ting." Alesha bahkan merasa geram ketika mengingat hal itu karena hanya ia sendirilah yang mengingat momen yang tidak akan pernah dilupakannya seumur hidup.

__ADS_1


Sedangkan Rafael yang saat ini mengingat mengenai cerita dari Aealeasha mengenai obat perangsang yang dimasukkan ke dalam minuman mereka dan membuat Alesha sama sekali tidak menolak saat ia melakukan hal itu.


'Jika Alesha saat itu tidak meminum air yang diberi obat perangsang, mungkin tidak akan pernah menerimaku. Ia pasti akan membenciku. Hal itulah yang menjadi pertimbanganku agar tidak membuat perasaan istriku berubah.'


'Aku takut jika mengatakan hal yang sebenarnya, akan mendapatkan sebuah penyesalan dari istriku yang dulu sangat mencintai Alex.'


Rafael yang sibuk bergumam sendiri di dalam hati, ia merasakan tepukan dari sang istri yang mengungkapkan ada protes karena ia malah melamun.


"Sayang, kenapa malah diam saja? Bikin kesal saja!" sarkas Alesha saat ini mencubit perut dengan hiasan roti sobek tersebut.


Hingga ia merasa sangat terkejut atas serangan tiba-tiba dari sang suami yang kembali membungkam bibirnya saat marah.


Rafael yang mengetahui kelemahan dari sang istri, kini segera menyelesaikan apa yang membuat wanita itu tidak marah lagi padanya. Kemudian mendekatkan wajah di dekat daun telinga sang istri setelah melepaskan pertautan bibirnya.


"Aku bahkan selalu menganggapmu masih perawan, Sayang karena kamu sangat sempit," bisik Rafael yang tersenyum menyeringai dan mempunyai ide di kepalanya.


"Bagaimana kalau kita lanjutkan untuk membuktikan kamu masih sempit meski sudah mengandung calon anakku?" Kemudian mengedipkan mata dan menggoda sang istri yang kembali mencubit, tapi kali ini di bagian paha.


Alesha benar-benar tidak bisa menyembunyikan rasa malunya ketika sang suami berbicara sangat vugar. Jadi, ia sengaja memberikan pelajaran.


"Dasar suami mesum!" sarkas Alesha yang saat ini memilih untuk bangkit berdiri dari ranjang. "Aku lelah dan tidak ingin ada ronde kedua!"


Alesha tidak menunggu sang suami menjawab karena ia sudah berjalan menuju ke arah kamar mandi dengan selimut tebal yang terlilit di tubuhnya.


Sementara itu, Rafael masih tersenyum menyeringai dan melihat siluet belakang sang istri yang menapaki lantai dengan kaki telanjangnya.


'Kamu tidak akan pernah bisa menolaknya karena akan menghiasi ruangan kamar mandi dengan suaramu yang paling seksi itu, Sayang.'


Kemudian tanpa membuang waktu, Rafael segera beranjak dari ranjang dan berlari mengejar sang istri yang baru saja masuk ke dalam kamar mandi.


"Astaga, Sayang! Apa yang kamu lakukan?" Alesha yang baru saja masuk ke dalam kamar mandi, membulatkan mata begitu melihat sang suami mengikutinya.


Namun, ia kembali mengerjapkan mata karena merasa sangat terkejut atas perbuatan tiba-tiba sang suami yang sudah berjongkok di lantai.


Rafael tidak ingin banyak berbicara karena ia ingin langsung membuktikan perkataan dari sang istri hanyalah sebuah omong kosong semata.


'Istriku sangat pintar bersilat lidah karena antara bibir dan respon tubuhnya tidak sinkron,' gumam Rafael yang saat ini sudah berhasil membuat sang istri yang tadi menolaknya, tidak berkutik lagi dan hanya diam karena sudah menikmati semua perbuatannya.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2