I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Cacat


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan selama 20 menit dengan ambulans, kini Arsenio dan Nick sudah berada di ruang gawat darurat. Hanya saja, berbeda ruangan dan tidak bisa melihat keadaan masing-masing.


Sementara Adelardo saat ini memilih untuk menemani di ruangan Arsenio karena berpikir jika keponakannya akan ditemani oleh orang tua nanti, sedangkan Arsenio sama sekali tidak mempunyai sanak saudara selain dirinya.


"Daddy sudah memanggil dokter ahli spesialis tulang terbaik di rumah sakit ini. Jadi, kamu tenang saja." Adelardo mencoba membuka suara untuk mengalihkan perhatian Arsenio yang saat ini tengah menatap ke arah kaki kanan yang sedikit digerakkan hingga meringis menahan rasa nyeri.


Kemudian menepuk lengan kokoh putra kesayangannya. "Lebih baik kamu berbaring di ranjang karena sedang terluka dan harus segera diobati."


"Jangan sampai kamu menyesal setelah semuanya sudah terlambat. Kamu tidak boleh memberi beban pada kakimu yang sedang terluka. Cepat berbaring, Arsenio!"


Melihat putranya sama sekali tidak menanggapi ucapannya, tentu saja membuat Adelardo berang. Refleks ia pun mengangkat tangan untuk meninju lengan kekar pria yang dianggapnya sangat keras kepala tersebut.


Arsenio kini meringis menahan rasa sakit pada lengannya karena pukulan sang ayah sangat kuat.


"Astaga! Iya, Dad, tapi jangan semakin menambah rasa sakitku! Arsenio meringis kesakitan saat tengah meluruskan kakinya.


"Daddy tidak akan pernah berbuat seperti ini jika kau tidak membantah! Benar, kan kataku tadi. Kalau kakimu sebenarnya terluka parah. Bahkan sampai meringis kesakitan saat mengangkatnya." Adelardo menatap iba ke arah kaki putranya.


Suara langkah kaki mengalihkan perhatian Adelardo yang ada di ruangan tersebut.


Beberapa detik kemudian, tampak dokter dan perawat berjalan masuk ke dalam ruangan dengan membawa semua peralatan yang diperlukan untuk memeriksa.


Adelardo langsung mengeluarkan titahnya pada dokter yang baru saja datang. "Cepat periksa keadaan putraku. Tadi ia merasakan sakit yang luar biasa pada kakinya. Lakukan yang terbaik untuknya karena aku tidak ingin sampai terjadi sesuatu yang buruk."


Dokter paruh baya tersebut langsung menganggukkan kepalanya, "Baik, Tuan. Saya pasti akan melakukan yang terbaik untuk pasien."


"Tadi ia berkelahi dengan seseorang yang ahli bela diri dan tentu saja mengetahui setiap titik rawan pada lawannya dan itu membuat kaki putraku terluka cukup parah."

__ADS_1


Dokter dan perawat pun mulai berjalan ke arah pembaringan pasien dan segera melihat kondisi kaki di balik celana panjang berwarna hitam tersebut.


Seketika Adelardo langsung terkejut saat melihat kaki Arsenio sudah membengkak dengan darah yang sudah mulai mengering dan kulitnya yang membiru saat perawat pria menggunting celana panjang yang dikenakan pasien.


Sementara dokter yang saat ini sudah mengamati luka di kaki pasien, mulai mengatakan diagnosisnya.


"Sepertinya Anda mengalami patah tulang, Tuan. Namun, untuk lebih jelasnya, kita akan membawa Anda ke ruang ronxten. Saya harus memeriksanya dengan lebih jelas dan ini harus segera ditangani."


"Jika tidak, Anda akan mengalami cacat pada kaki kanan ini. Benturan cukup keras, membuat kaki Anda sampai membengkak dan mungkin remuk di bagian dalam."


"Lebih baik kita segera membawa Anda ke ruang perawatan khusus untuk segera menanganinya! Anda sama sekali tidak boleh menggunakan kaki untuk berjalan sementara waktu."


"Hal itu akan semakin membuat kaki bertambah parah. Barkan para perawat yang membawa Anda ke ruang perawatan!"


Mendengar penjelasan dari sang dokter, membuat Adelardo merasa sangat terkejut. Ia sangat mengkhawatirkan pria yang sangat disayangi seperti putra kandung sendiri. Apalagi jika sampai benar-benar mengalami cacat permanen, mungkin akan membuat putranya terpuruk.


Tentu saja ia kini merasa sangat bersalah karena itu terjadi atas dasar keserakahan keponakannya.


"Kami akan melakukan yang terbaik untuk kesembuhan pasien, Tuan. Jadi, sekarang lebih baik kita segera membawanya ke ruang perawatan!" Dokter maju ke depan mengemukakan pendapatnya.


"Jika sampai aku tidak sembuh, mungkin hanya akan berjalan pincang. Kenapa Daddy sangat takut sekali? Aku akan baik-baik saja. Luka ini tidak seberapa karena aku berhasil memberikan pelajaran pada Nick. Bagiku, itu sudah lebih dari cukup."


Adelardo saat ini tidak bisa menghilangkan kekhawatiran yang dirasakan. Kemudian memberikan kode pada dokter.


Mengerti dengan kode dari pria paruh baya tersebut, membuat dokter menyuruh para perawat membantu memindahkan pasien ke ranjang dorong yang telah disiapkan dari tadi, lalu membawanya keluar dari ruangan tersebut.


Hingga beberapa saat kemudian, Arsenio telah berada di sebuah ruangan luas yang lengkap dengan semua peralatan terbaik untuk memeriksa kondisi kakinya.

__ADS_1


Dokter mulai memastikan kondisi pasien penting itu dengan melakukan pemeriksaan penunjang dengan foto Rontgen dan juga melakukan CT scan.


Dengan seksama para dokter melihat hasil dari pemeriksaan dan mulai menjelaskan secara detail kepada ayah dan anak tersebut.


"Ternyata benar, Tuan. Anda mengalami patah tulang yang cukup parah, sehingga harus secepatnya dilakukan operasi pemasangan pen karena tulang yang patah harus diperbaiki dan dipertahankan posisinya sampai tulang tersebut menyatu kembali."


"Memang prosedur pemasangan pen untuk mengobati patah tulang ini dikerjakan oleh dokter bedah dan dapat dapat berjalan selama beberapa jam."


"Prosedur ini dimulai dengan memberi anestesi atau obat bius total untuk Anda. Jadi, Anda akan tertidur selama prosedur operasi berjalan. Pen adalah implan yang terbuat dari logam, umumnya Stainless steel atau titanium yang bisa bertahan lama dan kuat."


"Implan ini merupakan alat pendukung yang biasa digunakan untuk mengobati patah tulang atau fraktur selain tips. Fungsi pen dalam pengobatan fraktur pada tulang Anda adalah memastikan tulang yang patah berada di posisi yang tepat. Jadi, nanti tulang tersebut tumbuh dan menyambung kembali."


"Sedangkan dalam masa penyembuhan, pen ini dipasang di dalam area tulang yang patah melalui prosedur operasi dan bisa tinggal di dalam tubuh untuk waktu yang lama atau bahkan selamanya. Dokter bedah terbaik sedang dalam perjalanan ke rumah sakit."


Arsenio mulai mengerutkan kening setelah mendengarkan penjelasan panjang lebar dari pria berseragam putih di depannya. Ia mulai menanyakan sesuatu yang sangat mengganjal di pikirannya.


"Tunggu dokter! Aku ingin bertanya sesuatu."


"Silakan, Tuan."


"Memangnya berapa lama proses pemulihan pasca operasi patah tulang yang akan saya lakukan ini? Aku harus menjemput istriku."


"Kau tidak perlu berpikir itu, Arsenio karena mereka sekarang baik-baik saja. Ada keluarganya yang berada di dekatnya dan akan selalu menjaga mereka," sahut Adelardo sambil memijat pelipis saat mendengar nada protes dari Arsenio.


"Seharusnya kamu memikirkan kondisimu sendiri yang akan melakukan operasi dan tidak perlu mengkhawatirkan yang lainnya. Lebih baik, pemulihanmu lama atau kamu menjadi cacat? Bukankah kamu harus memilih salah satu di antara itu? Lebih baik kamu menuruti semua kata dokter agar kau segera ditangani dan cepat sembuh!"


"Aku hanya ingin tahu saja, Dad. Kira-kira berapa lama aku tidak boleh berjalan. Aku harus mengetahuinya, bukan?" Arsenio beralih menatap ke arah beberapa dokter yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Cepat jelaskan padaku?"


To be continued...


__ADS_2