I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Awas, nanti sange!


__ADS_3

Rafael benar-benar melakukan keinginannya untuk memecat para staf yang suka berselingkuh di kantor. Bahkan saat menyuruh asistennya untuk memberikan pengumuman itu, ada banyak orang yang tertarik pada hadiah uang yang ditawarkan.


Itu berlaku bagi semua staf yang tidak berselingkuh, pasti tertarik untuk mencari informasi atau bukti.


Sedangkan untuk para staf yang berselingkuh, pastinya sibuk menutupi agar tidak ketahuan. Namun, tetap saja ada yang langsung ketahuan karena sebelumnya telah menunjukkan dengan jelas hubungan perselingkuhan.


Seperti makan siang hanya berdua atau sering pulang bersama dan pastinya membuat beberapa staf lain sudah bisa menebak ke mana hubungan mereka.


Jadi, begitu pengumuman itu terdengar, mereka langsung memilih resign daripada dipecat secara tidak terhormat. Sebenarnya sama-sama kehilangan pekerjaan, tapi bedanya tidak dipecat karena memilih untuk mengundurkan diri.


Saat ini, Rafael yang berada di ruangannya, mulai memeriksa beberapa staf yang berselingkuh dan hanya geleng-geleng kepala melihat ada lebih dari 10 pasangan.


"Benar-benar mereka ini. Apa saat melakukan itu sama sekali tidak mengingat pasangan dan anak di rumah?" Rafael kini menatap ke arah asisten pribadinya yang baru saja membawa nama-nama tersangka dan sudah dieksekusi untuk angkat kaki dari perusahaannya.


Sementara itu, sosok pria yang tak lain adalah Steven hanya mengendikkan bahu karena ia tidak tahu apa yang mereka pikirkan. Apalagi ia belum menikah dan tidak tahu menahu mengenai hubungan suami istri.


"Yang tahu hanya mereka sendiri, Tuan. Semoga Anda dijauhkan dari perselingkuhan dan saya pun juga demikian setelah memiliki istri nanti." Saat menutup mulut, bersitatap dengan sosok pria yang ada di hadapannya.


Tentu saja ia tahu arti dari tatapan itu yang menandakan bahwa bosnya saat ini tengah kesal padanya. "Sorry, Presdir. Saya tidak bermaksud untuk menyinggung perasaan Anda."


Rafael yang awalnya ingin meninju lengan kekar pria di hadapannya, tidak bisa melakukannya karena ada penghalang meja. Tentu saja ia kesal saat asistennya seolah berpikir ia suatu saat berselingkuh.


"Padahal sudah jelas-jelas aku adalah pria yang jarang dekat dengan wanita setelah istriku meminta bercerai. Bahkan aku pun sempat digosipkan gay gara-gara tidak pernah dekat dengan para wanita semenjak itu. Lalu, bisa-bisanya kamu seolah berpikir aku akan berselingkuh."


Rafael yang kesal, kini bangkit berdiri karena merasa tidak puas ketika belum memberikan sebuah pelajaran pada asistennya yang masih berdiri di depan meja kerjanya.


"Nih, rasakan!" Mengangkat tangan untuk meninju lengan kekar Steven.

__ADS_1


Namun, Rafael tidak jadi melakukannya saat melihat pintu tiba-tiba terbuka dan mendengar suara dari seorang wanita yang sangat dicintai.


"Halo, Sayang." Alesha yang baru masuk ke ruangan kerja suami tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, kini mengerutkan kening melihat tangan yang mengepal. "Apa yang kamu lakukan pada asistenmu, Sayang?"


Kemudian Alesha segera berjalan masuk dan langsung menahan tangan kekar suaminya agar tidak meninju Steven karena ia bisa menduga apa yang selanjutnya akan terjadi jika tidak datang ke ruangan.


"Sayang? Kamu ke sini? Sama siapa? Ada apa ke kantor?" Rafael benar-benar sangat terkejut dengan kedatangan tiba-tiba dari wanita yang terlihat kesal ketika ia hendak memberikan hukuman pada asisten pribadinya.


Kemudian menjelaskan semuanya begitu mendapatkan tatapan tajam dari sang istri yang meminta sebuah jawaban darinya.


Sedangkan Steven kini bernapas lega karena akhirnya bisa selamat dari ulah bosnya yang dianggap sangat tidak peka atas kebaikannya.


Hingga ia merasa sangat senang ketika melihat wanita yang sangat dihormatinya tersebut kini mencubit pinggang kokoh bosnya untuk memberikan sebuah hukuman.


"Sayang, jangan seperti itu padanya. Bukannya berterima kasih karena didoakan baik, tapi malah kesal. Konyol sekali. Aku datang ke sini karena kepo dengan para staf perusahaan yang berselingkuh."


"Jadi, ingin tahu itu dan tidak bisa menunggu hingga kamu kembali. Jadi, tadi minta izin sama ibu dan mama untuk ke perusahaan dengan diantar supir," ucap Alesha yang saat ini memberikan sebuah kode pada Steven agar meninggalkan ruangan karena ia ingin berduaan dengan sang suami.


Sebenarnya itu hanyalah alasan klise saja karena yang terjadi adalah ia sangat merindukan suami. Padahal baru beberapa jam saja tidak bertemu, tapi rasanya sudah sangat rindu.


Namun, ia tidak mengatakannya karena malu dan khawatir digoda terus sampai hari-hari berikutnya nanti. Jadi, memilih cara aman.


'Aku sudah seperti anak remaja yang baru pertama kali jatuh cinta saja karena ingin terus menempel pada suamiku dan tidak ingin berpisah walau hanya satu detik saja. Ternyata seperti ini rasanya pacaran setelah menikah. Jauh lebih indah dan bermakna. Apalagi jauh dari dosa, tapi malah dapat pahala.'


Saat Alesha larut dalam gumamannya, ia sangat terkejut melihat sang suami tiba-tiba menyambar bibirnya dan ******* beberapa detik.


Namun, ia sama sekali tidak membalas karena takut suaminya kebablasan. Nasib baik Steven baru saja pergi setelah ia suruh keluar tadi. Jika tidak, mungkin hanya akan menimbulkan jiwa iri dari seorang jomlo saat melihat pasangan suami istri bermesraan.

__ADS_1


"Dasar tukang kepo!" ucap Rafael yang merasa sangat gemas pada sang istri dan tidak pernah tahan melihat bibir sensual sosok wanita yang ada di hadapannya tersebut.


Kemudian menarik tangan sang istri dan ia duduk di kursi kerjanya, lalu menepuk paha untuk menyuruh duduk di pangkuannya karena ingin menunjukkan nama-nama orang yang ketahuan berselingkuh.


"Aku akan mengobati rasa kepomu. Jadi, duduklah di sini!" ucap sosok wanita yang masih berdiri di sebelah kursi kerjanya.


Alesha yang ragu-ragu menuruti perintah dari sang suami karena khawatir jika tiba-tiba ada staf masuk dan melihat keintimannya ketika berada di pangkuan suami.


"Aaaah ... Sayang, aku malu jika nanti ada yang datang ke sini." Menggelengkan kepala karena meskipun ia sangat ingin melakukannya, tetap saja malu jika dilihat staf perusahaan.


Kalau di rumah dan di dalam kamar, ia masih bisa sedikit menghilangkan rasa malunya. Bahkan mungkin akan sedikit nakal dan seketika mengingat kegilaannya semalam.


Rafael hanya geleng-geleng kepala karena menganggap sang istri terlalu berlebihan dalam berpikir. "Pakai malu segala dilihat orang. Padahal kita adalah suami istri yang sah dan tidak perlu malu bermesraan di kantor."


"Bila perlu, aku ingin menunjukkan pada semua staf di perusahaan ini bahwa sesuatu yang halal itu jauh lebih indah dan mendapatkan pahala. Tapi aku tidak mau ada para pria yang melihat kecantikan istriku."


Rafael tidak ingin ada mata pria yang menatap atau mengagumi sang istri, jadi tidak berniat untuk post foto-foto istrinya di manapun. Baginya, ia hanya ingin bahagia di dunia nyata, bukan di dunia maya.


Kemudian ia langsung menarik pergelangan tangan sang istri yang masih tak kunjung duduk di pangkuannya.


Alesha membulatkan mata saat tubuhnya sudah terjatuh di pangkuan sang suami. Bahkan saat ia hendak mencoba bangkit karena khawatir jika sang suami kembali bangkit bergairah hanya dengan duduk di pangkuan, tangan kekar itu melingkar di perutnya yang masih datar.


"Sayang, lepaskan aku! Awas nanti *****!!" ucap Alesha yang masih berusaha untuk melepaskan kuasa sang suami.


Hingga ia mendengar suara ketukan pintu dari luar dan beberapa saat kemudian pintu itu terbuka, menampilkan seseorang masuk ke dalam dan membulatkan mata melihat mereka.


To be continued...

__ADS_1


"


__ADS_2