
Aeleasha ... kamu ada di mana? Kenapa aku tidak bisa menemukanmu? Bahkan aku sudah melakukan pencarian dengan menyuruh banyak orang, tapi kenapa masih belum bertemu denganmu?
Aku adalah seorang pria bajingan yang pantas mendapatkan semua penderitaan ini. Aku telah menyakiti gadis polos sepertimu dan hampir menikah dengan ibu tirimu yang jahat itu.
Aku sadar, bahwa hanya kamu wanita yang kucintai. Aku hanya mencintaimu, Aeleasha. Kamu ada di mana? Jika ini adalah hukuman untukku, aku akan menerimanya. Aku tidak akan keberatan hidup menderita selamanya.
Aku tidak akan pernah menikah jika tidak denganmu. Aku sangat mencintaimu.
Video itu memperlihatkan saat Arsenio tengah memeluk gaun berwarna ungu yang beberapa tahun lalu ditinggalkan oleh Aeleasha di dalam hotel dan masih disimpan dalam sebuah kotak.
Kotak itu selalu berada di dekat ranjangnya dan ia selalu tidur dengan memeluk gaun tersebut. Bahkan melakukan itu dulu hingga bertahun-tahun. Semuanya berubah setelah ia dihubungi oleh asisten pribadinya bahwa Aeleasha telah ditemukan setelah tiga tahun waktu berlalu dengan sangat menyiksa.
Sementara sosok wanita yang dari tadi memejamkan mata dan berniat untuk tidur awal, tidak bisa melakukannya begitu indra pendengarannya menangkap suara bariton dari pria yang dicintai.
Bukan suara secara langsung dan ia merasa sangat penasaran, sehingga memilih untuk membuka mata. Begitu melihat yang ada di hadapannya tersebut adalah sebuah laptop yang menunjukkan rekaman dari perbuatan Arsenio di dalam kamar.
Refleks ia membekap mulut begitu melihat sendiri bagaimana Arsenio tersiksa karena rasa bersalah saat dulu menyakiti perasaannya. Bahkan ia tidak berkedip menatap ke arah laptop tersebut dan baru mengetahui bagaimana pria itu sangat hancur.
Ia benar-benar tidak pernah menyangka jika dulu Arsenio sangat menyesal telah memperkosa dan membuat takdirnya berubah.
Kali ini berpikir jika pria yang saat ini tengah duduk di sebelah berbaring tersebut sangat mencintainya setelah pergi dari hotel.
Dulu berpikir hanya ia yang sangat menderita saat berpisah, tapi setelah melihat rekaman video CCTV itu, membuatnya kali ini sudah tidak bisa lagi menahan bulir bening air mata mewakili perasaan bahagia.
Bagi Aeleasha, tidak ada yang lebih membahagiakan selain mendengar kejujuran seorang pria yang sangat mencintai dan tidak akan pernah melepaskannya. Ia merasa menjadi satu-satunya wanita paling berharga di dunia setelah melihat video yang baru saja diketahui.
Padahal ia sudah lama menikah, tetapi baru pertama kali melihat itu.
Kini, bulir air mata kebahagiaan lolos dari bola mata tanpa seizinnya. Ia benar-benar merasa sangat bahagia karena Arsenio untuk kesekian kali menunjukkan cinta luar biasa untuknya. Bahkan cinta untuk sang suami kini semakin bersemi di dalam hati.
__ADS_1
"Sayang."
Arsenio sangat terkejut begitu melihat sang istri dengan wajah berlinang air mata hingga bola mata tersebut sangat sembab.
"Sayang, kamu menangis? Kali ini apa lagi? Apa kamu menangis karena bahagia setelah melihatku sangat mencintaimu sejak dulu?"
Aeleasha yang tadinya merasa sangat bahagia tidak terperi setelah melihat rekaman CCTV tersebut dan tidak bisa lagi menyembunyikan perasaannya lebih lama. Refleks ia menghambur memeluk erat tubuh kekar sang suami.
Meskipun ia tidak bisa membuka mulut untuk berbicara karena tengah menangis tersedu-sedu di dada bidang itu, tetapi perbuatannya saat ini jelas membuktikan sangat mencintai pria dengan aroma khas maskulin yang selalu membuatnya nyaman tersebut.
Arsenio hanya membalas pelukan itu dengan mengusap lembut punggung di balik rambut panjang hitam mengkilat tersebut. Berharap perbuatannya mampu menyalurkan aura positif yang menenangkan wanitanya. Ia sangat senang karena telah berhasil membuat Aeleasha tidak beralasan tidur awal lagi
"Menangislah sepuasmu, Honey Jika itu bisa membuat perasaanmu jauh lebih tenang."
Aeleasha yang dari tadi masih memeluk erat dengan menangis tersedu-sedu di dada bidang suaminya, belum berniat untuk membuka mulut karena ingin meluapkan perasaannya.
Menangis adalah satu-satunya cara seorang wanita untuk meluapkan rasa sedih maupun bahagia.
Ia tahu jika pria yang saat ini tengah dipeluknya tersebut adalah seseorang yang sangat luar biasa dari segala hal. Bahkan menurutnya hampir memenuhi kesempurnaan.
'Aku benar-benar sangat bangga bisa dicintai begitu besar oleh suamiku,' lirih Aeleasha dengan masih menangis tersedu-sedu.
Saat ia hanya bisa berbicara di dalam hati, kini merasa sangat lemah. Tanpa berniat untuk melepaskan tangan dari pinggang kekar itu, Aeleasha hanya mengungkapkan apa yang saat ini dirasakan.
"I love you."
Refleks Arsenio menarik diri dengan sedikit mundur, agar bisa melihat wajah cantik yang tadi sembab tersebut. "Apa, Honey? Aku tidak dengar. Coba katakan sekali lagi!"
Tanpa berniat untuk membuka suara, Aeleasha hanya menggeleng perlahan. Seolah menegaskan bahwa ia mengetahui bahwa Arsenio mengetahui tengah berpura-pura tidak mendengar semua. Hingga membuatnya menangis tersedu-sedu seperti ini.
__ADS_1
"Tidak ada siaran ulang" ucapnya dengan suara masih terdengar bergetar karena efek sesenggukan saat menangis.
Sudut bibir Arsenio melengkung ke atas begitu melihat respon dari sang istri yang menggemaskan. "Sayang sekali. Padahal aku tadi tidak mendengar dengan jelas."
Ia pun membaringkan tubuhnya di sebelah Aeleasha dan langsung melingkarkan tangan pada perut datar tersebut.
"Tadi kamu beralasan lelah dan mengantuk, kan? Aku akhirnya berhasil membuatmu membuka mata dengan menunjukkan rahasia besar yang selama ini hanya daddy yang tahu. Sepertinya malam ini adalah malam terindah karena aku bisa mengungkapkan rasa cintaku padamu."
"Sekarang kamu mengerti jika cintaku tidak main-main dari semenjak pertama kita bertemu. Apa sekarang kau terharu setelah menyadari semuanya, Honey? Lalu, kamu selalu ragu dan malu mengakui perasaanmu padaku. Padahal kita sudah menikah dan menjadi suami istri," ujar Arsenio yang kini menatap intens wajah cantik wanita di sebelah kirinya.
Aeleasha tentunya sangat paham dengan perkataan dari Arsenio yang saat ini menginginkan ia tanpa merasa malu menyatakan cinta. Hingga ia yang kini merasa sangat gugup, berdebar kencang jantungnya. Menyembunyikan perasaan, ia berakting seperti wanita bodoh yang naif.
"Bukankah tadi sudah kukatakan jika tidak akan ada siaran ulang untuk pernyataan cintaku. Lebih baik kita tidur dan matikan laptopmu yang berada di atas ranjang. Nanti malah terkena kakimu."
Sementara Arsenio hanya mengukir senyuman tipis karena saat ini merasa telah menjadi seorang pemenang sejati mengalahkan Radar. Ia mematuhi perintah dari sang istri dan beranjak turun dari ranjang untuk meletakkan laptop di atas meja.
Kemudian kembali naik ke atas ranjang dan dengan berbaring di sebelah sang istri. Ia memang tadi berencana untuk lembur bersama sang istri, tapi melihat wanita itu terlihat menguap, membuatnya tidak tega.
"Baiklah, sekarang tidurlah dengan nyenyak karena aku akan selalu ada di sini untukmu, Sayang." Memiringkan tubuhnya untuk memudahkan ia memeluk erat Aeleasha.
Bahkan ia bisa melihat Aeleasha sangat patuh dan langsung memejamkan kelopak mata, serta bersembunyi di dada bidangnya. "Selamat tidur, Istriku yang cantik."
Sudut bibir Aeleasha membentuk seulas senyuman saat mendengar kalimat bernada romantis dari pria yang saat ini mengungkungnya dalam kuasa. Merasa sangat bahagia sekaligus terharu, refleks tanpa sadar meloloskan kalimat dari bibirnya.
"Sayang, aku ...."
"Aku apa?" tanya Arsenio yang masih enggan untuk membuka mata karena ia tadi berniat untuk tidur karena sebenarnya juga merasa sangat lelah.
"Aku ...." Aeleasha menarik diri untuk memberikan jarak, agar bisa menatap pahatan sempurna pria di sebelahnya tersebut.
__ADS_1
"Aku selamanya adalah milikmu. Aku sangat mencintaimu."
To be continued...