
Sementara itu, Aeleasha dari tadi merasa sangat shock hingga membuat bulu kuduk meremang, seketika karena merasa sangat gugup.
'Astaga. Suamiku benar-benar sangat gila!' gumam Aeleasha yang kini menelan kasar saliva.
Belum sempat ia menormalkan perasaan, lagi dan lagi Arsenio semakin mendekatkan diri dan memaksa untuk kesekian kalinya. Bahkan ia sudah berkali-kali menggelengkan kepala.
"Sayang!" teriak Aeleasha yang mencoba untuk menolak perintah dari pria yang masih menopang beban berat tubuhnya dengan kedua lutut saat berada di depan.
Sementara itu, Arsenio yang kini merasa bahwa Aeleasha selalu perlu dipaksa agar mau.
"Jangan berhenti!" ujar Arsenio yang kini sibuk menahan kepala sang istri.
Awalnya, gerakan Aeleasha terlalu kaku, tetapi lama-kelamaan, semakin lihai dan membuat kenikmatan luar biasa dirasakan olehnya. Bahkan sesekali suara lenguhan kenikmatan lolos dari bibirnya saat ini.
"Aku sangat mencintaimu," seru Arsenio dengan suara parau penuh geraman halus lolos dari bibirnya.
Bahkan ia masih tidak melepaskan jemarinya dari sela-sela rambut panjang Aeleasha yang tergerai di bawah bahu tersebut.
__ADS_1
Perbuatan sang istri kali ini menjadi sebuah bukti bahwa wanita itu bukanlah seorang perawan bodoh yang tidak tahu apa-apa karena berhasil membuat Arsenio berkali-kali melenguh panjang saat merasakan ledakan gairah.
Aeleasha yang saat ini merasa tidak mempunyai pilihan karena telah dipaksa oleh sang suami, awalnya merasa sangat kesal, tetapi seperti sebuah naluri, akhirnya melakukan sesuai perintah.
Tentu saja ia sudah mendengar suara lenguhan berkali-kali dari pria yang masih tidak melepaskan kuasa.
Meskipun kedua tangan masih diikat, tidak membuat ia bisa menghindari perintah sang suami karena masih sibuk.
Bahkan saat ia mendengar suara lenguhan dari Arsenio, berpikir bahwa pria itu merasakan puncak kenikmatan seperti dirinya beberapa saat lalu.
Berbagai macam pertanyaan menghantamnya, tapi belum sempat menjawab, kini ia merasakan pergerakan dari Arsenio yang telah bergerak mundur dan mengarahkan kepalanya untuk mendongak menatap pria dengan paras rupawan itu.
"Honey, rasanya aku sudah tidak bisa menahannya lagi lebih lama lagi." Kini Arsenio memilih melepaskan ikatan pada kedua tangan sang istri. Ia benar-benar ingin segera melaksanakan momen paling inti dari seluruh kegiatan panas dan liar hari ini.
"Rileks, Sayang." Arsenio yang benar-benar merasa sangat tidak sabar untuk segera mendaki puncak kenikmatan bersama sang istri saat dibuai oleh gairah tak tertahankan.
Tentu saja Aeleasha kini bisa melihat tatapan lapar dan tajam dari pria yang sudah sibuk dan dengan tergesa-gesa.
__ADS_1
Namun, saat ia berniat untuk mengambil selimut, gagal melakukannya karena pria itu melemparnya ke sembarang arah.
"Apa yang kamu lakukan? Mana selimutnya, aku kedinginan," ucap Aeleasha yang kini hanya mencari alasan semata.
Padahal sejatinya ia hanya merasa sangat malu dan ingin melakukannya di bawah selimut tanpa mengekspose dengan jelas tubuh polosnya.
Sementara itu, Arsenio yang kini tengah tersenyum smirk, mengerti bahwa Aeleasha saat ini hanya beralasan karena merasa malu padanya seperti seorang perawan saja
"Aku yang akan menghangatkanmu. Kamu tenang saja karena sebentar lagi bulir peluh akan menghiasi tubuhmu yang seksi ini," ucap Arsenio yang saat ini tersenyum menyeringai begitu melihat ekspresi wajah memerah.
Aeleasha yang saat ini seolah tidak mempunyai muka di depan Arsenio karena sudah tidak ada lagi yang bisa ditutupi olehnya. Arsenio menatapnya tanpa berkedip dan seperti hendak menerkam seperti menganggap ia adalah mangsa.
Hingga ia melihat Arsenio sudah bersiap untuk melakukan momen inti dan membuatnya menelan ludah.
Ia mengarahkan tangannya ke arah dada bidang itu karena ingin mengulur waktu. Mencoba untuk menghentikan pria itu.
"Sayang, berhenti! Aku ingin ...."
__ADS_1
To be continued...