I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Takut dan ragu


__ADS_3

"Aku harap kamu batalkan rencana pernikahan kalian! Bukankah kamu tidak mencintai pria bernama Rafael itu?" sarkas Alex yang saat ini tengah mengamati reaksi dari sosok wanita yang ada di hadapannya.


Hari ini, setelah selesai mengajar, Alex memaksa Alesha agar mau ikut bersamanya ke apartemen miliknya karena ingin membicarakan sesuatu hal yang penting.


Tentu saja, seperti biasa yang ia lakukan adalah memaksa wanita yang membuat perasaannya selalu berkecamuk, yaitu mahasiswinya sendiri.


Sementara sosok wanita yang saat ini tengah duduk di sofa dengan menatap pria pujaan hati yang selalu ingin menang sendiri dengan cara memaksa. Meskipun ia awalnya selalu menolak, tetapi akhirnya luluh juga saat Alex memaksa untuk ikut.


Padahal ia tidak tahu akan diajak ke mana, tetapi sangat mempercayai pria itu karena mengetahui seperti apa watak dari mantan sugar daddy-nya tersebut.


Alex Claire tidak akan pernah berbuat buruk padanya, meski saat ini masih mengalami amnesia disosiatif yang masih belum mengingat siapa sebenarnya ia. Bahwa ia adalah mantan sugar baby pria dewasa dengan raut wajah tegas dan tampan tersebut.


Alesha dari tadi menundukkan kepala dan tidak berani menatap iris tajam pria yang pastinya akan membuatnya merasa lemah. Namun, titah dari Alex tidak mungkin bisa ia lakukan karena itu akan mempermalukan keluarga Rafael dan juga ibunya yang sudah keluar dari rumah sakit satu minggu yang lalu.


Bahkan sang ibu saat ini sangat antusias bersama calon mertuanya untuk ikut menyibukkan diri mempersiapkan pesta pernikahan meriah yang mereka akan gelar di sebuah Ballroom hotel.


Apalagi jasa wedding organizer sudah mengatakan jika persiapan hampir 70 persen dan tidak ada halangan sama sekali yang merepotkan mempelai pengantin. Bahkan undangan sudah disebarluaskan pada para rekan bisnis, sanak saudara, teman-teman dan juga yang lain.


Jadi, ia tidak mungkin bisa mematuhi perintah penuh kemurkaan yang saat ini diungkapkan oleh Alex. Kini, Alesha memilih untuk mengangkat pandangan dan langsung bersitatap dengan iris tajam berkilat milik pria dengan tubuh tinggi tegap di hadapannya.


"Maafkan aku karena saat ini tidak bisa membatalkan pernikahanku yang akan dilangsungkan lima hari lagi. Aku bukanlah seorang wanita yang hidup sendiri dan egois. Aku harus memikirkan perasaan orang lain karena saat ini ada ibu dan mertua yang harus kujaga perasaannya."

__ADS_1


"Ibuku saat ini baru saja sembuh dari penyakitnya." Alesha bahkan sedikit menaikkan nada suaranya saat ingin menyadarkan Alex dari kegilaannya.


Mungkin ia akan merasa sangat senang dan tidak keberatan untuk menerima cinta pria itu ketika belum berhubungan dengan Rafael. Namun, berbagai macam kejadian yang sudah dihadapi olehnya, membuat ia terjebak dalam kuasa yang beberapa hari lagi akan berstatus menjadi suaminya.


Meskipun pernikahan itu hanya berdasarkan perjanjian, tetapi bagi para orang tua, tidaklah seperti itu karena berpikir sangat nyata. Bahwa ia dan Rafael dianggap saling mencintai oleh ibu dan juga mertuanya.


"Tidak mungkin aku langsung membatalkan pernikahan karena itu akan memicu kambuhnya penyakit jantung yang diderita oleh ibuku. Aku tidak ingin menjadi seorang anak durhaka yang mengirimkan ibunya sendiri kepada jalan kematian hanya karena harus menuruti perintah dari pria yang tidak jelas statusnya sepertimu."


Sengaja Alesha menegaskan pada kalimat terakhir karena ini menyadarkan pria yang saat ini bahkan tidak bisa mengingat siapa sebenarnya ia di masa lalu.


Alesha dari dulu rela melakukan apapun demi kesembuhan sang ibu, tidak terkecuali hari ini. Ia akan mengorbankan kebahagiaan diri sendiri, asalkan wanita yang telah melahirkannya tersebut tetap sehat.


Itulah yang membuatnya tidak bisa menuruti perintah Alex untuk membatalkan pernikahan. Tanpa memperdulikan perasaan pria yang terlihat memerah wajahnya saat merasa murka padanya.


Seperti biasa, Alesha memang memanggil pria itu dengan nama saja ketika hanya berdua, tetapi akan memanggil secara formal ketika berada di kelas karena memang Alex merupakan dosennya.


Meskipun ia terkesan munafik karena kabar kedekatannya dengan dosennya itu sudah tersebar di kampus. Ia bahkan mendapatkan hujatan serta penghinaan dari para mahasiswi karena berpikir ia wanita murahan.


Dulu, saat kabar pernikahannya belum tersebar, Alesha dituduh merayu sang dosen agar bisa mendapatkan nilai yang bagus dan lulus dengan hasil memuaskan.


Apalagi saat ia sering naik mobil pria itu karena dipaksa oleh sang dosen. Ia dianggap merayu seorang pria baik yang tidak pernah terlihat berhubungan dengan satu wanita pun selama ini di kampus.

__ADS_1


Hingga begitu kabar pernikahannya didengar oleh banyak orang saat akan menikah dengan seorang pengusaha terkenal, membuat nama baiknya tercemar karena memiliki dua orang pria sekaligus.


Namun, Alesha sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu karena berpikir bahwa sang ibu tidak mendengar apapun tentangnya. Jadi, ia berpikir bahwa semua itu masihlah aman.


Saat Alesha sangat berharap bahwa pria di hadapannya tersebut mau mengerti tentang posisinya yang saat ini seperti buah simalakama, semakin kesal ketika Alex tidak peduli dan tetap memaksa untuk membatalkan pernikahan karena tidak rela.


"Bukankah sebuah ikatan pernikahan terjadi jika pihak perempuan dan laki-laki tidak ada paksaan? Apakah pernikahan kalian akan sah jika didasari dengan menjaga perasaan orang lain? Bukankah apa yang kamu lakukan sangat konyol?"


"Mengorbankan kebahagiaan sendiri dengan berpikir bahwa ibumu akan berakhir buruk jika kamu membatalkan pernikahan? Padahal sebenarnya kamu yang mempersulit diri sendiri. Aku sangat yakin jika ibumu lebih mementingkan kebahagiaan putrinya daripada diri sendiri."


"Di dunia ini, tidak ada seorang ibu yang ingin menjerumuskan putrinya dengan cara menikah."


"Apalagi menikah dengan pria yang tidak dicintai. Jika ibumu mengetahui alasanmu menikah dengan pria itu, ia tidak akan pernah mau dirawat di rumah sakit karena putrinya mengorbankan kebahagiaan demi dirinya."


Alex Claire masih berusaha untuk mengubah jalan pikiran Alesha karena ia berpikir bahwa wanita itu harus dipaksa. Memaksa demi kebaikan merupakan hal yang ingin ia lakukan pada sosok wanita yang setiap hari membuatnya gelisah memikirkan.


Ia saat ini ingin sekali mengatakan bahwa, tidak rela jika Alesha menikah dengan pria lain. Alex ingin sekali menikahi wanita itu, tetapi ingin ingatannya kembali dulu untuk meyakinkan keputusannya.


Ada rasa takut dan ragu yang dirasakan olehnya karena masih belum mengingat tentang masa-masa saat ia bersama Alesha di masa lalu.


Ya, saat ini Alex sudah mengetahui bahwa ada hubungan masa lalu antara ia dan juga Alesha karena wanita itu sudah mengatakan bahwa memang mengenalnya.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2