I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Sugar daddy berengsek


__ADS_3

Dengan wajah memerah, Alesha yang masih berdiri, menatap pria yang membangkitkan amarahnya. "Aku memang wanita miskin dan bekerja menjadi seorang wanita yang menemani para pria dewasa kaya, tapi bukan berarti aku adalah seorang pelacur!"


"Kau bisa menghinaku sepuasmu, tapi jangan pernah bawa-bawa nama ibuku. Jika sampai terjadi sesuatu hal yang buruk pada ibuku, aku akan membunuhmu, Rafael!" sarkas Alesha yang kini meraih tas miliknya di kursi sebelahnya dan berjalan menuju ke arah pintu keluar.


Ia sama sekali tidak memperdulikan apapun lagi karena satu-satunya yang diinginkan hanyalah bisa keluar dari ruangan tersebut.


"Berada di dalam satu ruangan dengan pria berengsek itu hanya akan membuatku sesak napas! Sial! Seharusnya aku tidak ikut dia tadi jika hanya untuk menghinaku!"


Alesha saat ini sudah berjalan keluar restoran dan berniat untuk naik bus ketika pulang ke rumah. Namun, yang terjadi adalah tangannya ditarik oleh seseorang dari belakang dan begitu ia menoleh, melihat wajah yang masih basah karena perbuatannya tadi.


Rafael sama sekali tidak pernah menyangka jika Alesha akan berani menyiram wajahnya. Padahal yang terjadi adalah ia mengatakan hal sebenarnya. Bahwa wanita dengan raut wajah memerah tersebut memang semalam bersama dengan Alex.


"Kenapa kamu marah saat aku mengatakan hal yang sebenarnya? Bukankah kamu semalam berada di apartemen Alex? Aku sudah tahu semuanya, Alesha. Jadi, jangan pernah berpikir aku hanyalah seorang pria bodoh dan tidak tahu apapun saat kamu berbohong."


"Dasar wanita munafik! Tidak bisa dipercaya karena selalu berkata bohong. Aku menyesal karena telah memilihmu untuk perjanjian ini, tapi semuanya telah terjadi. Jadi, sudah tidak bisa lagi mundur. Apalagi tinggal beberapa hari lagi acara pernikahan digelar."


"Kamu harus tetap menjalankan tugasmu karena sudah menandatangani surat perjanjian. Kamu tenang saja karena nanti aku akan menceraikanmu setelah satu bulan kita menikah karena tidak sudi lama-lama menjadi suamimu."


"Kamu tidak pantas menjadi istriku karena hanyalah seorang wanita munafik!" Rafael berhasil meluapkan amarahnya saat kemurkaan menyeruak memenuhi jiwanya begitu Alesha menyiram air ke wajahnya.


"Selama berstatus menjadi istriku, kamu tidak boleh berhubungan dengan Alex karena itu hanya akan mencemarkan nama baikku. Setelah satu bulan menikah dan saat aku sudah menceraikanmu, kamu bebas melakukan apapun."


"Entah menjadi sugar baby, seorang simpanan atau pelacur sekalipun, kamu bebas melakukannya! Namun, sekarang kamu harus tahu diri karena aku sudah membiayai perawatan ibumu. Jadi, jangan pernah lupa dengan tanggungjawabmu!"


Rasa sakit itu kembali menyerang hatinya saat ini dan membuat Alesha seperti kesulitan mengambil pasokan oksigen di dalam paru-parunya untuk bertahan hidup.

__ADS_1


Ia merasakan sesak yang sangat luar biasa saat kesulitan bernapas ketika kalimat tajam menusuk tepat di jantungnya saat ini. Ingin sekali ia datang ke tempat Alex dan menghambur memeluk pria itu dengan menangis tersedu-sedu.


Namun, ia tidak mungkin melakukannya karena itu akan semakin membuat Rafael menghinanya.


'Kamu harus bertahan, Alesha karena sudah menjadi tanggungjawabmu untuk menebus nyawa ibu dengan penghinaan ini. Jangan salahkan pria berengsek tidak berperasaan ini karena uang memang berkuasa di atas segalanya.'


Rafael sebenarnya tidak mau berlama-lama bersama dengan wanita yang dianggap sangat tidak pantas untuk menjadi istrinya, tetapi ia tidak bisa berbuat apapun selain tetap melaksanakan rencana pernikahan karena tidak ingin mempermalukan diri sendiri dan keluarga.


'Aku sangat muak pada wanita munafik ini, tapi sialnya tetap harus mengantarnya pulang karena sudah berjanji pada ibunya. Sial!'


Rafael semakin bertambah kesal ketika melihat Alesha hanya diam saja. Tidak menjawab ataupun membantah seperti tadi.


Tanpa membuang waktu karena ia tidak ingin berlama-lama dengan wanita yang dibencinya, Rafael sudah menarik pergelangan tangan Alesha karena untuk ikut bersamanya masuk ke dalam mobil.


"Lepaskan tanganku, Berengsek!" Alesha yang merasa sangat terhina atas penghinaan dari Rafael, kini berusaha melepaskan kuasa itu. "Jangan menyentuh seorang pelacur menjijikkan sepertiku!"


Ya, saat ini ia tidak bisa lagi berpikir jernih karena rasa kecewa sekaligus terluka yang dirasakan atas penghinaan pria itu.


Sementara itu, Rafael yang merasa malu karena sikap Alesha, kini memilih untuk langsung mengangkat tubuh kurus itu seperti karung beras.


Tanpa memperdulikan tatapan dari banyak orang karena saat ini menjadi pusat perhatian.


Sementara Alesha masih mencoba untuk bergerak kesana-kemari, agar dilepaskan oleh pria yang sangat dibencinya.


"Turunkan aku!"

__ADS_1


"Aku mau pulang!"


"Dasar CEO berengsek!"


Rafael sama sekali tidak mempedulikan kemurkaan Alesha karena ia ingin segera pergi dari area depan restoran mewah itu. Nasib baik tidak ada yang merekam aksi pertengkaran besar antara ia dan wanita yang beberapa hari lagi dinikahi.


Beberapa saat kemudian, ia menurunkan tubuh Alesha setelah membuka pintu mobil dan mengarahkan agar segera masuk.


"Masuk! Ibumu berpesan padaku, agar menjemputmu dan mengantarmu pulang. Sekarang ini akulah sugar daddy-mu dan sudah memberikan banyak uang. Sementara Alex bukan siapa-siapa. Jadi, kau harus patuh padaku."


Dengan terpaksa Alesha yang masih dongkol hatinya, masuk ke dalam mobil karena Rafael tidak kunjung pergi sebelum ia duduk di kursi mobil. Dari tadi ia selalu menahan perasaan yang berapi-api di dalam hatinya.


Hingga kemudian bunyi pintu yang ditutup sangat kencang memekakkan telinga Alesha dan ia memilih untuk memalingkan wajah karena tidak ingin melihat pria yang baru saja masuk dan duduk di balik kursi kemudi.


'Aku sangat membenci pria berengsek ini. Aku tidak ingin melihatnya, tapi harus selalu di dekat bajingan ini karena akan menikah. Tuhan, apa yang harus kulakukan?'


'Apa aku harus kabur darinya dengan pergi sejauh mungkin bersama ibu?' gumam Alesha yang saat ini tengah membayangkan ide di kepalanya untuk menjauh dari pria yang tidak ingin dilihatnya.


Ya, hanya itu ide yang muncul di kepala Alesha saat ini karena tidak bisa berpikir jernih. Satu-satunya hal yang ingin dilakukan saat ini adalah menemui Alex dan menceritakan tentang semua penghinaan dari Rafael padanya.


'Jika Alex tahu aku dihina seperti ini, mungkin akan menghajar bajingan ini. Aku ingin Alex membalaskan penghinaan yang kudapatkan.'


Alesha masih menatap ke arah kiri mobil dan melihat banyaknya mobil melintas di jalanan ibu kota dengan perasaan dongkol dan murka, tetapi menyadari tidak bisa meluapkan emosi karena ia berpikir seperti seorang wanita yang tidak punya harga diri di depan Rafael.


'Aku bahkan lebih hina dari seonggok kotoran di mata sugar daddy berengsek ini. Belum apa-apa saja sudah membuatku seperti tercekik. Bagaimana bisa aku berstatus sebagai istrinya selama satu bulan? Rasanya aku tidak akan kuat menjalani hidup dengan pria yang hanya menganggapku wanita kotor.'

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2