
Kebetulan Alesha memang ingin membicarakan mengenai masalah memiliki keturunan, jadi kebetulan sekali sang suami membahasnya dan kali ini ingin mengungkapkan keinginannya dan berharap pria yang sangat dicintainya tersebut setuju.
"Bagaimana jika dua anak cukup seperti anjuran dari pemerintah? Kalau dikasih perempuan dan laki-laki, syukur alhamdulillah. Tapi seandainya nanti perempuan saja atau laki-laki saja, apa kamu tidak keberatan?"
Rafael sama sekali tidak mempermasalahkan jenis kelamin anak karena ia tahu bahwa itu adalah titipan Tuhan yang harus dijaga dengan baik dan memenuhi semua hak serta kewajiban antara anak dan juga dirinya sebagai seorang ayah.
"Tentu saja aku sama sekali tidak keberatan, Sayang. Aku akan menerima anak laki-laki ataupun perempuan dan membesarkan mereka dengan kasih sayang yang sama tanpa membedakan jenis kelamin."
Tentu saja Alesha merasa kebahagiaannya semakin sempurna karena ia memiliki seorang suami yang sangat mencintainya dan juga mengerti akan sebuah tanggung jawab.
Bahkan tidak memaksakan kehendak untuk memiliki anak yang diinginkan oleh seorang pria yang kebanyakan sangat egois tanpa memperdulikan perjuangan seorang istri yang sangat berat ketika hamil dan melahirkan dengan mempertaruhkan nyawa.
Refleks Alesha saat ini semakin mengeratkan pelukannya dan membenamkan wajah di dada bidang suami.
"Terima kasih, Sayang. Aku sangat bahagia karena memilikimu. Aku bahkan tidak pernah menyangka akan hidup berumah tangga sebahagia ini denganmu." Saat Alesha baru saja menutup mulut, ia merasakan sang suami menarik diri dan menatap penuh kecurigaan ke arahnya.
Ia mengerutkan kening karena merasa tatapan dari sang suami sangat aneh dan membuatnya berpikir apa ada yang salah.
__ADS_1
"Apa kamu dulu membayangkan hidup berumah tangga dengan Alex?" tanya Rafael yang saat ini merasa bahwa perkataan dari sang istri menjurus ke sana.
Bahkan ia merasa sangat cemburu karena Alex pernah menjadi tipe calon suami idaman meskipun sudah berstatus sebagai seorang duda.
"Benar, kan apa yang kukatakan?" Masih mengarahkan tatapan penuh kecurigaan pada sang istri yang saat ini tidak langsung menjawab.
Alesha saat ini mengetahui ke mana arah pembicaraan dari sang suami. Bahwa pria yang baru saja membuatnya meledak dalam gelombang kenikmatan spektakuler, saat ini tengah merasa cemburu pada Alex.
Refleks ia tertawa terbahak sambil mencubit kedua sisi wajah sang suami yang malah mengerucutkan bibir karena kesal padanya.
Apalagi merasa bahwa sang suami tengah menunjukkan rasa cinta yang begitu besar padanya sehingga cemburu pada Alex. Padahal jelas-jelas pria di hadapannya tersebut yang telah berhasil mendapatkan hatinya, bukan Alex yang dulu pernah membuatnya berangan menjadi istri pria itu.
Karena merasa kesal tidak dijawab oleh sang istri yang asik memainkan kedua pipinya, refleks Rafael tidak mau kalah dan melakukan hal yang sama.
"Cepat jawab pertanyaanku, Sayang! Atau aku tidak akan melepaskanmu!"
Rafael saat ini tidak memperdulikan bibir sang istri mengerucut karena satu-satunya yang ingin diketahui hanyalah impian Alesha hidup berumah tangga dengan Alex.
__ADS_1
Saat ia baru saja menutup mulut, seketika membulatkan mata karena bibirnya sudah dibungkam oleh sang istri. Rafael benar-benar sangat terkejut ketika sang istri sangat nakal hari ini.
Meskipun ia merasa sangat senang karena berpikir bahwa semua itu adalah keberuntungan untuknya memiliki istri yang sama sekali tidak malu untuk menggoda suami.
'Istriku ini adalah merupakan wanita idaman bagi para suami karena sama sekali tidak merasa malu ataupun gengsi untuk menggoda suami karena di luaran sana banyak wanita yang menggoda suami orang tanpa merasa malu.'
'Padahal wanita yang seperti itu sama sekali tidak berharga di mata para pria karena hanya mengandalkan nafsu semata.' Rafael saat ini membiarkan sang istri melakukan apapun padanya karena ia sangat menyukainya.
Hingga beberapa saat kemudian sang istri melepaskan kuasa dan berbisik di dekat daun telinganya.
"Aku dulu memang sempat berkhayal untuk menjadi istri dari Alex, tapi kenyataannya adalah kamulah pemenangnya dan memilikiku seutuhnya."
"Apa kamu puas dengan jawabanku, Sayang?" tanya Alesha yang saat ini bergerak mundur untuk melihat ekspresi wajah sang suami.
Hingga beberapa saat kemudian, melihat wajah yang tadinya cemberut itu berubah berbinar dan menegaskan kebahagiaan dirasakan setelah mengungkapkan kecemburuan.
To be continued...
__ADS_1