I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Keberuntungan atau musibah


__ADS_3

"Jika hati yang retak, apakah murah biayanya?" Alesha kini mengingat kejadian semalam bersama Rafael.


Bahkan ia masih sangat ingat bagaimana ekspresi wajah pria yang berada di atas tubuhnya ketika ia membeliakkan mata saat pertama kali Rafael menyatukan diri.


Tentu saja ia benar-benar kesakitan kala itu, karena merupakan pertama kali bercinta dengan seorang pria. Namun, hal yang selama ini diimpikannya bisa melakukan dengan pria yang dicintai dan sudah sah menjadi suaminya, hancur berantakan.


Apalagi Rafael sama sekali tidak mengingat apapun mengenai percintaan panas semalam. Ia merasa jijik pada diri sendiri karena menikmati dan tidak bisa menolak.


"Mungkin suami CEO-mu itu bisa memberikanmu biaya servis hatimu yang retak. Sebenarnya apa yang terjadi padamu? Kamu seperti baru diperkosa saja. Apakah kamu menangis karena suamimu semalam melakukannya dengan kasar untuk pertama kalinya?" ucap Stella yang kini sudah tidak bisa lagi menahan diri dari penasaran.


Alesha hanya terdiam dan belum mengalihkan perhatian dari ponsel di tangan. Namun, begitu perkataan dari sahabatnya tersebut seperti tepat menghujam jantungnya, ia benar-benar sangat marah karena yang terjadi adalah kebalikannya.


Bahwa Rafael sama sekali tidak memperkosanya karena melakukan itu atas sadar suka sama suka. Bahkan ia tidak berhenti merintih dan mendesah karena perbuatan Rafael yang berhasil membuatnya merasakan puncak kenikmatan.


Mengingat perbuatannya, sontak membuat Alesha marah sekaligus merutuki kebodohannya, sehingga kini mengangkat tangan dan melemparkan ponselnya ke dinding.


"Aaarrrh!!!"


Kini, benda pipih tidak bersalah itu baru saja menghantam kerasnya dinding berwarna putih dan teronggok nahas di lantai.


Suara teriakan Alesha yang menggema di ruangan kamarnya, membuat Stella berjenggit kaget dan menatap ponsel yang sudah tidak terselamatkan itu.


Refleks ia menoleh ke arah Alesha dan memegang tangan sahabatnya yang terlihat sangat tertekan. "Alesha, sebenarnya apa yang terjadi? Katakan padaku! Apa kamu tidak menganggapku teman lagi?"


"Apa kamu tidak percaya padaku? Hingga sama sekali tidak mau bercerita mengenai hal yang membuatmu terpuruk seperti ini." Stella masih tidak melepaskan kuasa dari tangan Alesha.


Berharap sahabat baiknya tersebut mau berbagi cerita, sehingga ia bisa membantu memberikan solusi atau pun menghibur. Hingga ia kembali membulatkan kedua mata begitu mendengar suara Alesha.

__ADS_1


"Aku baru saja kehilangan keperawanan yang selama ini kujaga dengan baik. Apa yang harus kulakukan sekarang? Sekarang aku sama sekali tidak punya apapun lagi untuk dibanggakan." Akhirnya Alesha tidak kuasa untuk menyimpan masalah yang baru saja menimpanya seorang diri.


Memang selama ini ia tidak menceritakan tentang perjanjiannya dengan Rafael untuk setuju menikah, tapi setelah kejadian semalam, Alesha ingin menceritakan semuanya pada sahabat baiknya tersebut.


Namun, belum sempat ia menceritakan, suara tawa dari dari Stella menggema di ruangan kamar kos. Seolah apa yang ia ungkapkan barusan adalah hal lucu, sehingga pantas untuk ditertawakan.


Stella yang awalnya berpikir jika Alesha melihat suami berselingkuh dengan wanita lain, sehingga hati retak seperti yang baru saj dikatakan. Namun, begitu menganggap bahwa apa yang baru saja didengar sangat konyol, sehingga tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa terbahak-bahak.


Bahkan ia sudah memegangi perut kala mengetahui bahwa sahabatnya bersedih saat kehilangan keperawanan di hari pertama sebagai seorang istri.


"Astaga! Sakit perutku," lirih Stella dengan raut wajah memerah.


Sementara itu, Alesha yang merasa perbuatan Stella sangat keterlaluan, refleks langsung mengarahkan cubitan kuat pada lengan itu.


"Stella!" teriak Alesha yang kini juga mendengar hal serupa ketika sahabatnya tersebut berteriak karena kesakitan.


"Alesha!" Stella meringis menahan rasa nyeri sekaligus panas karena cubitan Alesha dan begitu terbebas, langsung mengusap beberapa kali untuk meredakan kenyerian luar biasa di sana.


Kemudian ia memilih untuk menceritakan mengenai hal yang selama ini menjadi rahasia besarnya.


"Aku akan menceritakan semuanya. Mengenai apa alasanku tidak mengundangmu dan semua temanku saat menikah dengan pria bernama Rafael."


Saat Stella masih sibuk dengan perbuatannya, ia memilih untuk mendengarkan apa yang sebenarnya terjadi pada Alesha karena benar-benar sangat penasaran.


Hingga ia beberapa kali membulatkan mata kala mendengar cerita mengenai rahasia besar di balik pernikahan seorang pengusaha sukses dengan sahabatnya tersebut.


Meskipun sangat terkejut dan tidak pernah menyangka jika sahabatnya menjalani pernikahan kontrak, Stella masih belum berkomentar sebelum selesai mendengarkan semuanya.

__ADS_1


Alesha benar-benar membuka semua rahasianya tanpa ada yang ditutupi. Ia percaya jika Stella bisa memegang rahasianya dan tidak akan membuka mulut pada siapapun. Apalagi selama ini sudah menganggap bahwa Stella seperti saudara sendiri.


Entah berapa menit berlalu, Alesha kini mengakhiri ceritanya dan beban di dada sedikit berkurang. Berharap mendapatkan solusi terbaik dari sahabat baiknya tersebut.


"Hancur sudah hidupku sekarang. Apa yang harus kulakukan?" lirih Alesha yang kini menatap Stella.


Sementara itu, Stella berpikir bahwa apa yang ditakutkan oleh Alesha dianggap terlalu rumit. Ia berusaha untuk bisa mengerti posisi sahabat baiknya tersebut dan memberikan saran seperti orang bijak.


"Kalau menurutku, kamu harus jujur pada pria itu. Aku yakin bahwa Rafael adalah seorang pria terhormat karena selama ini tidak mendengar kabar buruk tentangnya."


"Pria itu sekarang adalah suamimu yang sah. Meskipun pernikahan terjadi atas dasar perjanjian semata, tapi di mata agama dan hukum, tetap sah. Saat kamu menceritakan mengenai percintaan kalian, pasti suamimu tidak akan pernah menceraikanmu setelah satu bulan menikah."


Saat ini, Alesha hanya diam karena tidak yakin jika apa yang dikatakan sahabatnya akan terjadi. Apalagi ia tahu bahwa Rafael masih sangat mencintai mantan istri, sedangkan ia sendiri mencintai Alex.


Bahkan ia berjanji akan kembali pada Alex satu bulan lagi. 'Kenapa semua ini terjadi? Aku sangat mencintai Alex, tapi malah menikmati perbuatan Rafael padaku. Menjijikkan! Apa bedanya aku dengan seorang wanita murahan?'


'Ternyata benar apa yang dituduhkan oleh Rafael ketika menghinaku. Bahkan aku tidur dengan pria yang menganggapku hanyalah seonggok sampah.'


Alesha yang sibuk mengumpat di dalam hati, kini tersadar dari lamunan begitu merasakan tepukan pada pundaknya.


"Alesha! Apa yang tengah kamu pikirkan? Kenapa membuat hidupmu ribet seperti ini? Bukankah jalan keluar terbaik seperti yang kukatakan tadi?" Stella benar-benar tidak mengerti jalan pikiran sahabatnya karena dianggap terlalu bodoh.


Refleks Alesha menggelengkan kepala karena sama sekali tidak setuju dengan saran Stella. "Aku tidak bisa melakukan apa yang kamu katakan, Stella karena saat ini mencintai Alex."


"Alex? Maksudmu, mantan sugar daddy-mu yang menjadi cinta pertamamu itu?" tanya Stella dengan bola mata membulat sempurna.


"Iya. Alex menjadi dosenku di kampus dan aku berjanji akan kembali padanya setelah bercerai," ucap Alesha yang kini mengacak rambutnya hingga berantakan.

__ADS_1


"Gila!" sarkas Stella yang kini kembali dikejutkan oleh fakta luar biasa dari kisah perjalanan sahabatnya. "Ini keberuntungan atau musibah sebenarnya?


To be continued...


__ADS_2