I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Pembasmi pelakor dan pebinor


__ADS_3

Alesha yang awalnya hanya ingin membersihkan diri sebentar di kamar mandi, ini merasakan serangan dari sang suami untuk kedua kalinya dan tidak bisa ditolaknya sama sekali karena ia benar-benar sangat menikmatinya.


Bahkan seolah tidak memikirkan apapun, ia beberapa saat lalu sudah menghiasi ruangan kamar mandi dengan ******* serta rintihan akibat merasakan puncak kenikmatan dari perbuatan pria yang dianggapnya sudah gila karena tidak pernah bosan menikmati tubuhnya.


Kini, ia sudah berada dalam gendongan sang suami yang keluar dari kamar mandi setelah memuaskan hasrat. Ia merasa kulitnya menghangat ketika mendengar kalimat bernada ejekan dari pria yang tersenyum menyeringai padanya.


"Tadi bilang menolak, tapi setelah dipraktekkan, tidak bisa diam dan sangat berisik," ejek Rafael yang saat ini tengah mendekatkan bibirnya untuk menggigit lengan putih sang istri yang langsung menjerit karena perbuatannya.


Alesha merasakan nyeri pada lengannya akibat perbuatan sang suami yang dianggapnya sangat nakal, seketika mencubit lengan kekar itu untuk membalas dendam.


"Astaga, sakit! Rasakan ini!" teriak Alesha yang sudah memutar gerakan mencubit agar bisa membuat sang suami merasa kesakitan seperti yang dirasakannya tadi.


Hingga ia terbahak melihat raut wajah pria dengan rahang tegas tersebut meringis menahan rasa nyeri.


"Aaarggh ... hentikan, Sayang! Sakit ini!" Rafael tidak bisa melakukan apa-apa karena telah menggendong wanita yang masih memutar gerakan tangan untuk mencubitnya.


Bahkan ia merasa sangat gemas karena malah melihat sang istri menertawakannya saat kesakitan. "Jika kamu tidak mau melepaskan, akan ada ronde ketiga, Sayang."


Rafael yang sudah mengetahui kelemahan dari wanita yang seketika melepaskan cubitan dari lengannya dan membuatnya merasa menang. Kemudian ia langsung merebahkan tubuh sang istri ke atas ranjang dan merusak dengannya yang masih terasa panas karena cubitan.


Bahkan ia saat ini bisa melihat jika tangannya sudah berubah merah dan melirik sekilas ke arah sang istri yang malah mengangkat tangan ke atas seperti orang yang menyerah.


"Sorry, Honey," ujar Alesha saat ini mencoba merayu sang suami dengan mengedipkan mata karena ia tahu tidak akan dimarahi jika bersikap nakal dan menggemaskan.


Rafael saat ini hanya geleng-geleng kepala melihat sikap menggemaskan yang ditunjukkan oleh wanita yang terpancar aura kecantikannya semenjak hamil.


Ia kemudian memakai piyama yang tadi diletakkan ke sembarang arah oleh sang istri yang mengajak bercinta. "Jangan mencoba untuk merayu jika ingin tidur nyenyak malam ini."


"Siap, Bos." Melakukan gerakan hormat sambil tersenyum.


Alesha kemudian melakukan hal yang sama seperti sang suami dengan memakai piyama miliknya dan kembali ke atas ranjang, lalu menutupi tubuhnya dengan selimut.


Ia pun melihat hal yang sama dilakukan oleh sang suami saat naik ke atas ranjang dan berbaring di sebelahnya setelah masuk ke dalam selimut. Ia meringis kesakitan saat merasakan sentilan pada keningnya.


"Dasar istri menggemaskan!" sahut Rafael yang seketika mencium gemas pipi putih wanita yang saat ini hanya diam dengan bibir mengerucut karena kesal ia berikan hukuman kecil.


"Pantas Alex sangat mencintaimu dulu, ternyata kamu bisa menggemaskan seperti ini." Rafael yang puas meluapkan perasaannya, sehingga kini memilih untuk mengeratkan tubuhnya untuk memeluk sang istri.

__ADS_1


Alesha yang tidak ingin ada pembahasan mengenai mantan saat berada di atas ranjang, kini menelusuri dada bidang di balik piyama itu.


"Jangan menyebut nama orang lain saat berada di atas ranjang kita, Sayang. Rasanya sangat menodai kemesraan kita saja." Alesha lalu mendongak menatap ke arah pria dengan bulu-bulu halus di bagian dagu itu.


"Biarlah masa lalu menjadi kenangan dan kita hidup untuk masa depan," sahut Alesha yang kini memejamkan mata karena matanya sudah tidak kuat lagi terbuka.


Bahkan ia sudah menguap berkali-kali yang menandakan bahwa saat ini rasa kantuk melanda. Hingga ia pun mengeratkan pelukan pada pinggang kokoh pria yang masih diam saja.


Rafael saat ini ingin meminta sebuah pendapat dari sang istri karena tiba-tiba mengingat mengenai ide di kepalanya. Refleks ia langsung membuka kedua mata sang istri dengan jarinya.


"Sayang, jangan tidur dulu karena aku ingin memberitahu sesuatu hal." Rafael masih berusaha untuk membuka mata sang istri yang seperti sudah tidak bisa terbuka karena mengantuk.


"Ya ampun, Sayang!" Alesha yang awalnya sudah memejamkan mata, seketika kelopak mata terbuka dan membuatnya merasa kesal.


Bahkan ia harus menahan rasa kantuk karena perbuatan sang suami yang tidak mengizinkannya untuk tidur nyenyak. Dengan wajah masam serta bibir mengerucut yang mengungkapkan kekesalannya, kini Alesha menunggu apa yang hendak dikatakan oleh sang suami.


"Baiklah. Sekarang katakan apa yang ingin kamu katakan. Keburu ngantuk ini!" Kini, Alesha memilih untuk bangkit dari ranjang karena jika terus berbaring, pasti tidak bisa menahan rasa kantuk dan mungkin bisa tertidur saat sang suami bercerita.


Kemudian Rafael melakukan hal yang sama dengan duduk bersila di atas ranjang dan berhadapan dengan wanita yang terlihat sangat sayu karena efek mengantuk.


"Maafkan aku, Sayang karena memaksamu untuk tidak tidur terlebih dahulu dan mendengarkan ceritaku." Rafael mengecup lembut kening sang istri sebelum memulai pembicaraan serius.


"Jadi, saat kamu membicarakan mengenai masalah keperawanan tadi dan aku menjawab tidak akan ada perselingkuhan jika sampai hal itu merupakan sebuah hal penting bagi seorang pria."


"Jadi, mulai besok, aku akan memberikan peraturan tambahan di perusahaan sekaligus memberikan sanksi dengan pemecatan secara tidak hormat pada beberapa staf yang berselingkuh dengan rekan kerja di perusahaan."


Rafael kini menampilkan wajah penuh amarah saat membayangkan orang-orang yang berselingkuh. "Aku sangat jijik pada mereka yang mengkhianati ikatan suci pernikahan dan mengorbankan istri dan anak."


Akhirnya ia sudah mengungkapkan ide yang tiba-tiba terlintas di pikirannya hari ini dan berharap sang istri memberikan komentarnya karena baginya, pendapat wanita yang dicintainya tersebut sangatlah penting.


Hingga ia melihat wanita yang tadinya dengan wajah sayu karena efek mengantuk, seketika berubah berbinar begitu mendengar apa yang baru saja ia sampaikan.


Bahkan sang istri sudah menghambur memeluknya. Bahkan terlihat sangat berbahagia saat mengungkapkan rasa senang begitu mengetahui idenya.


"Aaarggh ... Sayang! Kamu benar-benar sangat jenius karena memiliki ide seperti itu. Berarti kamu adalah pemberantas pelakor dan pebinor dong! Keren banget suamiku ini." Alesha bahkan sampai membuat tubuh sang suami jatuh terhuyung ke atas ranjang


Namun, ia yang sangat bersemangat dan tidak merasa mengantuk lagi begitu mengetahui ide cemerlang tersebut, benar-benar sangat mendukung sepenuhnya.

__ADS_1


"Lanjutkan perjuanganmu, Sayang karena aku akan sepenuhnya mendukungmu untuk memberantas orang-orang yang berselingkuh dan mengkhianati ikatan suci pernikahan hanya karena nafsu." Alesha bahkan saat ini sudah berada di atas tubuh sang suami yang membuatnya gemas.


Sementara itu, Rafael yang saat ini tertawa melihat semangat dari sang istri ketika memberikan dukungan penuh seolah memiliki pemikiran yang sama. Bahwa sebuah perselingkuhan hanyalah akan berakhir dengan sebuah kehancuran dan menyakiti orang-orang yang tidak bersalah.


Rafael membiarkan sang istri yang berada di atasnya tersebut berbuat sesuka hati padanya. Ia malah merasa gemas melihat wajah penuh semangat dari wanita itu.


Hingga beberapa saat kemudian, ia mulai berpikir untuk memberikan pelajaran pada beberapa staf yang menjalin hubungan terlarang di perusahaan.


"Aku tidak ingin perusahaanku menjadi tempat tukang selingkuh. Apalagi dunia kerja seperti kantor, pabrik dan masih banyak lainnya sangat rawan untuk memicu perselingkuhan." Rafael sempat mendengar beberapa gosip buruk di perusahaan, jadi membuatnya ingin bertindak tegas.


"Jadi, aku tidak akan memberikan kesempatan bagi mereka dan berharap dengan begini, akan membuat para pelakor dan pebinor tidak semakin berkembang di dunia kerja." Rafael saat ini menatap ke arah sang istri yang sudah berhenti untuk mengungkapkan rasa senangnya.


"Iya, Sayang. Itu memang sering terjadi dan merupakan sebuah hal umum di masyarakat kita. Bahkan perselingkuhan dengan bangganya diumbar di sosial media dan menganggap bahwa istri sah sangat bodoh karena berhasil ditipu suami."


Alesha yang beberapa awal kehamilannya sering menghabiskan waktu dengan tiduran karena kandungannya yang lemah, membuatnya sering scroll sosial media dan melihat banyak postingan yang mengarah pada pelakor dan pebinor yang sangat bangga pada perbuatan mereka.


Apalagi sama sekali tidak merasa malu menggumbar perselingkuhan dan malah membanggakan diri karena menjadi pemenang. Padahal ia tahu bahwa itu menunjukkan bahwa mereka sangat murahan.


Sebenarnya ia sangat gatal ingin berkomentar buruk dan mengumpat jika ada pelakor yang sangat percaya diri di sosial media dan menjelekkan istri sah, tapi berpikir bahwa hal tersebut tidak akan ada habisnya.


Karena baginya, singa yang diam jauh lebih dihormati daripada anjing yang menggonggong.


Jadi, ia tidak ingin banyak berkomentar dan sudah menduga bahwa orang-orang seperti itu nantinya akan hancur sendiri dan tinggal menunggu waktu untuk menuai hukum tabur tuai yang berlaku di dunia ini.


Rafael membenarkan perkataan sang istri yang kini terlihat sudah tidak mengantuk karena sangat bersemangat membahas mengenai pelakor dan pebinor.


"Memang hal tersebut di zaman sekarang ini seperti sangat biasa karena media sosial digunakan untuk mengumbar keburukan saat menganggap itu adalah sebuah kebanggaan diri." Embusan napas kasar mewakili apa yang dirasakan oleh Rafael.


"Baiklah. Mulai besok, aku akan menjadi pahlawan pemberantas perselingkuhan di perusahaan. Aku akan memberikan imbalan pada staf yang mengetahui bukti tentang perselingkuhan dari rekannya dan pasti mereka akan berlomba-lomba untuk mencari tahu demi bisa mendapatkan bonus."


Bahkan Rafael sudah merancang sebuah ide agar perusahaannya terbebas dari orang-orang yang gemar berselingkuh. "Bagaimana mereka bisa bekerja dengan baik saat tidak bisa dipercaya karena menjadi seorang pengkhianat bagi keluarga sendiri?"


Alesha yang sangat mendukung keinginan sang suami, seketika mengangkat ibu jari.


"Benar, Sayang. Biar semua orang yang mempunyai banyak uang bisa tahu diri agar tidak terjerat dalam lembah kenistaan saat mengorbankan keluarga kecil mereka."


Alesha berharap kebaikan sang suami mendapatkan pahala karena menyelamatkan banyak rumah tangga yang terancam hancur karena perselingkuhan.

__ADS_1


"Suamiku adalah pembasmi pelakor dan pebinor. Semangat, Suamiku," ujar Alesha yang saat ini kembali menghambur memeluk erat tubuh sang suami yang masih telentang di bawahnya.


To be continued...


__ADS_2