I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Menu sarapan favorit


__ADS_3

Suasana siang hari di istana Arsenio memang terlihat sangat sunyi karena sangat jauh berbeda dengan hari-hari biasa, di mana biasanya selalu ada para pelayan yang sibuk menjalankan pekerjaan masing-masing dari rumah besar itu.


Namun, hari ini tidak ada satu pun pelayan yang akan melayani sang majikan karena sedang memanjakan diri untuk tidak melakukan apapun dan bersenang-senang di villa.


Sang majikan utama memang ingin rumah seperti hotel hari ini.


Arsenio ingin membuat Aeleasha mengeksplore diri ketika bercinta dengannya tanpa harus menahan diri ketika menjerit, merintih dan mendesah saat menikmati sensasi kenikmatan yang diciptakannya.


Seperti yang diharapkan, ia benar-benar merasa senang ketika berhasil membuat sang istri tidak berhenti menjerit ketika berkali-kali merasakan *******.


Tadi, Arsenio langsung turun untuk menyiapkan makanan. Ia yang tadinya terbangun dan melihat wajah damai Aeleasha saat tidur di sebelahnya, tidak berkedip menatap wanita yang membuatnya berjanji untuk tidak akan pernah melepaskan.


Ia berjanji untuk tetap merantai Aeleasha dengan cintanya dan tidak akan pernah melepaskan. Melakukan apapun demi bisa membuat Aeleasha tetap bersamanya sampai mereka menua.


Namun, hari ini ingin mengawali hari dengan sesuatu yang manis, yaitu menyiapkan makanan karena tidak ingin kelaparan saat para pelayan masih lama akan kembali malam hari nanti.


Arsenio sudah berada di dapur dan mengusap perut yang kelaparan. "Aku terlalu banyak memforsir tenaga. Hingga sekarang sudah sangat kelaparan. Pasti istriku juga. Gara-gara fokus bercinta, aku dan ia sampai lupa belum sarapan."


Arsenio kini membuka mesin pendingin dan menatap sejenak bahan-bahan yang akan digunakan untuk memasak sarapan. Kemudian otaknya langsung bergerak untuk memutuskan akan memasak Biscuits ’n’ gravy sebagai menu sarapan bersama dengan Aeleasha.


Apalagi ia tahu jika Biscuits ’n’ gravy merupakan menu sarapan yang populer di seluruh Amerika Serikat. Itu adalah menu favorit di keluarganya yang selalu dibuat khusus oleh sang ibu dulu dan sangat merindukan momen-momen itu.


Ia bahkan dulu suka menunggui sang ibu ketika menyiapkan sarapan Biscuits ’n’ gravy yang terdiri dari biskuit adonan lembut yang dilapisi kuah kental dan terbuat dari olahan sosis, tepung, dan susu.


Bahkan ia selalu mendengarkan pembicaraan hangat orang tuanya di pagi hari saat menyantap sarapan. Ibunya mengatakan bahwa Biscuits ’n’ gravy porsinya yang cukup mengenyangkan dan pembuatannya yang simpel dan merupakan menu yang anti ribet, sehingga memilih untuk membuat itu.

__ADS_1


Berharap Aeleasha nanti menyukai masakannya dan ia bisa mengulang masa-masa ketika makan di meja makan dengan ditemani karena selama ini selalu makan sendirian setelah orang tua kandung meninggal, sedangkan Giovanni Adelardo hanyalah ayah angkat saja, meskipun segala kemewahan yang ia miliki adalah karena pria itu.


Kesepian adalah hal yang membuat Arsenio seperti mendapat cambuk setiap hari agar bisa berdiri tegak sendiri tanpa mengharapkan bantuan dari orang lain.


Hingga membuatnya tumbuh menjadi sosok pria yang kuat dan mandiri, sehingga berhasil seperti sekarang. Kini, ia sudah mulai sibuk di depan kompor dan ia terlihat fokus untuk memasak.


Berharap saat sang istri bangun nanti, ia sudah menyelesaikan pekerjaannya yang ingin memasak sarapan.


Sementara itu, di dalam ruangan khusus yang menjadi saksi bisu percintaan panas beberapa saat lalu, kini terlihat sebuah pergerakan dari seorang wanita yang sudah miring ke kanan dan merasakan ada sesuatu yang kurang.


Sosok wanita yang tak lain adalah Aeleasha masih memejamkan kedua mata, tetapi tangannya meraba-raba area sekitar dan tidak menemukan sesuatu yang dicari, sehingga ia seketika membuka kelopak mata.


Ia yang kini mengerutkan kening, membuka mata dan melihat ke sekeliling untuk mencari pria yang berhasil membuat tubuhnya remuk redam seperti tulang-tulangnya mau terlepas dari tempatnya.


Kini, ia turun dari ranjang dan menunduk melihat penampilannya yang sama sekali tidak memakai apapun pada tubuhnya.


"Astaga, aku bahkan tidur tanpa mengenakan selembar kain pun. Ia terdiam sejenak karena ia mengingat perkataan dari Arsenio tadi.


Kata dokterku, lebih sehat tidur telanjang setelah bercinta. Jadi, jangan coba-coba untuk berpakaian karena aku ingin kulit kita saling menyatu tanpa ada satu pun penghalang.


Hal itulah yang membuatnya berakhir tidur telanjang dan kini meraih kemeja miliknya karena buru-buru, sehingga hanya memakai asal tanpa mengenakan bawahan.


Entah mengapa ia merasa sangat nakal, seksi dan percaya diri hari ini. Apalagi ia tahu jika rumah itu kini tidak ada orang sama sekali, sehingga berpikir bisa melenggang keluar dan berjalan tanpa merasa malu atau takut ketahuan berpakaian seksi tanpa dalaman.


Satu-satunya hal yang ingin segera dicari tahu olehnya adalah keberadaan sang suami. Apa yang dilakukan pria yang libur bekerja hari ini hanya gara-gara ingin berduaan dengannya di rumah.

__ADS_1


Saat ia menuruni anak tangga, mendengar suara sesuatu di area belakang dan membuatnya merasa sangat penasaran karena juga mencium aroma wangi makanan.


Ia merasa yakin jika itu adalah sang suami, bukan pelayan yang sudah kembali, sehingga terus berjalan ke ruangan dapur.


Hingga saat ia melihat siluet belakang punggung lebar nan kokoh pria dengan hanya memakai celana pendek di hadapannya, membuat Aeleasha refleks mendaratkan tubuhnya di kursi dan mengulurkan tangan untuk membuat gerakan seperti meraba simpul otot pria seksi itu.


Meskipun itu hanyalah dari jauh saja karena tidak mungkin melakukannya dengan benar-benar menelusuri setiap inci kulit putih Arsenio yang dipenuhi otot-otot yang kencang.


'Kenapa ia sangat seksi? Aku benar-benar sudah gila karena ingin meraba setiap inci tubuhnya.'


Saat Aeleasha tidak berkedip menatap siluet belakang Arsenio yang sedang fokus memasak, beberapa saat kemudian ber-sitatap dengan iris tajam pria dengan respon terkejut ketika melihatnya dan malah membuatnya terkekeh geli.


"Maaf. Aku pasti mengagetkanmu," ucap Aeleasha yang kini beralih menatap ke arah sesuatu di tangan sang suami. "Apa itu?"


Arsenio yang tadinya ingin menuangkan saus buatannya yang telah siap, benar-benar sangat terkejut karena sama sekali tidak mendengar suara dari wanita dengan wajah memerah karena malu tersebut.


"Kamu benar-benar hampir membuatku terkena penyakit jantung. Aku lapar, jadi membuat makanan favorit keluargaku. Aku ingin kamu mencobanya dan semoga suka. Aku akan menghidangkannya dulu."


Arsenio kini mengambil piring dan mulai plating.


Sementara Aeleasha yang dari tadi mengerutkan kening begitu melihat menu yang dibuat oleh Arsenio, kini merasa sangat aneh, tetapi hanya bisa mengungkapkan perasaannya di dalam hati.


'Biscuits ’n’ gravy? Itu kan menu sarapan favorit ibuku? Jadi, itu juga merupakan menu favorit di keluarga suamiku? Bahkan hal sekecil ini pun kami memiliki kesamaan. Sepertinya inilah yang dinamakan jodoh.'


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2