I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Berangkat bersama


__ADS_3

Alesha dan Alex baru saja keluar dari apartemen. Mereka kini terlihat seperti sepasang pengantin baru karena berjalan sambil bergandengan tangan.


Awalnya tadi, Alesha menolak karena tidak ingin dilihat oleh orang-orang, tetapi seperti biasa. Alex memaksa dengan tanpa meminta izin ataupun persetujuan, langsung menggenggam erat telapak tangannya.


Bahkan ketika berada di dalam mobil, Alex pun lebih sering mengusap lembut punggung tangan Alesha saat tidak memegang kendali mobil.


Meskipun jauh di lubuk hati, Alesha merasa sangat bahagia, tetapi tidak menunjukkan dengan jelas karena malu. Saat ini, ia merasa seperti seorang calon mempelai pengantin yang berselingkuh karena beberapa hari lagi akan menikah, tetapi menginap di apartemen pria lain.


Apalagi pria itu adalah mantan sugar daddy sekaligus dosen yang pastinya akan setiap hari bertemu di kampus. Entah bagaimana nasibnya nanti setelah berstatus sebagai istri dari Rafael.


Apakah ia masih diam-diam pergi dan berselingkuh dengan Alex atau tidak, masih belum dipikirkan. Alesha ingin menjalani semuanya seperti air mengalir.


Hingga keheningan di dalam mobil itu terurai begitu suara bariton Alex membelai indra pendengarannya.


"Saat kamu menikah nanti, aku akan datang membuat keributan dengan memancing emosi Rafael. Bukankah akan sangat menarik nanti?" Alex berbicara sambil melirik sekilas ke arah sosok wanita yang seketika membulatkan mata tersebut.


Hingga respon dari Alesha hanya ditanggapi dengan terbahak.


"Awas saja jika kamu berani mengacaukan pernikahan yang dihadiri banyak rekan bisnis Rafael, aku akan menghabisimu!" Alesha tadi refleks langsung melepaskan tangannya dari kuasa Alex karena beralih memukul lengan kekar pria di balik kemudi tersebut.


Bahkan sudah mengarahkan tatapan tajam pada sosok pria yang terlihat sangat santai tersebut.


Meskipun ia hanya menikah dengan Rafael atas dasar perjanjian, tetap saja tidak ingin jika semuanya berantakan dengan ulah kecerobohan dari Alex.


Setelah berpikir cukup lama mengenai hidupnya, Alesha berencana untuk menjalankan pernikahan palsu itu sampai Rafael mengakhiri perjanjian. Kemudian setelah bercerai, ia akan menerima cinta Alex.


Apalagi pria pujaan hatinya itu sudah mengatakan jika akan menerima jika ia berstatus sebagai seorang janda. Hal itulah yang membuat Alesha berpikir jika semuanya akan berakhir indah.

__ADS_1


Alesha bahkan akan memberikan sebuah kejutan pada Alex bahwa saat ia berstatus sebagai janda, tetapi yang sebenarnya masih perawan. Jadi, itulah yang membuatnya percaya diri dan pastinya pria yang duduk di sebelahnya itu akan makin mencintainya.


'Alex, bersabarlah dan tunggu aku karena setelah aku bercerai dengan Rafael nanti, kita akan bersatu. Semoga semuanya akan seindah film-film romantis yang kutonton.'


Alex yang tadi sama sekali tidak bercanda, ingin merencanakan sesuatu saat Alesha menikah nanti. Namun, ia tidak menceritakan apa yang ia lakukan. Bukan membuat keributan seperti yang dikatakannya, tetapi ada rencana besar yang akan dilakukan nanti.


'Aku tidak rela jika kamu menikah dengan pria lain, Alesha. Jadi, akan melakukan sesuatu sesuai rencanaku,' gumam Alex yang berencana untuk membayar orang menculik wanita itu saat hari pernikahan nanti.


Kemudian menyembunyikan Alesha di tempat aman dan mereka menikah diam-diam. Alex sangat yakin jika Alesha juga mencintainya. Semua sikap yang ditunjukkan oleh wanita itu bisa dipastikan jika cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.


Mereka saling mencintai, tetapi situasi dan kondisi yang berakhir menjadi seperti ini. Alex kini menoleh ke arah Alesha saat mobil yang dikendarai hampir tiba di dekat kampus.


"Baiklah, aku tidak akan datang."


"Aku tidak ingin kamu membenciku dan akhirnya memilih menjauh. Bukan itu yang kuinginkan. Apa kamu yakin mau turun di tempat yang cukup jauh dari kampus?"


"Terima kasih. Aku tidak ingin nama baik kalian berdua tercemar hanya karena aku yang merupakan wanita miskin ini." Alesha mengarahkan jari telunjuk ke arah depan. "Iya, aku mau turun di sana saja."


"Di sini cukup sepi dan jarang ada mahasiswa kampus lewat sini. Tidak akan ada yang melihatku turun dari mobilmu."


"Tempat ini cukup jauh dari kampus jika kamu berjalan nanti, Sayang. Kamu akan lelah dan berpeluh nanti. Lebih baik naik taksi saja dari sini. Biar aku yang memesannya." Alex sudah menepikan mobil di sebelah trotoar dan meraih ponsel miliknya di atas dasbor mobil.


Rencananya adalah ingin memesan taksi, tetapi tidak jadi melakukannya ketika ponsel direbut oleh Alesha.


"Tidak perlu! Aku sedang ingin berjalan kaki untuk melemaskan otot-otot kaki. Jadi, tidak perlu memesan taksi untukku." Alesha masih memegang ponsel milik Alex dan melepaskan sabuk pengaman dari tubuhnya.


Kemudian menaruh ponsel milik Alex ke atas dasbor. "Cepat jalan! Sebelum ada yang melihat."

__ADS_1


Alesha saat ini beranjak keluar dari mobil setelah mengungkapkan kalimat bernada pengusiran untuk pria yang masih diam tersebut. Hingga ia pun kini sudah melangkahkan kaki panjangnya menuju ke arah kampus.


Sementara Alex melihat ke sekeliling area yang terlihat sama sekali tidak ada mahasiswa kampus karena kebanyakan yang melintas adalah orang-orang dewasa.


Alex masih diam menatap siluet sosok wanita yang menurutnya terlalu berlebihan ketika memikirkan pandangan orang lain, sedangkan ia dari dulu sama sekali tidak memperdulikan penilaian orang lain.


Alex memang belum pergi dari sana karena ingin mengawasi wanita cantik yang hari terlihat feminim degan memakai gaun. Memastikan bahwa wanita itu akan aman dan tidak akan pernah diganggu oleh pria asing.


Hal itulah yang membuatnya tadi merasa khawatir dan menyuruh Alesha untuk naik taksi saja, tetapi tidak mendapatkan respon positif.


Setelah Alesha semakin jauh dari pandangan, meskipun masih samar bisa dilihatnya, Alex kembali menyalahkan mesin mobil dan mengemudikan menuju ke arah area kampus.


Bahkan di saat bersamaan sama-sama masuk pintu gerbang dan melewati wanita yang semalaman tidur bersamanya di atas satu ranjang.


Meskipun tidak melakukan apapun, tetap saja ada gelenyar aneh yang selalu membuatnya merasa seperti remaja baru pertama kali jatuh cinta.


Hal itu hingga membuatnya bisa melupakan mantan istri yang dulu sangat dicintai. Namun, takdir memisahkan mereka dan terpisah dalam dua dunia berbeda.


Sedih dan terpuruk melebihi apapun telah dirasakan Alex hingga bosan, tetapi semenjak ia melihat Alesha pertama kali terjatuh tepat di bawah kakinya ketika berada di kantin, membuatnya memiliki sebuah ketertarikan.


Hal itulah yang membuatnya seperti merasa jatuh cinta pada pandangan pertama pada Alesha.


Nasib baik ternyata wanita itu juga seperti memiliki perasaan padanya dan ternyata ada sesuatu yang lebih dari hubungan di masa lalu.


Alex baru saja memarkirkan mobil di tempat yang tersedia. Hingga beberapa saat kemudian ia bisa melihat Alesha yang tengah berjalan menuju kelas dengan dua teman sekampus.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2