
Aeleasha sama sekali tidak menyadari bahwa ada yang mencuri foto-fotonya. Saat ini, ia masih terlihat tidak mengalihkan pandangannya dari perdebatan yang dilakukan oleh Rafael.
Sementara Rafael merasa sangat murka karena ada yang diam-diam mengambil fotonya saat bersama dengan Aeleasha dan Arza, kini seketika merebut ponsel dari tangan pria tersebut dan membantingnya ke lantai hingga hancur berkeping-keping.
"Apa kau ingin nasibmu sama seperti ponsel itu? Siapa yang menyuruhmu untuk mengambil gambarku? Cepat katakan sekarang juga atau aku akan menghabisimu di sini!" umpat Rafael dengan wajahmu merah yang dikuasai oleh kemurkaan.
Memang selama ia menjadi seorang presiden direktur sebuah perusahaan yang dulunya dipimpin oleh Arsenio, selalu menjadi pusat perhatian atas apapun yang dilakukan. Jujur saja ia merasa sangat risi dan tidak ingin kehidupan pribadinya menjadi konsumsi publik.
Apalagi saat ini Aeleasha tengah diam-diam kabur dan tidak ingin diketahui oleh siapapun keberadaannya. Hal itulah yang membuatnya merasa sangat murka. Mungkin jika tentang diri sendiri, tidak begitu dipermasalahkan.
Namun, ini menyangkut tentang nama baik Aeleasha. Ia tidak ingin wanita yang ingin dilindunginya menghiasi media sosial. Jadi, ia berusaha untuk menghilangkan apapun yang menjadi bukti kebersamaan mereka.
Masalah akan bertambah rumit jika sampai foto-foto Aeleasha tersebar bersamanya di sebuah hotel. Apalagi status wanita itu masih merupakan istri dari Arsenio, yang pastinya akan mencemarkan nama baik dan merugikan.
Sementara itu, pria yang merupakan pengunjung biasa dan dan suka melakukan konten di media sosial, sama sekali tidak pernah menyangka akan mendapatkan respon negatif ketika diam-diam mengabadikan momen yang terlihat sangat romantis antara pasangan suami istri.
"Maaf, Tuan. Sama sekali tidak ada yang menyuruh saya karena ini sudah biasa dilakukan untuk digunakan sebagai sebuah konten di akun media sosial. Jika Anda merasa tidak nyaman dengan perbuatan saya yang diam-diam mengabadikan momen romantis antara Anda dengan istri dan anak, mohon maaf."
"Saya tadi hanya refleks memotret dan merekam karena interaksi antara kalian sangat menggemaskan di antara yang lain. Melihat perdebatan kecil antara suami dan istri, membuat saya yang terbiasa berada di tempat hiburan seperti ini, langsung merekamnya."
Rafael yang masih tidak mudah mempercayai perkataan pria yang berada di hadapan yang tersebut, seketika ingin membuktikan apa yang dijelaskan. Ia mengulurkan ponsel miliknya pada pria itu.
"Aku ingin memeriksanya sendiri. Aku bukanlah pria bodoh yang bisa kau tipu dengan mudah."
__ADS_1
Rafael sangat berhati-hati jika menyangkut dengan nama baik Aeleasha. Mungkin jika hanya dirinya, sama sekali tidak mempermasalahkan dan akan langsung berlalu pergi. Namun, berbeda jika semua itu berhubungan dengan wanita yang masih sangat dicintai.
Ia butuh untuk menyelesaikan semuanya dengan cara memeriksa kebenaran dari perkataan itu dengan cara melihat sendiri akun media sosial pria yang sudah mulai mengetik sesuatu pada ponselnya.
Hingga ia pun tidak membuang waktu karena langsung memeriksa kebenaran dari aku media sosial yang disebutkan selalu membuat konten untuk mencari pundi-pundi uang.
Begitu mengetahui bahwa semua yang dikatakan oleh pria itu benar, akhirnya merasa sangat lega dan memberikan kartu nama yang tadi diambil dari dompet.
"Hubungi nomor itu untuk meminta ganti rugi atas ponsel yang sudah kuhancurkan. Itu adalah asistenku yang akan mentransfer sejumlah uang untuk mengganti ponselmu. Belilah yang baru dan lanjutkan pekerjaanmu."
"Asalkan kau harus selalu meminta izin kepada orang yang kau rekam karena ada tipe orang yang tidak suka jika hal-hal pribadi menjadi konsumsi publik. Ingat itu baik-baik!"
Anggukan kepala menjadi jawaban dari pria dengan tubuh kurus yang saat ini menerima sebuah kartu nama berwarna merah tersebut.
"Iya, Tuan. Saya akan mengingat nasihat Anda dan menghubungi asisten ini. Ponsel itu memang tidak seberapa harganya, tapi menjadi sarana untuk saya mencari nafkah. Apalagi saya bukanlah seorang pemimpin perusahaan seperti Anda yang mudah mencari uang."
Hingga ia hanya tersenyum simpul ketika melihat respon pria itu yang terlihat menggaruk kepala karena malu padanya.
Kemudian ia berbalik badan melihat sosok pria yang tadi disuruh untuk membelikan pakaian renang serta pakaian ganti yang lebih santai untuknya.
"Tuan Rafael. Ini pesanan Anda!"
Rafael menerima paper bag berisi pakaian dan memberikan sejumlah uang pada pria tersebut. "Nanti jika aku membutuhkanmu, akan kuhubungi lagi."
__ADS_1
"Baik, Tuan. Saya sangat senang sekali bisa bekerja sama dengan Anda. Kalau begitu, permisi dan terima kasih sudah menggunakan jasa saya," ucap pria yang menggunakan seragam hitam tersebut.
Rafael hanya menganggukkan kepala begitu melihat pria tersebut sudah terlalu pergi dan ia beralih menatap ke arah kolam renang.
"Astaga! Kenapa Aeleasha malah turun ke dalam air dengan berpakaian lengkap seperti itu dan tidak menunggu pakaian renang ini?"
Tidak ingin membuang waktu, Rafael memilih untuk berjalan menuju ke arah tempat untuk mengganti seragam kerjanya dengan pakaian renang.
Beberapa menit kemudian, ia sudah terlihat bertelanjang dada dan hanya memakai celana renang khusus pria. Kemudian berjalan menuju ke arah kolam renang dan tidak membuang waktu, langsung turun ke dalam air untuk menghampiri Aeleasha bersama Arza.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kamu marah-marah pada pria itu?" tanya Aeleasha yang dari tadi merasa sangat penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Rafael.
Tanpa memperdulikan bahwa saat ini yang berada di hadapannya adalah seorang pria dengan tubuh sixpack dan penuh cetakan otot perut yang menyilaukan mata bagi semua wanita yang melihat.
Bahkan tadi saat berjalan menuju ke arah kolam renang, Rafael menyadari tatapan dari beberapa wanita yang masih lajang dan juga suami yang seolah sangat mengagumi tubuhnya.
Ia memang sering melakukan gym setiap pagi karena rumah barunya ada fasilitas olahraga yang lengkap. Semenjak ia menjadi seorang pemimpin perusahaan, dengan mudah membeli apapun yang diinginkan.
Jadi, ia membeli fasilitas olahraga untuk melatih tubuhnya agar indah dipandang mata seperti Arsenio. Seorang pria yang dianggap merupakan saingan utama untuknya karena memiliki tubuh yang sangat sixpack.
Meskipun ia memiliki usia yang lebih muda dari Arsenio, tetapi tidak membuatnya bisa memiliki Aeleasha dengan mudah karena wanita itu lebih menyukai seorang wanita dewasa dibandingkan dengannya.
Rafael saat ini hanya diam, menatap ke arah Aeleasha yang seolah sama sekali tidak ingin memperlihatkan keindahan tubuhnya seperti wanita lain.
__ADS_1
Ia hanya merebut Arza dari tangan Aeleasha dan mengajaknya untuk berenang. "Lebih baik kamu mengganti pakaianmu karena sudah dibelikan oleh orang yang aku suruh. Jika memakai pakaian lengkap seperti itu, akan membuatmu demam."
To be continued...