I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Apa rencanamu?


__ADS_3

Namun, tidak seperti yang dipikirkan oleh Rafael, tetapi yang terjadi adalah Aeleasha saat ini langsung mengarahkan pukulan pada lengan kekar itu.


"Kamu sangat jahat, Brother!" Aeleasha berteriak untuk meluapkan emosi dan kekesalan yang dirasakan karena Rafael selalu mengoyak luka di hatinya.


"Seharusnya kamu menghiburku. Bukan selalu menabur garam di atas lukaku, Brother!" teriak Aeleasha yang masih bertubi-tubi memukul lengan Rafael.


"Kamu jahat!"


"Aku membencimu!"


Tanpa mempedulikan apapun, Aeleasha saat ini masih tidak berhenti meledakkan emosi yang membuncah di dalam hati dan ia sudah berkali-kali memukul lengan dan bahu Rafael.


Seketika keheningan yang saat tadi mengelilingi ruangan kamar itu berubah penuh kebisingan dan membuat Rafael masih diam saja.


Tentu saja pukulan Aeleasha sama sekali tidak terasa sakit bagi Rafael saat ini.


Ia tahu jika saat ini jauh lebih sakit perasaan wanita yang terlihat sangat mengenaskan itu. Hal itulah yang membuat Rafael mengajak Aeleasha ke kamar yang tidak ada Arza, agar wanita itu bisa meluapkan emosi dan rasa sakit yang menyiksa batinnya.


Tanpa harus menahan diri ketika ingin menangis tersedu-sedu, sehingga perasaan akan jauh lebih baik. Benar apa yang dipikirkan karena beberapa saat kemudian melihat kemurkaan Aeleasha berubah melemah.


"Apa yang harus kulakukan sekarang, Brother?"


Saat Aeleasha sudah berhasil meluapkan emosi yang membuncah di dalam hati, kini ia sudah jatuh terduduk di lantai dingin itu karena tenaganya seolah habis.


Ia merasa lunglai dan tidak mendapatkan tenaga sama sekali. Bahkan untuk sekedar bernapas saja terasa sangat sulit karena sangat sesak.


Sementara Rafael masih berdiri menjulang di hadapan Aeleasha. Ia mengeluarkan ponsel miliknya dan menghubungi resepsionis untuk mengirimkan satu orang agar menjaga Arza di kamar karena jika terbangun dan tidak ada orang sama sekali, bocah laki-laki itu akan histeris.


Begitu mendapatkan jawaban, kini memilih untuk menyamakan posisi dengan berjongkok di hadapan Aeleasha.

__ADS_1


"Inilah yang paling tidak kusukai darimu, selalu bertanya untuk meminta solusi padaku, tapi saat kujawab, sama sekali tidak kamu anggap."


"Lalu aku harus apa? Apakah jika sekarang aku memberikan jawaban atas pertanyaanmu, kamu akan melaksanakannya?" ucap Rafael dengan wajah masam ketika menatap iba pada wanita yang menjadi penyebab masih belum bisa membuatnya move on.


Saat ini, Aeleasha hanya terdiam mematung dengan tatapan nanar yang mengarah pada wajah dengan rahang tegas tersebut. Bahkan ia hanya menggelengkan kepala karena tidak tahu.


Wajah pucat dengan mata penuh bulir kesedihan itu semakin membuat Rafael tidak tega, sehingga tanpa membuang waktu, ia sudah membawa tubuh lemah itu ke dalam pelukannya.


Rafael tidak kuat lagi menahan diri untuk tidak memeluk erat tubuh lemah itu dan membagikan aura positif pada wanita itu, agar merasa lebih tenang.


Tanpa ada nafsu yang dipikirkannya karena saat ini ia tengah merasa iba pada takdir buruk wanita malang itu.


"Aku pikir, kamu akan selalu hidup berbahagia dengan pria yang menghancurkan masa depanmu. Namun, ternyata aku salah karena kamu kembali terluka untuk kedua kali. Apakah akan ada yang ketiga, keempat dan seterusnya?"


"Kenapa kamu memilih jalan yang terjal saat ada tempat yang lebih lurus dan nyaman untukmu? Masih ada kesempatan untuk memperbaikinya keadaan. Jika kamu ingin hidup berbahagia, bercerai saja dengan pria itu dan menikahlah denganku."


Ia merasa sedikit tenang dan nyaman ketika berada di pelukan pria yang merupakan mantan suaminya tersebut. Hingga jawaban yang sudah ia duga dari Rafael, membuatnya memilih untuk mendorong tubuh pria itu sangat kuat.


Sontak saja perbuatan Aeleasha berhasil membuat Rafael seketika terhuyung ke belakang. Hingga merasakan nyeri pada bagian pantat saat terhempas ke lantai.


Refleks Aeleasha membekap mulut ketika melihat sudut bibir Rafael melengkung ketika spontan meringis menahan rasa nyeri.


"Maafkan aku, Brother. Bagaimana aku tidak menolaknya saat kamu memberikan sebuah jawaban konyol."


Rafael saat ini sudah terduduk di lantai dingin mengkilat bersih itu dan hanya mengarahkan tatapan tajam mengintimidasi pada Aeleasha.


"Kamu bilang solusi paling bagus dariku konyol? Apa kamu pikir bisa menemukan pria lain yang bisa mencintaimu sangat luar biasa sepertiku? Bahkan menyayangi Arza seperti putra kandung sendiri."


"Ataukah kamu masih ingin bertahan hidup dengan mempertahankan pernikahan bersama pria yang telah berselingkuh?"

__ADS_1


"Apa kamu tidak mengingat saat Arsenio bercinta dengan wanita lain? Apa kamu tidak merasa jijik dengan itu?"


Aeleasha hanya meremas kedua sisi pakaian yang dikenakan ketika kalimat terakhir dari Rafael berhasil menusuk tepat di jantungnya saat ini.


Membayangkan hal itu saja membuatnya merasa sangat terluka, apalagi harus melihat foto yang menampilkan jika sang suami bercinta dengan wanita lain. Tentu saja membuatnya kembali berkaca-kaca bola matanya.


"Aku tidak bisa bercerai, Brother!"


"Astaga! Apa kamu sangat mencintai bajingan tukang selingkuh itu?" Rafael menjawab dengan tatapan tajam mengarah pada iris kecoklatan itu.


"Tidak! Bukan seperti itu. Ada hal yang tidak bisa kujelaskan padamu." Aeleasha menjawab dengan lirih untuk sekedar mematahkan asumsi salah dari Rafael.


Namun, ia tidak bisa mengatakan dengan jujur tentang kondisinya saat ini. Bahwa besar kemungkinan jika ia hamil dan membuatnya tidak mungkin bisa bercerai.


Mungkin hanya bisa pisah rumah, tetapi tidak bercerai. 'Aku tidak mungkin mengatakan ini pada brother karena nanti ia akan lebih fokus mengurusku daripada Alesha. Itu tidak boleh terjadi.'


Puas beragumen sendiri di dalam hati, kini ia memilih untuk menggunakan nama sang ayah. Meskipun yang dikatakan memang benar adanya."


"Aku tidak bisa bercerai dengannya karena ayahku nanti bisa terkena serangan jantung, Brother. Satu bulan lalu, aku mendapatkan sebuah kabar dari kepala pelayan. Bahwa ayahku hampir saja Anfal saat mengalami itu."


"Aku tidak ingin menjadi penyebab utama ayahku terancam nyawanya. Hal itulah yang membuatku berubah pikiran untuk tinggal bersamanya karena pasti akan tahu."


"Ayahku akan mencari tahu tentang rumah tanggaku dengan Arsenio. Setelah tahu jika tidak baik-baik saja karena perselingkuhan, aku yakin jika nanti terjadi sesuatu hal buruk."


Alasan masuk akal yang diungkapkan oleh Aeleasha berhasil membuat Rafael diam dan saat ini ia pun sudah buntu ide karena jika menyangkut masalah nyawa, bisa berbuat apa-apa.


"Lalu apa rencanamu? Apakah kamu akan tetap bersama pria yang berselingkuh itu?" tanya Rafael yang saat ini merasa penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh mantan istrinya tersebut.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2