I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Kebahagiaan sempurna


__ADS_3

Satu bulan lalu di New York...


Hubungan Aealeasha dan Arsenio kini sudah kembali baik berkat bantuan dari ayah angkatnya.


Bahkan Arsenio dulu sampai berlutut di bawah kaki sang istri untuk meminta maaf ketika menjemput sang istri dan anak di bandara begitu mendengar kabar dari sang ayah jika telah berhasil membawa sang istri kembali.


Arsenio benar-benar sangat bahagia karena sang ayah memenuhi janji untuk membawa Aealeasha kembali dan mau menerimanya lagi. Bahkan kebahagiaan semakin terasa sempurna karena sang istri hamil anak kedua.


Arsenio merasa sangat bahagia ketika keinginan sang istri telah terwujud dan benar-benar hamil anak perempuan setelah melakukan USG.


Kehamilan Aealeasha kali ini benar-benar jauh berbeda dari yang pertama, karena semua kemewahan dan kasih sayang serta perhatian diberikan oleh Arsenio.


Arsenio benar-benar sangat memperhatikan semuanya, mulai dari asupan gizi dan dokter pribadi yang setiap bulan datang ke rumah untuk mengecek kehamilannya.


Itu semua karena ia sangat over protective dan sama sekali tidak mengizinkan sang istri keluar, yang malah membuat kelelahan jika harus menempuh perjalanan ke rumah sakit.


Meskipun jarak rumah dan rumah sakit hanyalah beberapa kilometer saja, tetapi karena tidak ingin terjadi sesuatu hal yang buruk pada Aealeasha yang kandungannya lemah, sehingga tidak mau mengambil resiko.


Saat ini, kehamilan Aealeasha sudah menginjak minggu ke 36 dan tinggal menghitung hari saat kelahiran.


Senyuman mengembang terukir dari bibir Aealeasha saat melihat sang suami pulang kerja. "Suamiku yang tampan akhirnya pulang juga."


Arsenio yang terlihat baru saja turun dari mobil, menampilkan wajah berbinar saat Arsenio sudah berlari ke arahnya. Refleks Arsenio langsung membungkuk untuk menggendong putranya sulungnya tersebut sambil mencium gemas pipi putih itu.


"My son seems to really miss dad."


Arza yang sudah tertawa riang di gendongan sang ayah, tidak berhenti tertawa sambil menepuk pipi putih di depannya, seolah menunjukkan rasa gemasnya.


"Arza misses daddy."


Arsenio yang merasa sangat gemas dengan putranya, tidak berhenti mencium pipi cabi Arza dan berjalan menghampiri sang istri yang tengah menyunggingkan senyum ke arahnya.


"Daddy juga, Boy. Sekarang kita cium mommy dulu, oke."


Awalnya Aealeasha hendak bangkit dari kursi yang ada di taman, tapi tiba-tibankesakitan begitu merasakan kontraksi pada perutnya.


Rasa nyeri yang awalnya ringan itu berubah menjadi lebih terasa menyakitkan. Dengan meringis sambil mengusap perutnya yang membuncit dan masih berusaha untuk menahan rasa sakit luar biasa. Namun, lama kelamaan sudah tidak kuat lagi.

__ADS_1


"Sakit sekali."


Arsenio yang merasa sangat khawatir dengan ekspresi wajah yang berubah memerah itu refleks berlari untuk menghampiri sang istri.


"Kita segera ke rumah sakit, Honey." Kemudian langsung menggendong sang istri meskipun harus mengeluarkan tenaga ekstra.


"Kamu duduk di depan bersama putraku!" ucap Arsenio yang saat ini berbicara pada pelayan.


"Baik, Tuan." Perawat wanita yang khusus menjaga Arza, langsung menggendong dan berusaha menenangkan bocah laki-laki tersebut.


"Kata dokter sekitar satu minggu lagi, Sayang," lirih Aealeasha yang sudah mulai sedikit tenang karena tidak terlalu merasakan kontraksi kuat seperti sebelumnya.


Arsenio menurunkan tubuh sang istri di mobil, di mana supirnya yang tadi sudah bersiap setelah mendengarkan suara teriakan.


"Sepertinya putri kita sudah tidak sabar untuk melihat indahnya dunia ini, Honey. Lagipula maju mundur sudah merupakan hal yang biasa untuk ibu hamil."


Hanya anggukan kepala yang menjadi jawaban Aealeasha setelah berhasil menenangkan diri. "Iya, Sayang, tapi aku sangat takut."


"Tenanglah, ada aku di sini." Arsenio menggenggam punggung tangan Zaara untuk menyalurkan suntikan semangat dan langsung menutup pintu, lalu berjalan memutar untuk masuk lewat pintu di sebelah kanan.


Mobil pun melaju meninggalkan kediaman Arsenio dan langsung menuju ke rumah sakit yang merupakan tempat bersalin paling dekat dengan rumah yang ditempati.


"Aku akan menemanimu di ruang bersalin, Honey. Jadi, jangan takut, oke!"


Ketakutan yang dirasakan Aealeasha kini seolah musnah begitu mendengar kalimat pria yang baru saja mencium keningnya. "Janji, kamu tidak akan meninggalkanku sendirian di ruang bersalin nanti."


Mengarahkan jari kelingkingnya ke hadapan wajah tampan itu.


"Memangnya kapan suami tampanmu ini pernah berbohong, hem?" Arsenio sudah mengaitkan jari kelingking dengan Aealeasha untuk meyakinkan sang istri dan berhasil memberikan sebuah ketenangan.


Beberapa jam telah berlalu dan saat ini tengah malam di salah satu ruangan bersalin, Aealeasha yang berbaring dengan posisi kaki ditekuk dan terbuka, terlihat mengeluarkan banyak peluh saat sudah tiga kali mengejan karena rambut dari bayinya sudah mulai terlihat.


"Ayo, Honey. Kamu pasti bisa," ujar Arsenio yang dari tadi menyatukan telapak tangannya dengan jemari lentik sang istri.


Sebenarnya ia merasa sangat kasihan pada sang istri yang dari tadi merintih kesakitan dan menyuruh untuk melahirkan secara caesar.


Akan tetapi, Aealeasha menolak karena lebih takut jika perutnya dibedah, sehingga memilih melahirkan secara normal.

__ADS_1


Kini, para dokter memberikan aba-aba pada Aealeasha agar mengejan sekuat tenaga untuk terakhir kalinya, karena posisi bayi sudah hampir keluar.


Aealeasha mengambil napas panjang sebelum kembali mengejan dan dengan menggenggam erat telapak tangan dengan buku-buku kuat itu.


Bahkan sudah mengerahkan seluruh kekuatannya. Di saat bersamaan, suara tangis dari bayinya mulai menggema di ruangan tersebut dan beberapa saat kemudian mendarat di atas tubuhnya dengan posisi tengkurap.


Arsenio yang baru pertama kali melihat proses kelahiran, refleks langsung mendaratkan bibirnya pada kening wanita yang terlihat sangat kuat dan luar biasa tersebut.


"Akhirnya mimpimu terwujud, Honey. Putri kita sangat cantik sepertimu." Mengusap lembut malaikat kecilnya yang masih merah tersebut dan tak lupa bulir bening lolos dari netra pekatnya. Mengungkapkan kebahagiaan tidak terperi yang saat ini dirasakan.


Begitu juga dengan Aealeasha yang dari tadi tidak berhenti berurai air mata saat melihat sebuah keajaiban Tuhan berada di hadapannya.


Aealeasha yang baru berusia 21 tahun, sudah melahirkan dua anak dan membuatnya merasa menjadi wanita paling sempurna karena mempunyai sepasang malaikat kecil yang merupakan buah cinta bersama sosok pria tampan yang sangat dipujanya.


Berawal dari sebuah kesalahan dan berakhir menjadi kebahagiaan paling sempurna yang akan menemaninya di sepanjang usia. Hingga mengalami badai dalam rumah tangga, tapi tidak membuat mereka terpisah.


"Iya, Sayang. Putri kita sangat cantik dan akan menjadi bidadari di keluarga kecil kita. Terima kasih atas semua yang kamu berikan kepadaku dan juga anak-anak kita."


Arsenio yang seolah tidak bisa berkata-kata lagi, kini sibuk memeluk dua perempuan yang sangat berarti untuknya tersebut. Setelah berhasil menormalkan perasan, mengungkapkan apa yang ada di pikiran.


"Putri kita yang lahir di malam hari ini akan menjadi ratu kedua, melengkapi istana dan aku beri nama Lily Rapunzel Giovanni Adelardo."


Aealeasha yang sangat menyetujui nama tersebut, mengangguk perlahan dan tidak berhenti menatap wajah cantik putrinya yang menjadi pelengkap dari segala kebahagiaannya.


Hidup Aealeasha yang dahulu penuh dengan penderitaan saat awal-awal hamil, kini telah berakhir penuh dengan sejuta kebahagiaan dan tidak lupa mengucapkan puji syukur atas semua yang dirasakan hingga sampai pada titik ini.


Mempunyai seorang suami yang sangat mencintainya dan sepasang anak yang diberi nama Arza Athariz Giovanni Adelardo dan Lily Rapunzel Giovanni Adelardo adalah sebuah kebahagiaan yang terasa menyempurnakan hidupnya.


'Terima kasih atas semua kebahagiaan ini, Tuhan. Semoga keluarga kami akan selamanya bersama hingga maut memisahkan.'


Aealeasha seketika mengingat akan Rafael dan kini menatap ke arah sang suami. "Aku bisa menjaga anak kita berkat kebaikan Brother. Jadi, kamu tidak cemburu kan jika memberitahunya?"


Arsenio refleks menggelengkan kepalanya karena ia berjanji tidak akan lagi merasa cemburu pada mantan suami Aealeasha yang hanya dianggap sebagai saudara laki-laki oleh istrinya tersebut.


"Tidak apa-apa. Nanti aku yang akan memberitahu Rafael bahwa putri kita sudah lahir ke dunia. Bahkan nanti putri kita bisa bersaudara dengan putra Rafael. Bukankah dari hasil USG, bayi yang dikandung oleh Alesha adalah laki-laki?" Arsenio sudah berdamai dengan hatinya dan tidak lagi dibutakan oleh api cemburu.


Sementara itu, Aealeasha yang selama ini sering berkomunikasi dengan Alesha, kini menganggukkan kepala. "Iya, dari hasil USG, bayinya laki-laki. Semoga bisa lahir dengan sehat tanpa kekurangan suatu apapun."

__ADS_1


"Semoga juga nanti anak-anak kita bisa bersahabat. Nanti setelah Lily agak besar, kita ajak ke Jakarta untuk bertemu dengan mereka," ucap Aealeasha yang kini merasa sangat bahagia atas kebahagiaan hari ini.


To be continued...


__ADS_2