
Saat Arsenio hendak melakukan momen inti, yaitu penyatuan dari aku dan kamu menjadi kita, tetapi mendapatkan penolakan dari Aeleasha saat mendorong, membuat ia mengerutkan kening.
"Sayang, aku belum mandi," lirih Aeleasha yang mencoba untuk menghentikan sang suami karena merasakan masih bau badan karena baru bangun tidur.
Tentu saja ia sama sekali tidak pernah menyangka jika hal ini akan terjadi padanya karena awalnya berpikir bahwa di dalam ruangan itu ada rahasia besar mengenai hal-hal yang berhubungan dengan mertuanya.
Ia sama sekali tidak pernah menyangka bahwa ternyata sang suami membuat semua kejutan ini hanya untuk bisa membuatnya hamil anak perempuan.
Meskipun ia tahu jika apa yang dilakukan Arsenio adalah sebuah hal yang wajar karena itu kewajiban seorang istri untuk melayani nafsu suami, tapi kini mengingat jika ia masih belum mandi, tidak percaya diri jika harus melakukan itu sekarang.
Mungkin alasan yang baru saja diungkapkan terdengar sangat konyol, tapi memang tidak ingin sang suami ilfil karena aroma tubuh yang tidak wangi seperti biasa.
Sementara itu, Arsenio yang kini terkekeh geli mendengar hal yang baru saja dikatakan oleh wanita di hadapannya tersebut, menurutnya terlalu konyol.
Ia tahu bahwa sang istri saat ini ingin menghindar dengan cara mengulur waktu.
"Aku sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu, Honey."
Tanpa menunggu jawaban dari sosok wanita dengan wajah memerah, kini ia mengecup lembut kening Aeleasha.
Begitu melihat wajah itu semakin merona di bawahnya, membuatnya merasa di atas angin, sehingga tidak menyia-nyiakan kesempatan
Aeleasha yang dari tadi memejamkan kedua mata karena asyik menikmati setiap sentuhan dari sang suami, mulai membuka mata dan kesekian kali membenamkan jemari pada rambut pria itu.
Kali ini benar-benar tidak bisa menahan diri karena sudah dikuasai oleh gairah, bahwa nafsu benar-benar mengalahkan segalanya. Membuat ia melupakan semuanya, termasuk rasa malu pada suami.
__ADS_1
"Sayang ... cium aku," ujar Aeleasha dengan suara yang serak dan menandakan bahwa ia saat ini tengah dikuasai oleh gairah yang mengalahkan akal sehat.
Sementara itu, Arsenio yang kini tersenyum smirk mendengar permohonan bernada seksi tersebut, tentu saja ia tidak ingin membuang waktu.
Arkan kini langsung menuruti keinginan wanita yang sangat dicintai.
Tidak hanya itu, wajah Aeleasha semakin memerah kala semakin meledak dalam sensasi kenikmatan luar biasa yang dikirimkan hingga membuatnya menggigit bibir bawahnya.
Seperti biasa, beberapa saat kemudian, benar-benar melenguh panjang kala untuk kesekian kali karena sang suami telah mengantarkan pada puncak dan membuat ledakan gairah membuat seluruh urat syarafnya menegang.
Ia sadar bahwa pria yang dari dulu sangat dicintainya selalu berhasil mengirimkan denyut kenikmatan spektakuler yang membuatnya benar-benar meledak di tepian jurang yang membuatnya merasa sangat bahagia dan sekaligus shock.
Sementara itu, Arsenio, seketika melepaskan kuasa dan memilih untuk berdiri di hadapan wanita yang baru saja menegang tersebut entah sudah berapa kali.
Ia bahkan ingin selalu mengulang momen langka saat wanita itu memohon untuk segera menyatukan diri.
Berharap sang istri akan menikmati sensasi kenikmatan yang ingin segera ia rasakan dan kini sudah mendengar suara jeritan kecil.
Selama beberapa saat terbuai dengan setiap perbuatan suami, benar-benar hanya merasakan sebuah kenikmatan karena sama sekali tidak merasa kesakitan.
Bahkan saat ia menjerit kecil tadi bukanlah respon atas sebuah kesakitan, tetapi kenikmatan luar biasa tak tertahankan dan sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Nikmat, hanya itu yang terlintas di pikirannya saat ini karena sama sekali tidak merasakan kesakitan.
Belum sempat ia menormalkan perasaan, Aeleasha mendengar suara bisikan sang suami pada daun telinganya.
__ADS_1
"Bukankah kau sangat memujaku?" Arsenio sengaja berbisik karena menormalkan perasaan terlebih dahulu dan membiasakan diri.
Ia yang tadi baru saja menyatukan diri, merasakan sensasi luar biasa hingga membuatnya melenguh dan sejenak memejamkan mata ketika menahan kenikmatan spektakuler yang dirasakan.
Begitu berhasil menormalkan perasaan yang sangat luar biasa ketika bersatu, membuka mata untuk menunjukkan kekuatan.
Kini, Arsenio mengangkat wajah, melihat ekspresi sang istri saat ini.
Melihat wajah merona yang baru saja menjawab dengan anggukan kepala, kini seolah membuatnya bersemangat untuk melanjutkan kegiatan.
Berkali-kali ia mencium kening wanita yang mulai merintih saat menikmati perbuatannya.
"Aku sangat menyukai ekspresi wajahmu yang seperti ini, Sayang."
Arsenio kini mengarahkan tangan untuk mengusap lembut wajah cantik nan anggun yang terlihat bersinar secerah mentari dan membuat ia merasa menjadi pria paling beruntung yang berhasil memiliki Aeleasha selamanya.
Seolah ingin menegaskan bahwa wanita itu benar-benar diciptakan hanya untuknya.
"I love you, Sayang" ujar Arsenio yang kini tidak berkedip menatap wajah cantik Aeleasha saat menutup mata menikmati perbuatannya.
Hingga kelopak mata yang tadi tertutup itu kini mulai perlahan terbuka dan ber-sitatap dengannya, sehingga ia pun mengulas senyuman dan masih terus bergerak liar untuk mengirimkan gelombang gairah dan menggapai puncak kenikmatan.
Aeleasha yang kini tidak berkedip menatap iris tajam pria itu, sebenarnya merasa sangat bahagia dengan apa yang dikatakan. Meskipun hubungan mereka tercipta karena berawal dari sebuah kesalahan.
'Aku juga sangat mencintaimu, suamiku,' gumam Aeleasha yang saat ini menggigit bibir bawahnya.
__ADS_1
To be continued...