I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Pernikahan


__ADS_3

Saat ini, hari paling bersejarah dan yang paling dinanti-nantikan oleh para pemburu berita karena selalu menanti kabar pernikahan paling termewah dan fenomenal dari seorang pengusaha terkenal yang sangat disegani dan dihormati oleh semua orang.


Acara pernikahan yang diadakan di Ballroom Hotel. Semua stasiun televisi telah menyiarkan secara langsung acara resepsi pernikahan dari orang paling berpengaruh di Jakarta tersebut.


Banyaknya tamu undangan yang datang, tentu saja membuat para pekerja Hotel benar-benar sangat sibuk, seolah bernapas pun tidak bisa. Namun, semua pekerja juga ikut merasakan kebahagiaan dari eforia perhelatan Akbar tersebut.


Alesha dari tadi mengamati suasana di Ballroom Hotel yang tidak pernah habis tamunya, hanya berkali-kali menggelengkan kepalanya.


Para tamu undangan yang memenuhi ruangan Ballroom Hotel tersebut mengarahkan tatapan pada sang mempelai pengantin wanita.


Mempelai pengantin terlihat sangat cantik dengan gaun pengantin modern berwarna putih yang melambangkan kesucian dari seorang wanita dan begitu juga dengan setelan jas berwarna senada yang digunakan oleh pengantin pria.


Keduanya sudah terlihat seperti raja dan ratu sehari yang sibuk menyunggingkan senyuman pada para tamu undangan. Tak lupa acara bersalaman yang membuat tangan mereka tidak berhenti menggantung.


Tadi Alesha benar-benar menatap penuh takjub keindahan dari dekorasi ruangan berukuran sangat luas tersebut yang membuat sebuah keindahan, kemewahan dan kemegahan tercipta.


Ia berpikir akan muram dan kesal pada Rafael, tetapi ternyata pria itu kini kembali berubah seperti dulu. Menghormati dan bersikap baik padanya.


Alesha saat ini tidak berhenti mengagumi aneka jenis bunga segar yang terlihat sangat cantik dan indah dari dekorasi pernikahan yang memang semuanya diatur oleh wedding organizer.


Tentu saja itu dikarenakan dari dulu ia sangat menyukai bunga dan membuatnya sendiri seolah lupa diri saat melihat warna-warni dari berbagai macam bunga yang sangat indah itu.


'Semua ini benar-benar sangat luar biasa, aku sama sekali tidak pernah menyangka bisa berada di tempat seindah ini. Lebih baik aku nikmati saja keindahan ini dan melupakan bahwa tempat yang menjadikan aku tidak berharga karena menikah atas dasar perjanjian semata, lalu bercerai setelah satu bulan.'


'Sadarlah, Alesha. Kamu hanya wanita biasa yang tidak mungkin bisa menggelar acara resepsi seindah ini. Meskipun ini hanya pura-pura, tetapi aku nikmati saja dengan memanjakannya melihat bunga-bunga cantik ini,' gumam Alesha panjang lebar di dalam hati.


Sementara itu, Rafael tidak berhenti melirik ke arah wanita yang menurutnya terlihat seperti seorang princess saat memakai gaun indah yang membalut tubuh ramping itu.

__ADS_1


Namun, ia sama sekali tidak berkomentar apapun karena mengetahui jika wanita di sebelahnya tengah berusaha untuk mendalami peran sebagai seorang istri bahagia.


'Alesha sepertinya mengerahkan seluruh kemampuannya untuk membuat semua orang melihat kebahagiaan palsu ini,' Rafael bergumam di dalam hati dan tidak berhenti tersenyum, sambil mengucapkan terima kasih pada para tamu undangan yang bersalaman.


Satu jam kemudian, saat sudah tidak ada lagi yang bersalaman, keduanya duduk di singgasana dengan jarak yang cukup dekat. Tentu saja keduanya sama-sama merasa sangat kaku berada di jarak sedekat itu di depan semua orang.


Rafael mencoba untuk memecahkan aura gelap di antara mereka dengan berbicara tentang hal tidak penting.


"Apa selama beberapa terakhir ini, kamu introspeksi diri? Hingga memutuskan untuk berdamai."


Alesha refleks menatap ke arah pandang pria yang duduk di sebelahnya. " Aku ingin kita tidak ada masalah karena akan tinggal bersama selama satu bulan. Jika aku merasa tidak nyaman, akan merasa seperti tinggal di neraka."


"Jadi, bukan karena kamu ingin tetap bisa bertemu dengan sugar daddy-mu itu? Jangan marah karena aku hanya bercanda." Rafael tidak bisa memfilter kata-katanya dan langsung mengungkapkan penyesalan.


"Maaf karena aku memulai konflik di antara kita sekarang."


Rafael menoleh ke arah Alesha yang terlihat berwajah datar, seolah menegaskan bahwa pembicaraan itu sangat tidak disukainya.


"Ternyata kamu sangat cerdas."


Alesha hanya tersenyum masam, sehingga ia memilih diam karena tidak ingin amarahnya tersulut dan membuat Rafael kesal lagi, lalu terjadi pertengkaran hebat.


Beberapa saat kemudian, ia melirik ke arah Rafael yang terlihat sibuk menyalami para tamu VVIP. Rasa bosan dan lelah membuatnya ingin segera beristirahat di ranjang.


Tangannya mulai meraih pergelangan tangan pria yang terlihat sangat tampan memakai setelan tiga potong yang berwarna putih senada dengan gaun pengantin yang ia pakai saat ini.


Ia kini berakting di depan semua orang, khususnya ibu dan mertuanya. Ingin sekali ia segera beristirahat di kamar dengan meluruskan kaki. Apalagi ia sebenarnya bosan dengan acara pernikahan palsu itu.

__ADS_1


"Sampai kapan acaranya selesai? Aku bosan dan juga sangat lelah."


Rafael saat ini melirik ke arah sosok wanita yang berada di sebelahnya dan mesin waktu yang ada di pergelangan tangan kiri


"Ini memang sudah larut. Apa kamu ingin ke kamar? Aku akan mengantarkanmu jika mau. Jadi, kamu bisa beristirahat di sana!"


"Tapi acaranya belum selesai? Rasanya tidak sopan jika aku pergi dari sini," jawab Alesha yang tengah berpikir apakah pantas pergi meninggalkan acara resepsi pernikahan.


"Para tamu juga sudah sepi dan pulang. Mungkin hanya tinggal beberapa kerabat dekat dan teman baik. Jadi, sepertinya tidak apa-apa." Rafael mengedarkan pandangannya ke sekeliling area Ballroom hotel yang kini sudah tidak sesak dengan para tamu undangan.


Saat Alesha mempertimbangkan perkataan Rafael, ia menatap ke arah bagian bawah. Di mana kakinya terasa sangat pegal. Namun, melihat sang ibu dan mertua terlihat seperti sama sekali tidak lelah, sehingga membuatnya merasa malu.


"Nanti saja. Aku tidak ingin ibuku mengejekku lemah."


Kemudian Rafael kini hanya mengangguk perlahan karena membiarkan Alesha berbuat sesuka hatinya karena ia tidak akan mempermasalahkan itu. Satu-satunya hal yang dipikirkan olehnya adalah ingin menuruti keinginan sang ibu untuk menikah, lalu bercerai dan berharap bisa kembali pada mantan istri.


Sementara itu, di sisi lain, dua orang pegawai hotel saat ini sedang berada di ruangan kamar pengantin yang nantinya akan menjadi tempat menginap dari pasangan baru yang tak lain adalah Rafael dan Alesha


Ruangan yang sudah dihias sedemikian rupa itu terlihat sangat cantik dengan ranjang king size yang sudah ditaburi bunga mawar dan membentuk simbol hati.


Salah satu wanita berseragam hitam itu mengamati suasana di dalam ruangan yang baru saja selesai disulapnya.


"Ruangan ini terlihat sempurna, tidak seindah kamar kita. Tempat ini akan menjadi saksi bisu dari pertempuran pasangan suami istri yang terpengaruh oleh obat perangsang," ucap wanita dengan name tag Alara.


Sementara wanita yang satunya, refleks mencubit lengan rekannya yang baru saja mengatakan kalimat vulgar. "Kamu memang sangat luar biasa karena masih bisa setenang itu. Aku sangat takut jika ketahuan, tapi karena aku berpikir ini demi sebuah kebaikan, akhirnya aku menyetujuinya."


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2