
"Nanti kamu saja yang memulai pembicaraan. Bahwa kamu sudah mengatakan padaku mengenai kecelakaan yang dilakukan mamaku yang membuat orang tua Arsenio meninggal," ucap Aealeasha yang saat ini baru saja tiba di rumah keluarga besarnya.
Ia bahkan saat ini masih berada di dalam mobil dan ragu untuk keluar karena khawatir jika sang ayah memarahinya habis-habisan. Ia tidak mengajak mertuanya ke rumah karena ingin memastikan terlebih dahulu mengenai cerita Rafael apakah benar atau tidak.
Ia harus tahu dari sang ayah karena mengetahui jika itu sangat penting untuk kelangsungan hidup rumah tangganya yang di ambang kehancuran.
Apalagi ia juga melarang mertuanya untuk mengatakan mengenai hal tersebut pada Arsenio sebelum jelas semuanya.
Rafael yang saat ini merasa sangat tenang dan sama sekali tidak takut jika akan mendapatkan kemurkaan dari mantan mertuanya yang sangat diktator, seketika turun dari mobil setelah menganggukkan kepala sebagai tanda persetujuan pada mantan istrinya tersebut.
Namun, ia yang menunggu Aealeasha keluar dari mobil, kini mendengar suara dering ponsel miliknya dan begitu melihat sang istrilah yang menghubungi, seketika langsung mengangkat panggilan dan mendengar keinginan dari wanita yang sangat dicintainya.
Hingga ia merasa sangat aneh dengan apa yang baru saja dikatakan oleh sang istri yang memiliki keinginan untuk bisa berbicara dengan Aealeasha, tapi tidak ingin menimbulkan sebuah kecurigaan jika tidak memberikannya.
Jadi, ia seketika langsung memberikan ponsel miliknya agar mantan istrinya tersebut berbicara dengan istrinya. Ia berpikir bahwa urusan sesama wanita tidak boleh ikut campur dan membiarkan mereka menyelesaikan sendiri.
"Istriku!" sahut Rafael agar tidak membuat Aealeasha merasa heran ketika ia mengulurkan ponsel miliknya.
Ia masih berdiri di hadapan mantan istrinya tersebut yang berbicara di telpon dan memberikan sebuah kode memencet speaker agar mendengar pembicaraan mereka.
__ADS_1
Meskipun ia tidak akan ikut campur dan percaya jika istrinya tidak akan berbicara kasar pada mantan istri yang sudah dianggap sebagai saudara sendiri karena memang di antara mereka bahkan tidak ada ikatan batin sedikit pun.
Aealeasha yang sebenarnya merasa sangat heran, tapi tetap patuh pada perintah Rafael agar bisa mendengar pembicaraannya. Ia mendengar jika Alesha menyapanya.
"Iya, Alesha, ini aku Aealeasha. Sepertinya kamu ingin berbicara denganku." Menatap penuh pertanyaan pada sosok pria yang terlihat sangat penasaran itu.
"Iya, Aealeasha. Aku sebenarnya tidak ingin berbicara denganmu melalui telpon seperti ini, merasa sangat tidak tenang setelah berbicara dengan ibuku hari ini. Ibuku mengatakan bahwa aku tidak boleh percaya 100 persen pada suamiku karena para pria bisa berselingkuh kapan saja."
"Jadi, tujuanku menghubungimu karena ingin bertanya. Menurutmu, bagaimana dengan suamiku? Bukankah kalian sudah lama hidup bersama dalam satu atap? Pasti sudah banyak mengetahui bagaimana sifat dari suamiku," tanya Alesha yang benar-benar membuang rasa malunya demi bisa berbicara dengan wanita yang merupakan mantan istri dari suaminya.
Ia ingin menghilangkan perasaannya yang dipenuhi oleh kekhawatiran serta kecurigaan pada sang ibu serta sang suami. Jadi, berpikir bahwa bertanya pada Aealeasha adalah solusi yang dianggap paling tepat.
Rafael saat ini membiarkan Aealeasha berbicara sesuai dengan apa yang dipikirkan karena sejujurnya merasa sangat senang ketika Alesha memperlihatkan kecemburuan dan juga kekhawatiran pada mantan istri.
Berbeda dengan respon dari Aealeasha yang memijat pelipis karena ia sendiri pun pernah mengalami banyak masalah dalam urusan rumah tangga, tapi malah harus memikirkan tentang orang lain.
Namun, ia merasa berhutang budi pada sosok pria di hadapannya tersebut dan kini mengungkapkan sesuai dengan apa yang dilihat serta dirasakannya selama ini saat bersama dengan seorang Rafael Zafran.
"Karena kamu bertanya padaku mengenai suamimu, aku akan berbicara jujur dan menyarankan satu hal agar kamu tidak mengkhawatirkan tentang calon ayah dari janin yang kamu kandung." Aealeasha ingat tentang perbuatan sang suami dibalik kejadian itu.
__ADS_1
Namun, ia tidak ingin mengatakan bahwa semua itu adalah rencana dari suaminya yang tidak ingin kehilangan dirinya karena merasa cemburu pada Rafael. Ia berpikir bahwa sikap yang ditunjukkan oleh Alesha, sama persis dengan Arsenio.
Jadi, bisa menebak jika mereka sama-sama cemburu karena sangat mencintai pasangan.
"Sebelumnya, selamat atas kehamilanmu, Alesha. Rafael sudah menceritakan semuanya padaku dan hubungan kalian sudah berubah layaknya suami istri sesungguhnya."
"Terima kasih. Semoga anak-anak kita bisa menjadi teman suatu saat nanti," sahut Alesha yang tidak ingin banyak berbicara karena berharap segera mendapatkan jawaban agar tidak dipenuhi oleh kekhawatiran mengenai perkataan sang ibu.
Kemudian Aealeasha terkekeh mendengar kalimat terakhir dari Alesha dan membuatnya berpikir jika itu terjadi, akan sangat menyenangkan.
"Tentu saja mereka akan jadi teman karena sebaya. Oh ya, mengenai pertanyaanmu tadi, aku akan menegaskan bahwa suamimu adalah seorang pria yang sangat setia dan tidak akan pernah tertarik pada wanita lain. Ia akan selalu mencintaimu dan tidak akan pernah berselingkuh karena aku sangat mengenalnya."
Bahkan saat baru saja menutup mulut, ia mengedipkan mata pada Rafael yang langsung mengangkat ibu jari sebagai tanda pujian padanya karena telah memuji.
Padahal ia berbicara tulus dari dalam hati tanpa ada yang dilebih-lebihkan karena mengetahui seperti apa sosok pria yang berada di hadapannya tersebut.
"Rafael tidak mudah jatuh cinta pada seorang wanita, Alesha. Hanya kamu yang bisa menaklukkan hatinya yang sekeras batu karang. Selamat dan semoga hubungan kalian langgeng sampai kakek nenek hingga ajal menjemput."
Aealeasha sangat terkejut ketika tiba-tiba ponsel yang berada di tangannya direbut oleh Rafael dan memberikan sebuah kode dengan menaruh jari telunjuk pada bibir agar ia diam saat sang istri berkomentar di seberang telepon.
__ADS_1
Ia bahkan langsung mematikan loudspeaker agar mantan istrinya tersebut tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Alesha.
To be continued...