
Saat ini, Adelardo berdiri di hadapan para wartawan yang setia menunggu akan pengumumannya. Ia memang tadi sudah berjanji akan mengatakan hal penting mengenai keputusannya.
Semua itu sudah dilakukan dengan penuh pertimbangan setelah melihat banyak yang menyerang Arsenio. Ia ingin memberikan kekuatan penuh pada putra angkatnya tersebut, agar bisa melawan para musuh yang berniat untuk menghancurkan perusahaan yang dirintis mulai dari nol dengan susah payah selama bertahun-tahun.
"Kalian pasti sedang menunggu pengumuman apa yang akan kukatakan hari ini."
Semua wartawan baik pria maupun wanita dengan serempak menganggukkan kepala, tanda bahwa mereka sudah tidak sabar untuk mengetahui apa yang akan disampaikan oleh pria pengusaha sukses yang dihormati banyak orang tersebut.
Begitu juga dengan Arsenio, serta Mark saat ini. Mereka sama sekali tidak mengetahui apapun dan hanya diam karena menunggu, serta ingin tahu tentang apa yang akan disampaikan oleh pria paruh baya tersebut.
Hingga suara bariton dari Adelardo kembali menggema dan didengarkan oleh semua orang yang berada di lobi perusahaan tersebut.
Jadi, ini adalah keputusan yang kuambil tanpa ada sedikit pun unsur paksaan dari seseorang. Aku dengan sangat sadar memutuskannya."
Kemudian Adelardo menunjukkan sebuah foto yang berada di dalam tablet miliknya pada semua orang. "Ini adalah surat wasiat yang kutandatangani kemarin dan berisi tentang peralihan semua aset yang kumiliki pada putraku—Asenio."
Adelardo sebelumnya berhenti sejenak karena menoleh pada pria yang terlihat membulatkan mata begitu mendengar apa yang barusan disampaikan.
Hingga ia mengarahkan tangan pada bahu kokoh pria yang merasa sangat karena keputusannya yang tiba-tiba.
"Daddy! Apa yang kau lakukan? Ini salah karena aku tidak berhak mendapatkan semua harta Daddy. Astaga! Ada sanak saudara yang seharusnya juga mendapatkan beberapa saham dari Daddy. Jangan membebankan semua itu padaku."
"Bahkan belum apa-apa saja, aku sudah membuat perusahaan hampir bangkrut karena masalah iri dan dengki dari seseorang." Arsenio sengaja tidak menyebutkan nama karena ada banyak mata dan telinga yang mengamatinya.
__ADS_1
Namun, ia tahu jika sang ayah mengerti siapa yang dimaksudkannya. Inilah yang ditakutkan olehnya, yaitu pemikiran buruk dari sanak saudara pria paruh baya tersebut.
"Pasti semua orang yang masih saudara dengan Daddy akan menganggapku mempengaruhi hingga menyerahkan semua aset padaku."
Adelardo masih belum menurunkan telapak tangannya yang mendarat di bahu lebar nan kokoh Arsenio. "Jangan takut pada penilaian buruk orang lain padamu, tetapi buktikan bahwa semua itu tidaklah benar."
"Aku mengetahui semua hal yang saat ini kau pikirkan, Arsenio. Alasan aku mengalihkan semua hartaku padamu akan kau ketahui tak lama lagi. Aku ingin kau bertanggung jawab dengan semakin mengembangkan perusahaan menjadi lebih besar."
"Itu, jauh lebih berharga dan membuatku tenang. Aku tidak rela perusahaan yang susah payah kurintis dari muda hancur begitu saja di tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab karena memiliki keserakahan."
Adelardo sengaja menegaskan pada kalimat terakhir, agar poin penting tersebut di garisbawahi oleh para awak media yang meliput saat ini.
Kemudian ia kembali menatap ke arah orang-orang yang membawa kamera tersebut untuk mengabadikan momen penting hari ini.
"Aku tahu bahwa kalian merasa heran dan bertanya-tanya atas keputusanku ini. Pastinya, aku memutuskan ini dengan sadar dan tanpa sepengetahuan putra angkatku ini."
Hal pertama adalah mengenai penyakitnya karena yang mengetahui hanyalah dokter pribadi keluarganya.
Sementara poin kedua adalah ia tidak hanya mengesahkan wasiat pada satu pengacara saja karena berjaga-jaga jika berkhianat saat disuap oleh keponakannya yang sangat jahat dan licik.
Ia mengetahui bahwa adik dan keponakannya tersebut pasti tidak akan terima dengan keputusannya yang menyerahkan semua harta pada seseorang yang sama sekali tidak ada hubungan darah dengannya.
Jadi, ia sudah berjaga-jaga untuk membuat hartanya tetap akan menjadi milik Arsenio tanpa kelicikan dari sanak saudara yang mengincar semua aset miliknya.
__ADS_1
Adelardo bahkan mempercayai Arsenio melebihi sanak saudara yang memiliki hubungan darah dengannya karena sudah mengetahui seperti apa watak putra angkatnya yang membuatnya merasa yakin dengan mengangkat menjadi seorang anak.
Apalagi ia dulu mengetahui jika Arsenio sudah tidak mempunyai orang tua semenjak remaja, sehingga merasa iba dan semakin yakin atas keputusannya. Hingga selama beberapa tahun menjadi putranya, ia melihat Arsenio menunjukkan semua sifat baik padanya karena pria itu tidak pernah macam-macam.
Arsenio merupakan kebalikan dari keponakannya yang bernama Nick. Bahkan menurutnya, mereka berdua bagaikan bumi dan langit.
Jika Arsenio tidak suka minum minuman keras dengan pergi ke club malam dan juga berjudi, tetapi Nick gemar melakukan itu.
Hal itulah yang membuat Adelardo tidak ingin menyerahkan hartanya pada keponakan yang tidak bertanggung jawab seperti itu. Ia seperti sudah bisa melihat hasil akhir jika Nick yang mewarisi semua harta miliknya.
Perusahaannya akan hancur tak tersisa dan ia tidak ingin hal itu terjadi. Ia membutuhkan orang yang bisa dipercaya dan bertanggung jawab untuk memimpin dan mengelola semua hartanya di jalan yang benar.
Menurut pemikirannya, hanya Arsenio-lah yang bisa melakukan hal itu karena sudah terbukti selama sepuluh tahun bersamanya, kinerja putra angkatnya sudah tidak perlu diragukan lagi.
Hanya saja karena masalah yang terjadi akhir-akhir ini, atas dasar fitnah kejam yang menimpa Arsenio saat menjadi incaran dari orang-orang yang ingin menghancurkan putranya, membuat kepercayaan dari beberapa staf penting perusahaan meragukan kinerja putranya.
Meskipun hari ini ia sudah menyelesaikan masalah itu, tetapi berharap jika nanti sudah tidak ada di dunia, Arsenio bisa berdiri kokoh dan menyelesaikan masalah yang disebabkan oleh orang-orang jahat ketika ingin merebut sesuatu yang bukan haknya.
Adelardo saat ini menatap ke arah Arsenio yang terlihat masih seperti tidak mau menerima tanggung jawab besar yang diberikan olehnya. "Aku sangat mempercayaimu, Arsenio."
"Jadi, jangan kecewakan kepercayaanku. Aku sudah bersusah payah merintis perusahaan ini, jangan sampai dihancurkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab yang hanya mengincar uang saja. Ada banyak orang yang menggantungkan hidup dari perusahaan ini."
"Ada anak istri dari para staf laki-laki yang bekerja di sini dan harus cukupi kebutuhan mereka. Aku tahu seperti apa rasanya dihina ketika tidak mempunyai apa-apa. Dunia ini memang sangat kejam karena lebih menghormati orang yang mempunyai banyak uang."
__ADS_1
"Hal itulah yang membuat orang jahat mau melakukan apapun untuk bisa mendapatkan uang dengan jalan pintas. Tunjukkan pada dunia, bahwa keputusanku tidak salah dengan memilihmu sebagai pewaris utama semua aset milikku."
To be continued...