
"Siapa sebenarnya wanita yang akan diperkenalkan pada kota, Pa?" tanya seorang wanita yang kini berjalan mengikuti waiters yang ingin mengantarkan mereka ke private room setelah menyebutkan nama putranya.
Pasangan suami istri paruh baya tersebut tadi disuruh oleh putranya untuk datang ke sebuah restoran secara mendadak dengan mengatakan bahwa hari ini akan melamar seorang wanita menjadi istri.
Mereka sangat penasaran dan langsung meluncur menuju ke restoran agar bisa segera mengetahui siapa yang menjadi pilihan Alex.
Begitu waiters yang mengantarkan menunjukkan tempat di mana putranya berada bersama seorang wanita, kini wanita paruh baya yang tak lain adalah ibu Alex, tidak sabar ingin melihat siapa calon menantunya.
Begitu sang suami membuka pintu di hadapan, seketika membulatkan mata karena merasa sangat marah putranya saat ini berlutut di hadapan wanita yang sangat dibenci.
Bahkan ia mengetahui bahwa wanita yang sangat dibencinya tersebut adalah seorang istri dari pengusaha sukses di kota. Melihat sebuah hal yang tidak masuk akal, seketika membuat wanita itu berteriak mau kapan kemurkaan.
"Alex! Apa yang kamu lakukan? Apa kamu sudah gila melamar wanita yang sudah memiliki suami?" sarkas wanita yang sangat tidak rela melihat putranya merendahkan harga diri di depan seorang wanita yang dianggap sangat tidak pantas untuk dijadikan istri.
Apalagi ia mengetahui bahwa masa lalu wanita itu sangat kelam serta sekarang berstatus sebagai istri seorang pengusaha di kota. Refleks ia langsung berjalan cepat menghampiri putranya dan menarik agar bangkit berdiri.
"Mama tidak rela kamu nikahi wanita yang merupakan istri dari pria lain. Apa tidak ada wanita lain selain wanita murahan ini yang bisa kamu nikahi? Mama tidak rela putra kebanggaan yang sudah susah payah kamu besarkan malah jatuh ke tangan seorang wanita seperti ini."
Sementara itu, Alesha saat ini hanya diam tanpa membuka sepatah kata pun karena sudah menduga akan terjadi hal seperti ini jika bertemu dengan wanita paruh baya yang sangat membencinya dari dulu.
Hanya saja, ia sama sekali tidak akan pernah menduga jika hal seperti ini akan terjadi dan membuatnya merasa sangat bersalah dan berdosa pada Alex muka menolak di hadapan orang tua.
Ia tidak tega melakukan itu karena berpikir akan merendahkan harga diri seorang Alex. Jadi, ia memilih diam dan melihat apa yang akan dilakukan oleh Alex saat orang tuanya jelas-jelas tidak memberikan restu.
'Apa aku katakan saja semuanya mengenai apa yang dilakukan oleh mak Lampir ini padaku dulu dengan memberikan cek agar menjauhi Alex?' gumam Alesha yang saat ini tengah mempertimbangkan keputusannya dan ingin melihat seperti apa tanggapan Alex pada sang ibu yang sama sekali tidak menyukainya.
"Mama! Apa yang Mama lakukan sekarang? Aku sangat mencintai Alesha dan hanya ingin menikah dengannya tanpa memperdulikan statusnya. Ia sama sekali tidak pernah mencintai suaminya dan sekarang bertemu denganku, karena sudah tidak ada hubungan lagi dengan pria itu."
Alex saat ini merasa sangat kesal pada sang ibu karena menghancurkan momen yang seharusnya sangat romantis. Apalagi tadi Alesha belum memberikan jawaban apapun atas lamarannya dan membuatnya merasa sangat khawatir jika ditolak.
Hingga melihat serta mendengar teriakan sang ibu yang membuatnya bersitatap dengan Alesha dan membuatnya merasa tidak enak atas pembinaan saya itu pada wanita yang sangat dicintai.
"Alesha, maafkan ibuku karena bersikap seperti ini saat salah paham padamu." Alex yang sudah dihantui rasa khawatir saat ditolak oleh Alesha, ini semakin bertambah dengan sikap sang ibu yang sangat keterlaluan karena menghina calon istrinya.
Hingga ia mendengar wanita yang dari tadi seolah betah menutup mulut dan ingin mengetahui tanggapan dari Alesha.
__ADS_1
Alesha yang sudah terbiasa dirinya oleh ibu Alex, saat ini hanya menggelengkan kepala untuk menegaskan bahwa ia tidak apa-apa. "Tidak apa-apa, Alex. Sikap mamamu sangat wajar karena tidak ada di dunia ini seorang ibu yang ingin putranya menikah dengan istri pria lain."
"Hanya saja, aku ingin mengatakan bahwa saat ini sudah bukan lagi istri orang karena sudah ditolak oleh suami." Kemudian beralih menatap ke arah wanita paruh baya yang masih menetapnya dengan tajam penuh kebencian.
"Jadi, Anda harus memfilter kata-katanya agar tidak terjadi kesalahpahaman di sini." Alesha memang sengaja mengatakan itu untuk menampar wanita harus bayar tersebut karena tuduhan tidak benar.
Sementara itu, Alex seketika tersenyum lebar dan merasa sangat tenang sekaligus lega begitu mengetahui apa yang baru saja dijelaskan oleh Alesha. Meskipun masih membuatnya sedikit ragu karena wanita itu belum menjawab lamarannya.
"Kalau begitu, kamu sama sekali tidak keberatan untuk menikah denganku, bukan?" Alex seketika merasakan sebuah pukulan pada lengannya karena sang ibu masih tetap saja menunjukkan sikap tidak menyukai Alesha.
"Alex, pegangan sudah Mama bilang bahwa tidak akan merestui hubunganmu dengan wanita murahan yang menjadi seorang sugar baby di masa lalunya?" Ana merasa sangat jijik melihat wanita yang berprofesi sebagai sugar baby dengan melayani banyak pria.
Ia tidak rela saat putranya menikah dengan seorang wanita murahan. Berpikir bahwa itu akan membuat nama baik keluarga hancur hanya gara-gara seorang wanita murahan.
"Mama sangat yakin bahwa suaminya menceraikannya setelah mengetahui kelamnya masa lalu wanita ini, sehingga langsung menceraikan setelah sadar bahwa yang dinikahi hanyalah seorang wanita murahan."
"Mama! Jaga kata-kata Mama karena aku lebih tahu semua hal mengenai Alesha. Alesha bukanlah wanita yang melayani banyak pria di atas ranjang karena aku dulu pernah memakai jasanya dan ia hanya menemani seorang pria pergi ke mana pun tanpa ada perbuatan intim sama sekali."
Alex ingin menguraikan kesalahpahaman atas pemikiran sang ibu yang dianggapnya sangat salah karena ia sangat mengenal bagaimana seorang Alesha.
"Apa? Jadi sekarang sudah mengingat masa lalumu yang sempat kamu lupakan? Kamu ingat bahwa wanita ini adalah mantan sugar baby-mu? Sejak kapan kamu mengingat semuanya? Kenapa tidak memberitahu Mama?"
Kini, ia mengarahkan jari telunjuk pada wanita yang masih berdiri di balik meja. "Dasar wanita murahan! Kau bahkan telah merebut putraku yang selama ini selalu mengatakan apapun padaku. Aku tidak akan pernah membiarkan masuk dalam keluarga kami."
"Astaga! Mama! Jika tahu bahwa Mama akan bersikap tidak sopan seperti ini pada wanita yang kucintai dan akan kujadikan istri, tadi tidak akan menyuruh datang ke restoran." Alex benar-benar merasa sangat bersalah pada sosok wanita yang kini mendapatkan sebuah penghinaan dari ibunya.
Ia kini menatap ke arah Alesha yang sama sekali tidak berkomentar apapun dan semakin membuatnya merasa sangat bersalah. "Alesha, maafkan mamaku. Aku tidak menyangka jika semuanya akan seperti ini."
Saat ini, Alesha hanya diam dengan meremas pakaian karena merasa sangat terluka ketika dihina hanyalah seorang wanita murahan yang diceraikan oleh suami begitu mengetahui masa lalu kelamnya.
Padahal semua tuduhan itu tidaklah benar, tapi tidak ini membenarkan diri karena merasa sangat malas malah dini wanita yang tidak akan pernah menyukainya.
Alesha jadi ingat perkataan dari sahabatnya bahwa jika masuk ke dalam keluarga Alex yang mempunyai seorang ibu sangat membencinya, sudah dipastikan bahwa ia tidak akan pernah merasa bahagia.
Hal yang membuatnya dulu tidak memperdulikan mengenai hal itu karena berpikir hanya membutuhkan cinta Alex semata, tapi semakin dewasa berbeda pemikiran Alesha.
__ADS_1
Ia yang mengetahui bagaimana kehidupan rumah tangga saat menikah dengan Rafael, menyadari bahwa hubungan pasangan suami istri itu akan jauh lebih tentram jika mertua memberikan restu dan menyayangi menantu seperti layaknya putri sendiri.
Kini, ia merasa sangat yakin untuk tidak menerima Alex sebagai seorang suami. Namun, ingin berbicara empat mata dengan pria yang baru saja memintanya untuk menerima menjadi seorang istri.
Kini, Alesha hanya diam melihat perdebatan antara ibu dan anak, kemudian beralih menatap ke arah pria paruh baya yang ada di belakang, mulai berjalan mendekat ke arah meja.
Kemudian pria tersebut menggebrak meja untuk menghentikan perdebatan dari ibu dan anak.
"Hentikan! Apa tidak bisa membicarakan baik-baik tanpa berteriak?" Robert yang selama ini hanya diam dan membiarkan sang istri bersikap sesuka hati, kali ini mencoba untuk menghentikan suasana penuh ketegangan.
Semenjak putranya sering mengalami kecelakaan, ia yang tidak ingin selalu mendapatkan sebuah kekhawatiran, sehingga berpikir bahwa kebahagiaan putranya adalah hal paling utama untuknya.
Ia memang tadinya tidak merestui jika aku tanya ingin menikah dengan seorang wanita yang dulunya berprofesi sebagai sugar baby. Namun, ia merasa yakin bahwa putranya mengetahui bagaimana wanita itu, sehingga memutuskan untuk menikahi dan hidup ke rumah tangga mengakhiri status duda.
Saat ini, wanita paruh baya itu seketika menatap ke arah sang suami yang membuatnya merasa sangat aneh sekaligus kesal karena tidak mendapatkan sebuah dukungan.
"Apa yang kau lakukan saat ini? Seharusnya kau mendukungku atau membantu untuk mengusir wanita ini agar tidak bermimpi menjadi menantu di keluarga kita."
"Aku tidak ingin putraku kembali mengalami kecelakaan dan membuatnya kehilangan ingatan satu kali lagi hanya karena sikap kita yang egois." Robert sudah terlalu lelah untuk berdebat dengan sang istri dan dini ingin menyadarkan wanita yang sudah menemaninya selama lebih dari 30 tahun itu.
"Sebagai seorang ibu yang melahirkan sedang merawat putranya semenjak kecil hingga sekarang dewasa, seharusnya kamu tahu bagaimana sakitnya melihat Alex terkapar di rumah sakit setelah kecelakaan.
Hingga suara tawa dari wanita paruh baya tersebut menggema di ruangan begitu merasakan bahwa dia saat ini tidak mendapatkan dukungan dari siapapun ketika ingin memberikan semua hal terbaik pada putranya.
"Wah ... sangat luar biasa karena ternyata wanita murahan ini sudah berhasil membuat suami dan anakku takut di bawah kakinya."
Tidak ingin masalah semakin bertambah rumit dengan kesalahpahaman, akhirnya Alesha bergerak meraih tas jinjing miliknya yang tadi diletakkan di atas kursi.
Ia sudah sangat muak melihat wanita paruh baya tersebut selalu menghinanya seolah ia sangat hina dan pantas untuk mendapatkan itu.
Alesha sesuatu dari dalam tas miliknya dan menyerahkan ke tangan Alex. "Selamat ulang tahun, Alex. Semua doa terbaik untukmu. Maaf karena aku tidak bisa menikah denganmu karena saat ini mencintaiku pria lain."
"Aku datang bukan untuk kembali padamu, tapi ingin mengakhiri hubungan yang tidak seharusnya terjalin. Kini, ada pria lain yang bertahta di sini." Alesha menyentuh dadanya yang terasa bergejolak, sehingga boleh air mata lolos tanpa seizinnya.
"Maafkan aku, Alex. Semoga kamu sudah bahagia bersama wanita pilihan mamamu. Aku harus pergi," seru Alesha yang saat ini berjalan menuju ke arah pintu tanpa berniat untuk menunggu tanggapan dari Alex.
__ADS_1
Namun, saat menggeser pintu dan berjalan keluar, pandangannya tiba-tiba kabur dan semuanya terasa gelap hingga kehilangan kesadaran dalam jatuh terkulai di atas lantai.
To be continued...