I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Mematuhi perintah


__ADS_3

"Tidurlah di sini malam ini," ucap Alex pada Alesha yang masih belum ia lepaskan dari tadi karena momen-momen seperti ini membuatnya selalu ingin mengulangi dan tidak pernah mau berhenti.


Refleks Alesha membulatkan mata karena merasa permintaan Alex semakin bertambah gila.


"Apa kamu gila?"


Setelah berteriak, Alesha memilih untuk berusaha mendorong tubuh kekar itu dari hadapannya dengan sekuat tenaga. Ia sama sekali tidak pernah menyangka jika permintaan Alex semakin menjadi ketika ia terbuai dalam permainan pria nakal itu.


"Aku harus pulang sekarang karena ibuku menunggu di rumah. Jadi, menyingkirklah dan jangan macam-macam denganku!"


Tubuh Alex beberapa saat lalu terhuyung ke belakang dan hampir saja jatuh ke lantai jika ia tidak berpegangan pada sofa. Dorongan Alesha sangat kuat dan untungnya bisa mengimbangi.


Kini, ia melihat Alesha sudah bangkit berdiri, sedangkan ia masih duduk di sofa dan tidak berkedip menatap sosok wanita dengan penampilan sangat sederhana, yaitu hanya memakai celana panjang dan kemeja wanita, serta rambut diikat ke atas.


Hingga menampilkan leher jenjang putih yang sangat ingin ia berikan jejak kepemilikan di sana. Hingga ia yang merutuki otak liarnya, kini memilih untuk bangkit berdiri dan langsung menarik ikat rambut berwarna merah yang digunakan oleh Alesha.


"Jangan ikat rambutmu ke atas seperti itu. Bukankah biasanya kamu selalu membiarkannya terurai? Kenapa hari ini mengikatnya setinggi itu?"


Saat Alesha tadi merasa sangat terkejut dengan perbuatan tiba-tiba Alex dan berniat untuk mengungkapkan nada protes, ia mengulurkan tangan untuk meminta ikat rambut miliknya.


"Aku tadi bangun kesiangan dan asal mengikat rambut. Jika biasanya aku membiarkan terurai karena selalu memakai pelurus rambut, agar terlihat rapi, tapi pagi tadi tidak sempat."


"Memangnya aku lebih cantik jika membiarkan rambutku terurai?" Alesha masih menggantung tangan di udara, tapi karena merasa lelah, akhirnya ia menurunkannya.

__ADS_1


"Baiklah, ambil saja ikat rambut itu karena aku punya banyak di rumah." Alesha mendadak mengingat jika itu dibelikan Rafael saat berbelanja di Mall.


Saat ini, ia seperti melihat dua pria berbeda karakter yang bagaikan bumi dan langit. Jika Rafael dengan tegas menyuruhnya tampil rapi dengan selalu mengikat rambut, tetapi Alex kebalikannya.


Bahkan Rafael menyuruhnya untuk selalu memakai celana jeans panjang. Padahal dari dulu ia suka mengenakan hot pant dan rok mini, sedangkan Alex lebih suka ia memakai dress yang membuatnya terlihat feminim.


Bahkan masih banyak hal yang menjadi perbedaan antara Rafael dan juga Alex. Hingga lamunannya buyar begitu mendengar suara bariton dari Alex yang masih tidak menyerah untuk membuat Alesha tinggal.


"Bukankah ibumu sudah ada yang merawat? Rafael sangat perhatian pada semua hal, hingga memperkerjakan perawat khusus menjaga ibumu. Jadi, kamu tidak perlu beralasan lagi untuk menjaga."


"Tenang saja karena aku menyuruhmu tinggal dan tidur di sini saja, tidak akan macam-macam padamu. Jika aku memperkosamu, kamu bisa membunuhku dengan apapun yang ada di sini."


Alex mengarahkan jari telunjuk pada beberapa barang yang bisa digunakan untuk membunuh. "Itu lampu tidur bisa kamu gunakan memukul kepalaku."


Jika Alex sangat percaya diri dan yakin dengan apa yang ia katakan. Hal berbeda saat ini tengah dirasakan oleh Alesha yang sibuk bergumam sendiri di dalam hati untuk mengungkapkan apa yang ada di otaknya.


'Aku tidak yakin bisa mengontrol diri dan perasaanku saat terbawa suasana jika nanti kamu menciumku. Tidak mungkin kamu akan diam saja saat kita tidur di satu ranjang yang sama. Kamu memang tidak akan memperkosa atau memaksa, tapi terkadang semua hal yang dilarang itu terjadi begitu saja.'


'Aku takut malah dengan mudahnya menyerahkan diriku padamu, Alex karena mencintaimu. Aku ingin sekali waktu berhenti saat kita bersama karena bagiku, tidak pernah cukup kebersamaan kita meskipun sudah berjam-jam lamanya.'


'Aku selalu lemah dan tidak akan pernah bisa menolak saat pria yang kucintai dengan lembut mengirimkan denyut kenikmatan,' gumam Alesha yang saat ini memilih untuk menggelengkan kepalanya.


"Tidak! Aku tidak akan pernah masuk dalam jebakanmu, Alex!"

__ADS_1


Setelah mengungkapkan pendapatnya, kini Alesha sudah mengambil tas selempang miliknya yang tadi ia taruh di atas meja dan tanpa menunggu tanggapan dari Alex, ia memilih untuk berjalan menuju ke arah pintu keluar.


Namun, ia mengerutkan kening saat tidak bisa membuka pintu dan menoleh ke arah sosok pria yang berdiri santai di dekat sofa.


"Buka pintunya, Alex!" Alesha berteriak sambil mengarahkan tatapan tajam mengintimidasi.


Berharap apa yang dilakukannya itu membuat Alex segera menuruti perintahnya. Namun, yang terjadi tidaklah seperti yang diinginkan karena ia melihat tidak ada pergerakan sama sekali dari sosok pria yang berdiri cukup jauh dari hadapannya.


Hingga ia semakin membulatkan mata ketika mendengar suara bariton dari pria yang saat ini berjalan mendekat dan kembali menarik pergelangan tangan kirinya.


"Kamu memang lebih suka dipaksa daripada cara yang lembut dan romantis. Aku terpaksa melakukan kekerasan karena berkata baik-baik tidak kamu pedulikan!" Alex kini tidak bisa menahan kekesalan yang saat ini dirasakan.


Jadi, ia memilih untuk mengempaskan tubuh Alesha begitu berada di dekat ranjang king size yang ada di dalam ruangan kamar.


Beberapa saat lalu, sebenarnya Alesha sudah memberontak dengan cara mengempaskan tangan Alex, tetapi sama sekali tidak berhasil dan malah membuatnya terjebak di dalam ruangan pribadi pria yang sudah menatap dengan tatapan membunuh.


Alesha bisa mendengar suara degup jantung yang hampir saja meledak karena rasa takut sekaligus khawatir jika sampai pria yang saat ini mengungkung posisinya di atas ranjang empuk tersebut tidak bisa mengendalikan diri.


Saat ini, Alex sudah berbaring di dekat Alesha yang telentang. Bahkan ia saat ini melingkarkan tangan pada perut datar wanita yang masih berniat untuk memberontak dan melarikan diri dari kuasanya.


Namun, ia mengerahkan seluruh tenaganya agar wanita itu tidak bisa lari darinya. "Lebih baik kamu diam dan nikmati kebersamaan ini. Aku tidak mungkin menculikmu dari pelaminan setelah menikah dengan Rafael. Apa perlu aku menunggumu diceraikan oleh pria itu?"


Alesha saat ini tidak berkutik karena Alex tidak berniat untuk melepaskannya. Meskipun tadi sudah berusaha untuk kabur dan beranjak dari tempat tidur, tetapi gagal melakukannya. Akhirnya ia memilih untuk diam dan mematuhi perintah dari pria yang masih mengunci posisi dengan tangan berada di perutnya.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2