I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Percuma meminta izin


__ADS_3

Alesha yang tadinya ingin mengatakan tetap tidak mau dihukum, seketika mengerjapkan kedua mata berkali-kali begitu merasakan bibirnya dibungkam oleh sosok pria yang mulai melanjutkan lebih jauh dengan menyesap dan *******.


Ia yang merasa sangat terkejut, seketika kedua tangannya meremas sprei karena kebingungan apa yang harus dilakukannya saat ini.


Bahkan ia saat ini sibuk menormalkan tekanan jantungnya yang berdegup kencang seperti hendak melompat dari tempatnya. Bahkan tubuhnya seketika meremang atas ciuman yang semakin liar, membuatnya lama-lama menikmatinya dan membalas.


Hingga ia merasakan tangan Rafael mengarahkan kedua tangannya untuk melingkar di balik leher pria itu dan sama-sama saling menikmati.


Hingga ia pun kembali merasakan sensasi berputar kendali ketika seluruh tubuhnya lunglai begitu Rafael berbuat semakin intim padanya dan terburu-buru meloloskan pelindung tubuhnya.


Karena ia memakai gaun panjang dan mudah saat dilepaskan, membuat Rafael yang sudah terbawa suasana karena gairahnya mulai bangkit hanya dengan berbagi saliva ketika menyatukan bibir.


Ia bahkan kali ini tidak ingin menghentikan perbuatannya yang berhasil menyingkirkan pelindung tubuh wanita yang seolah pasrah atas apapun yang dilakukannya.


Hingga ia pun mulai sibuk menelusuri setiap inchi bagian tubuh dengan kulit putih yang membuatnya berkali-kali menelan saliva dengan kasar.

__ADS_1


Hingga ia pun menelusuri kulit putih yang masih terlindungi dua bagian sensitif tersebut dan memanjakan bibirnya.


Sementara di sisi lain, Alesha yang awalnya merasa sangat malu, lama-kelamaan menikmati semua getaran yang dikirimkan oleh pria di atas tubuhnya dan beberapa kali merintih dan menggeliat.


Hingga ruangan kamar yang tadinya penuh keheningan tersebut dipenuhi oleh suara seksi Alesha yang membuat Rafael semakin bersemangat untuk mengirimkan sensasi kenikmatan pada wanita yang beberapa kali bergerak seperti cacing kepanasan.


Kemudian ia mulai mengangkat wajahnya dan bisa melihat wajah memerah dari wanita yang ada di hadapannya.


"Apakah aku boleh melakukannya, Sayang!" tanya Rafael yang kini mengusap lembut wajah sosok wanita yang memerah wajahnya tersebut.


Tentu saja ia sangat malu jika langsung menjawab iya, seolah menunjukkan jika seorang wanita haus ***. Namun, jika menolak, khawatir sang suami akan kesal dan kecewa padanya.


Meskipun ia tahu bahwa Rafael tidak akan pernah memaksanya, tetap saja ia merasa bingung harus bagaimana.


'Kenapa bertanya segala sih? Kenapa tidak langsung saja? Aku jadi bingung kan menjawabnya!'

__ADS_1


Saat tidak mendapatkan jawaban dari sang istri, Rafael yang sengaja meminta izin terlebih dahulu untuk melakukannya karena khawatir jika akan membuat Alesha tidak nyaman karena tengah hamil muda.


Apalagi ia tahu jika sang istri tengah mengandung di trimester pertama dan sangat lemah. Jadi, berpikir bahwa ia harus bertanya terlebih dahulu.


"Sayang, jawab aku. Aku ingin kamu menjawabnya agar tahu apa yang harus kulakukan? Kali ini aku ingin melakukannya dalam keadaan sadar karena sangat kecewa ketika melepas keperjakaanku tanpa mengingatnya."


Rafael berharap jika sang istri langsung memberinya izin dan pastinya tidak akan membuang waktu untuk segera melakukannya. "Bahkan hari ini bisa dibilang adalah malam pertamaku karena dulu melakukannya di bawah pengaruh minuman beralkohol."


Di sisi lain, Alesha merasa jika apa yang dikatakan oleh sang suami sangat konyol dan ingin tertawa. Apalagi melihat wajah yang penuh dengan luka lebam itu seperti sangat polos.


Hingga ia yang merasa sangat geram atas pertanyaan sang suami yang meminta izin sebelum melakukannya, kini langsung membuka suara.


"Lain kali saja karena aku sangat ilfil melihat wajahmu yang babak belur!" Sengaja Alesha mengatakannya karena ingin melihat reaksi pria yang seketika masam mendengar jawabannya.


"Tahu gitu, aku tidak meminta izin tadi. Ternyata percuma seorang pria meminta izin terlebih dahulu. Sepertinya percuma aku meminta izin. Aaah ... kelamaan!" sarkas Rafael yang kini sudah bergerak turun dan meloloskan pelindung terakhir wanita yang seketika menggelinjang hebat atas perbuatannya.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2