I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Istri yang berbakti


__ADS_3

"Aku berpikir jika anak kita nanti saling jatuh cinta jika sampai jenis kelamin mereka berbeda. Jika itu terjadi, Bukankah nanti Aealeasha akan menjadi besanku? Apakah jika itu terjadi, hubungan kami akan seperti mama dan ibuku?"


Alesha bahkan sudah tidak bisa berhenti tertawa ketika membayangkan suatu saat nanti ia dan Aealeasha berubah tua seperti ibunya dan menjadi besan karena anak-anak mereka sama-sama saling jatuh cinta dan menikah.


Karena tidak mungkin ia akan memaksakan kehendak dengan tidak merestui saat anaknya mencintai seseorang. Ia tidak ingin menjadi seorang ibu yang jahat karena tidak memberikan restu dan memaksakan kehendak seperti keinginannya.


Sementara Rafael yang bahkan sama sekali tidak berpikiran mengenai hal sejauh itu, merasa jika sang istri terlalu banyak membaca novel dari karya para penulis fiksi.


Bahkan saat pertama masuk ke dalam kamar sang istri tadi untuk pertama kalinya, bisa melihat banyaknya koleksi buku yang menghiasi lemari.


Itulah yang membuatnya merasa bahwa dampak dari membaca karya fiksi tersebut akhirnya sang istri suka berhalu.


Namun, Rafael tahu bahwa tidak ada yang bisa menduga seperti apa takdir dari Tuhan mengenai jodoh karena ia sendiri pun dulu tidak pernah berpikir bisa move on dari Aealeasha dan berakhir mencintai Alesha sebesar ini.


"Sepertinya itu akan semakin menarik jika sampai besanku adalah mantan istriku," ucap Rafael yang saat ini terkekeh geli mendengar perkataan yang sangat konyol.


Alesha pun seketika terbahak mendengar tanggapan dari sang suami dan kini tengah memikirkan sesuatu yang terlintas di pikirannya.


"Sepertinya itu sangat cocok untuk dijadikan sebuah judul karya fiksi, Sayang. Besanku adalah mantan istriku, itu pasti akan mendapatkan banyak komentar karena berpikir judulnya sangat tidak masuk akal."


"Buat saja ceritanya, Sayang. Nanti pasti best seller," sahut Rafael yang membayangkan jika cerita sang istri mungkin bisa menjadi daya tarik dari para pembaca yang merasa sangat penasaran dengan judul yang menjual.


Hingga ia pun memikirkan sesuatu demi kebaikan sang istri yang hanya tertawa seolah tidak tertarik pada sarannya.


"Sayang, kamu sebaiknya cuti dari kuliah. Mungkin setelah melahirkan, bisa melanjutkan pendidikan, tapi tidak di tempat yang ada Alex-nya sebagai dosen. Soalnya aku sangat cemburu dan tidak bisa menahan diri."

__ADS_1


Alesha terkekeh geli mendengar kecemburuan dari sang suami yang selalu saja berpikir macam-macam pada Alex. "Iya, aku sudah memikirkan itu."


"Tapi sepertinya Alex sudah tidak lagi mengajar di kampus itu karena ia sudah sembuh dari amnesia dan harus meneruskan bisnis orang tua. Itu karena ia merupakan anak tunggal. Jadi, sepertinya tidak masalah aku nanti melanjutkan kuliah tetap di sana."


Kini, Rafael merasa sangat lega karena hal yang dikhawatirkannya tidak terjadi. Bahwa setelah hari ini, istrinya tidak akan lagi bisa bertemu dengan mantan sugar daddy-nya.


"Syukurlah, Sayang. Kalau begitu, aku tidak akan pernah lagi tersiksa rasa cemburu pada Alex. Tapi aku berencana untuk menemuinya dan mengucapkan terima kasih padanya. Menurutmu bagaimana?" Rafael menunggu detik demi detik keputusan dari sang istri saat ia mengungkapkan sesuatu yang menurutnya adalah hal terbaik.


Alesha sengaja mengulur waktu untuk memberikan jawaban karena ingin mengerjai sang suami yang terlihat seperti harap-harap cemas.


Bahkan ia ingin terbahak melihatnya, hingga saat berniat untuk membuka mulut, tidak jadi melakukannya karena suara ketukan pintu dari luar terdengar.


"Rafael, Alesha, sudah cukup bermesraannya. Cepat keluar karena makanannya sudah siap," teriak Tiana yang masih tetap khawatir jika putranya membuat kandungan menantunya mengalami masalah.


Rafael dan Alesha saling bersitatap dan tertawa melihat kelakuan dari wanita paruh baya yang terlihat sangat over protektif itu.


Alesha saat ini hanya tertawa dan beranjak bangkit dari tempat tidur setelah merapikan pakaiannya. Ia tadi memakai gaun selutut karena ingin merasa nyaman saat tiduran di ranjangnya.


Sementara gaun panjangnya yang tadi dipakai, sudah ditaruh ke keranjang pakaian kotor dan saat ini melirik ke sana. Kemudian menahan pergelangan tangan sang suami untuk berhenti dan menunjukkan.


"Sayang, nanti kamu cuci pakaianku, ya? Sudah banyak tuh! Kamu tidak mungkin menyuruhku mencuci pakaian sendiri, bukan? Apalagi saat aku sedang hamil anakmu," ujar Alesha yang saat ini sengaja mengusap perutnya yang masih datar untuk mencari sebuah simpati.


"Siap, Nyonya. Kamu pikir aku tidak pernah mencuci, apa! Nanti setelah makan, aku akan mencucinya dan sekalian mandi, baru berangkat ke rumah Aealeasha."


Rafael bahkan merasa senang bisa meringankan pekerjaan sang istri yang tengah hamil dan sama sekali tidak keberatan melakukannya.

__ADS_1


Apalagi ia dari dulu selalu hidup mandiri dan tidak pernah berganti pada sang ibu yang harus mencari pekerjaan di luar kota demi membiayainya sekolah dan kuliahnya.


Refleks Alesha memberikan sebuah ciuman pada sang suami yang dianggap sangat pengertian dan baik hati karena ringan tangan untuk membantu pekerjaan istri.


"Terima kasih, Sayang. Aku semakin mencintaimu dan sangat bahagia memiliki seorang suami yang perhatian serta penyayang dan tidak merasa keberatan untuk membantu pekerjaan istri."


Alesha Sebenarnya tadi hanya ingin mengetes seperti apa reaksi dari sang suami jika ia menyuruh untuk mencuci pakaiannya.


Padahal ia tahu bahwa sang suami adalah seorang CEO yang menjadi pemimpin dari banyaknya pegawai di perusahaan, tapi sama sekali tidak keberatan dan langsung setuju pada permintaannya.


Ia awalnya merasa sangat terkejut karena tidak pernah menyangka akan respon dari sang suami, tapi merasa sangat bahagia sekaligus bangga bisa memiliki seorang pria yang sangat mencintainya dan melakukan apapun demi membuatnya merasa senang.


Rafael kini membalas kecupan lembut itu dengan melabuhkan di bibir dan ********** dengan lembut. "Tidak perlu berlebihan begitu, Sayang."


"Karena sesungguhnya, kewajiban suami itu salah satunya adalah melakukan pekerjaan rumah dan tidak membebankan semuanya pada istri. Istri itu harus diratukan, bukan dibabukan."


Alesha kini makin mengeratkan pelukannya karena merasa menjadi salah satu istri yang paling beruntung di dunia karena bisa mendapatkan seorang suami yang mengerti akan kewajiban.


Bahwa kewajiban seorang suami kepada istri tidak hanya mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan, tapi juga ringan tangan membantu pekerjaan rumah.


Meskipun yang seringnya terjadi dalam prakteknya adalah istri bertanggung jawab sepenuhnya pada pekerjaan rumah dan sang suami tidak mau tahu dengan alasan sudah lelah karena mencari nafkah.


Alesha berpikir bahwa Rafael adalah seorang pria yang sangat baik setelah mengetahui isi hati dari sang suami dan ia pernah membaca mengenai kewajiban suami ada dua, yaitu dari segi materi dan non materi.


Jadi, kewajiban suami dari segi non materi adalah salah satunya tidak menyusahkan istri. Bahwa seorang suami harus memuliakan istrinya, begitu pun sebaliknya.

__ADS_1


Bahwa seorang suami juga dianjurkan untuk menyenangkan hati istrinya, berperilaku dan melakukan pergaulan yang baik. Alesha sangat bahagia sekaligus beruntung karena mendapatkan itu semua dan berjanji akan mengabdi sebagai seorang istri yang berbakti kepada suami.


To be continued...


__ADS_2