
Rafael yang baru saja melihat kepergian Alex tanpa memperdulikan dirinya setelah mengungkapkan kalimat bernada mengejek padanya, kini ia mengepalkan tangan kanan sambil melanjutkan pembicaraan dengan Aealeasha.
Sebenarnya ia ingin membalas Alex dengan mengumpat, tapi tidak bisa melakukannya karena ponselnya menyala dan ada mantan istri yang ingin berbicara saat terdengar seperti ada sesuatu yang penting ingin disampaikan.
"Sebenarnya apa yang terjadi hingga kamu menyuruhku untuk datang saat jam kerja karena aku tahu bahwa kamu bukanlah seorang wanita yang suka mengganggu pekerjaan orang lain. Apalagi aku tahu bahwa kamu lebih menghormati dan menghargai orang lain daripada diri sendiri."
Saat Rafael memijat pelipis karena angkara murka yang hari ini dirasakan membuatnya merasa kepalanya sangat berat.
Hingga rasa pusingnya semakin bertambah begitu mengetahui niat sebenarnya dari mantan istri yang tengah menceritakan mengenai kedatangan mertua ketika menyuruh untuk kembali ke New York.
"Aku menyuruh papa datang ke sini dan memintanya jujur mengenai hal yang disembunyikan agar daddy Adelardo tahu semuanya dan bisa memahami apa yang saat ini kurasakan. Bukankah aku tahu semua rahasia papaku darimu, jadi membutuhkanmu sebagai saksi."
Aealeasha ingin sekalian melakukan panggilan internasional pada Arsenio ketika membahas mengenai masa lalu ibunya ketika melakukan tabrak lari. Selain itu, ia membutuhkan dukungan dari pria yang sudah dianggap sebagai saudara laki-lakinya yang merupakan mantan suami sirinya tersebut.
__ADS_1
Mungkin memang perbuatannya terkesan sangat jahat tanpa memikirkan perasaan seorang Rafael yang sebaik malaikat itu, tapi tujuan utamanya adalah ingin menyadarkan mantan suaminya tersebut agar tidak pernah lagi memupuk rasa cinta yang tidak akan pernah bisa dibalasnya.
Ia ingin Rafael hidup bahagia bersama Alesha tanpa ada bayang-bayang masa lalu mengenai dirinya yang sama sekali tidak bisa membalas perasaan pria yang sudah dianggap sebagai kakak sendiri.
"Jadi, apa kamu bisa datang ke restoran sekarang karena papaku sedang dalam perjalanan karena merasa sangat terwujud begitu aku menelponnya."
Sementara itu, Rafael tidak langsung menjawab karena merasa banyak beban berat yang dipikulnya. Mulai dari hubungannya dengan Alesha yang sudah berakhir, tapi ia tidak mau mengurus gugatan cerai di pengadilan.
Belum lagi sang ibu yang mendiamkannya, lalu Alex datang ke kantornya dan meminta hal yang membuatnya murka dan sekarang mantan istri yang tengah meminta bantuan saat mertuanya datang dan meminta untuk kembali pada putranya.
Saat Rafael menenangkan pikiran sejenak, mendengar suara dari seberang telepon yang menganggapnya sudah tidak lagi ada.
"Brother? Kamu masih di sana, kan?" tanya Aealeasha yang benar-benar merasa sangat khawatir jika sampai terjadi sesuatu hal yang buruk pada mantan suaminya tersebut karena hanya diam ketika diajak berbicara serius.
__ADS_1
"Iya, aku masih di sini dan telah memikirkan sesuatu hal yang membuatku pusing." Rafael takkan sempat menjauhkan bangsa dari daun telinga karena suara mantan istrinya, seolah menusuk tepat di jantungnya.
"Aah ... syukurlah. Jika Brother sibuk, tidak perlu datang ke sini. Aku memang benar-benar tidak tahu diri karena terbiasa meminta apapun kau turuti. Jadi, maafkan aku karena selalu merepotkanmu, Brother."
Saat merasa bosan pada kalimat terakhir dari Aealeasha, Rafael memilih untuk mengakhiri sambungan telpon dan kini memutuskan untuk tetap membantu mantan istrinya yang sedang membutuhkan dukungannya.
Meskipun dalam hati ingin melakukan hal yang sama pada Alesha, tapi ia tahu bahwa dua wanita itu mempunyai karakter yang sangat berbeda. Jika Aealeasha sangat manis, lembut dan cengeng, sehingga jiwanya sebagai pelindung bangkit dengan sendirinya.
Namun, berbeda dengan Alesha yang ia ketahui keras kepala, tegas dan tidak bisa dikasihani karena berpikir adalah seorang wanita tangguh, membuat Rafael merasa seperti seorang pria tidak berguna saja.
'*Baiklah, untuk sekarang aku akan menyelesaikan masalah Aealeasha dulu. Baru kemudian akan membereskan Alesha dengan datang ke rumahnya dan membicarakan mengenai pernikahan kami di depan mertua.'
'Lagipula aku belum meminta maaf karena telah membuat pernikahan palsu dengan putrinya. Semoga ibu selalu baik-baik saja*.'
__ADS_1
To be continued...