
Refleks Rafael mengeratkan pelukannya dan menjelaskan hal yang diinginkan dari sang istri agar rumah tangganya semakin lebih lengket dan romantis.
"Aku ingin kamu memberikan perhatian penuh padaku. Jangan bersikap cuek karena sepenuhnya percaya padaku. Aku ingin kamu sedikit curiga dan selalu menunjukkan sikap takut kehilangan aku dengan cemburu."
Bahkan Rafael menunjukkan ancaman miliknya yang ada di atas nakas. "Kamu juga sering-seringlah mengecek ponselku agar aku merasa bahwa ada yang sangat ketakutan kehilangan aku karena selingkuh. Apa sekarang kamu tahu apa maksudku?"
Saat ini, Alesha hanya diam karena telah meresapi permohonan sang suami yang dianggap hanya akan membuat rumah tangganya dihiasi rasa curiga.
Ia Sebenarnya bukan merasa tidak peduli pada semua yang akan dilakukan oleh sang suami, tetapi tahap kepercayaannya sudah dibuktikan melalui tindakan pria itu.
Bahwa semua perbuatan pria itu hari ini membuatnya merasa yakin jika sang suami sangat mencintainya dan tidak akan pernah tertarik pada wanita lain.
Karena ia tahu jika seorang Rafael Zafran yang mengajaknya untuk menikah kontrak itu tidak pernah dekat dengan wanita manapun hingga digosipkan adalah seorang gay.
Bahwa suami yang sangat dicintainya tersebut hanya dekat dengan mantan istrinya dan membuatnya merasa bangga sekaligus bahagia saat mengetahui Rafael tidak pernah sekalipun menyentuh seorang wanita tanpa izin.
Meskipun itu tidak berlaku padanya. Karena tadi tidak diperdulikan saat tidak memberikan sebuah izin. Bahwa hanya bercinta dengannya saja dan status pria itu masih perjaka, sama sepertinya yang masih perawan.
__ADS_1
Kini, ia kembali menyetujui keinginan pria yang masih mendekapnya erat hingga memberikan sebuah kehangatan padanya.
"Baiklah, jika itu yang kamu inginkan, Sayang. Aku akan melakukan hal itu seperti keinginanmu. Mengenai hal yang tadi kamu maksudkan, aku mengizinkanmu menemui Aealeasha dan membantunya untuk menyelesaikan masalah rumah tangga, sekaligus masa lalu kelam yang berhubungan dengan para orang tua mereka."
Alesha sebenarnya ingin ikut suami menemui Aealeasha, tapi ia tidak melakukannya karena lebih memikirkan dampak negatifnya pada janin yang dikandung. Bahwa ia harus banyak beristirahat seperti perkataan sang dokter.
Jadi, ingin fokus pada calon buah hatinya dan juga mempercayai bahwa sang suami tidak akan pernah macam-macam di luaran sana.
Rafael saat ini merasa sangat lega karena tidak lagi merasa bersalah jika sampai sang istri berpikiran macam-macam padanya saat pergi menemui mantan istri.
Semuanya bahkan sudah digariskan dan menjadi sebuah alasan saat dipertemukan oleh takdir dan bersatu dalam keluarga bahagia dan memikirkan masa depan, serta melupakan masa lalu yang buruk.
Rafael saat ini melabuhkan sebuah kecupan pada kening sang istri. Ia sangat puas dengan jawaban wanita yang sangat dicintai tersebut. "Terima kasih, Sayang karena sudah percaya padaku sepenuhnya."
"Aku akan menjaga kepercayaanmu. Rencananya, nanti malam akan datang ke rumah mantan mertuaku dan mengajak Alesha ke sana."
"Apalagi akulah yang membantunya tinggal di sini tanpa sepengetahuan ayahnya. Aku tidak ingin ia dimarahi saat kondisinya tengah hamil muda sepertimu." Rafael merasa sangat bersalah sekaligus khawatir jika sampai Aealeasha banyak pikiran dan berdampak pada bayi yang sedang dikandung.
__ADS_1
"Mertuaku memang sangat menyayangi Aealeasha, tapi tidak yakin jika menyangkut masalah masa lalu yang berhubungan dengan kematian orang tua Arsenio." Ia pun menarik diri agar bisa menatap sang istri dengan jelas.
"Aku harap anakku akan bisa berteman baik dengan anak Aealeasha suatu saat nanti. Jadi, melakukan sesuatu agar tidak terjadi hal buruk dari kehamilannya. Kamu percaya padaku, kan?"
Rafael menatap intens wajah cantik sang istri dan seketika tersenyum simpul begitu melihat sosok wanita yang sangat dicintainya menganggukkan kepala tanpa berpikir.
Bahwa pria yang sangat dicintainya tersebut sudah membuktikan cintanya yang teramat luar biasa padanya, Alesha saat ini merasa tidak ada lagi hal yang diinginkannya selain cinta dari sang suami.
Ia kini membalas perbuatan intim sang suami dengan memberikan sebuah kecupan pada bibir tebal yang berada tepat di hadapannya. "Aku sangat mencintaimu dan akan melakukan apapun yang kamu katakan."
Namun, saat ini sesuatu di pikiran Alesha dan membuatnya tertawa, sehingga membuat sang suami memicingkan mata karena merasa heran atas perbuatannya.
"Aku sedang memikirkan sesuatu hal yang sangat konyol, Sayang?"
"Apa?" Rafael merasa heran saat sang istri tertawa sendiri seperti orang gila. Kemudian ia ikut tertawa begitu mengetahui hal yang terpikirkan oleh sang istri.
To be continued...
__ADS_1