I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Menunjukkan sebuah bukti


__ADS_3

Berbagai macam pertanyaan membuat Alex saat ini masih menatap intens wajah cantik wanita yang kini baru saja berhenti tertawa dan ia ingin menghentikan berbagai macam pertanyaan di otak untuk saat ini.


"Apakah kamu dan pria itu bukan sepasang kekasih? Lalu, apa hubungan pria itu denganmu? Dia seperti sangat over protektif dan posesif padamu. Tidak mungkin dia bukan kekasihmu."


Tidak mungkin, itulah yang saat ini tercetus di pikiran Alex dan ingin segera diselesaikan rasa ingin tahu tentang sosok wanita yang kini tersenyum smirk tersebut. Bahkan beberapa saat kemudian, jawaban pria tersebut membuatnya merasa sangat kesal.


"Itu bukan urusanmu!" sahut Alesha tanpa pikir panjang dan merutuki kebodohan sendiri saat mengungkapkan hal yang harusnya tidak diketahui oleh orang lain, apalagi Alex.


'Tidak mungkin aku mengatakan bahwa hubungan kami adalah antara sugar baby dan sugar daddy. Konyol sekali. Hal itu hanya akan mempermalukan diri sendiri. Apalagi dia adalah dosenku.'


'Bisa jadi nanti dia berpikir jika aku adalah seorang wanita yang menghalalkan segala cara untuk hidup mewah dengan cara menjadi sugar baby.'


Baru saja Alesha selesai bergumam sendiri di dalam hati, berjenggit kaget dengan suara bariton dari seseorang yang tak lain adalah Rafael.


Pria yang tadi ia siram dengan minuman jus jeruk hingga basah dan langsung pergi meninggalkan kantin. Malas melihat Rafael, Alesha ingin mengusir pria dengan rambut dan juga kemeja putih basah, tetapi sudah tidak berwarna kuning seperti tadi.


"Alesha, ayo kembali ke ruangan ibu."


Rafael yang tadi mencari keberadaan Alesha setelah mencuci muka dan membersihkan pakaian dengan air mengalir di toilet, dimarahi habis-habisan oleh sang ibu karena tidak bersama wanita itu saat kembali ke ruangan.


Ia tadinya berpikir jika Alesha sudah kembali ke ruangan perawatan sang ibu, tapi begitu melihat di sana tidak ada, akhirnya susah payah mencari dan tujuan pertama adalah taman rumah sakit.


Ia bahkan kembali kesal dan marah begitu melihat wanita yang dicari sedang berdiri berhadapan dengan dosen sekaligus mantan sugar daddy.


Rafael buru-buru mendekat dan ingin memisahkan dua orang yang selalu memantik amarah karena mengingat tentang hubungan mantan istri dan Arsenio—CEO di perusahaan tempatnya bekerja dulu.

__ADS_1


"Mama mencarimu dan tadi marah padaku karena tidak kembali bersama. Lebih baik ayo kita ke ruangan perawatan. Jangan seperti anak berusia lima tahun saat sedang kesal dan marah. Kamu sudah dewasa dan tidak pantas merajuk seperti anak kecil!"


"Apalagi saat ini, kamu sedang berduaan dengan seorang pria. Apa yang akan dipikirkan oleh mamaku jika melihat calon menantu malah bersama dengan pria lain!"


Sengaja Rafael berkata seperti itu agar Alex yang tadi seolah mengibarkan bendera perang dengan menyebutkan jodoh, menyadarkan pria itu agar tidak mempunyai pikiran untuk mengganggu Alesha—calon istrinya.


Saat Rafael berjalan mendekati Alesha dan berniat hendak menggandeng tangan wanita itu, penolakan jelas terlihat karena langsung menghindar dan membuat ia emosi.


Bahkan jawaban Alesha semakin membuat ia tersulut emosi dan seketika bersitatap dengan Alex.


"Jangan menyentuhku! Pergilah dan katakan pada mamamu kalau aku sedang menenangkan diri karena bertengkar denganmu. Lebih baik jujur saja, dari pada harus membuat kebohongan."


Kemudian Alesha beralih menatap ke arah Alex dan mengibaskan tangan. "Aku juga ingin kamu pergi dari sini karena ingin menenangkan diri. Pergilah temui mamamu. Dia pasti sedang menunggu."


'Mamamu yang suka menilai seseorang berdasarkan status sosial,' lirih Alesha di dalam hati.


Bahkan ia mengatakan pada para teman agar tidak mengatakan keberadaannya pada Alex saat pria itu bertanya. Ia menghindari tempat-tempat yang selalu dikunjungi Alex untuk menghindar. Hingga satu tahun tidak bertemu dan kembali melihat pria itu di kampus gara-gara Rafael memilih Universitas itu.


"Aku akan tetap di sini!" jawab Rafael yang sama sekali tidak peduli dengan penolakan Alesha.


Sementara Alex kali ini merasa sangat aneh dengan perkataan antara Rafael dan Alesha sangat berbeda dan berbanding terbalik.


"Sebelum aku pergi, lebih baik kamu jawab pertanyaanku dulu karena melihat sikap kalian, membuatku merasa sangat tertarik ingin tahu. Kenapa kamu bilang bukan kekasih Rafael, tetapi pria ini sebaliknya? Malah mengatakan kamu calon istri."


"Astaga! Apakah sebuah hubungan pernikahan bisa terjadi saat hanya ada satu orang yang berkehendak? Bukankah kamu tidak mencintai pria ini? Atau kamu dipaksa karena ada sesuatu? Lebih baik kamu katakan padaku, agar aku bisa membantu!"

__ADS_1


Alesha yang merasa bahwa Alex kembali seperti dulu, yaitu pertama kali bertemu di Mall, pria itu menolongnya keluar dari masalah. Saat itu, ia mengalami hal seperti saat bertemu dengan Rafael pertama kali.


Hanya bedanya, jika saat bertemu Rafael, ia sedang tidak melakukan kesalahan karena wanita itu salah paham, sedangkan saat bertemu Alex, memang mendapatkan kemurkaan dari istri sah sugar daddy yang menyewanya.


Bahkan Alex saat itu langsung mengajak pergi dengan menggandeng tangan tanpa persetujuannya dan pergi makan bersama. Hingga ia menceritakan tentang pekerjaan sebagai sugar baby dan tanpa diduga, Alex langsung meminta untuk menemani ke manapun pergi.


Hingga saat Alex menjadi sugar daddy untuknya, ia dilarang menjadi sugar baby orang lain. Awalnya ia tidak setuju karena membutuhkan banyak uang untuk biaya pengobatan sang ibu. Namun, Alex seolah tahu jika ia butuh banyak uang, sehingga membayar dua kali lipat.


Begitu hari ini Alex melakukan hal yang sama seperti dulu di depan Rafael, ingin sekali ia menghambur memeluk pria itu. Sosok pria yang telah berhasil menjungkirbalikkan perasaan dan kembali membuka kunci hati yang telah hilang.


Ya, semenjak Alesha berpisah dengan Alex, hatinya seolah terkunci dan kunci itu dibawa oleh pria tersebut. Ia benar-benar menutup diri dan tidak bisa jatuh cinta lagi. Namun, kali ini ia tidak bisa langsung menerima tawaran menggiurkan dari Alex karena merasa berdosa pada wanita paruh baya yang tak lain adalah Tiana—ibu dari Rafael.


Alesha belum bersuara dan malah mendengar Rafael mengungkapkan kemurkaan. Tidak hanya itu saja, bahkan suara menggema pria itu membuat ia bisa melihat jika orang-orang yang berada di taman rumah sakit melihat ke arah mereka.


"Ini bukan urusanmu, berengsek! Kau terlalu mencampuri urusan pribadi kami. Ingat ini baik-baik di otakmu! Aeleasha Indira adalah calon istriku dan kami sebentar lagi akan menikah. Jadi, jangan berani mengganggu wanitaku!"


Rafael kali ini tidak bisa tinggal diam dan membuatnya langsung menarik pergelangan tangan Alesha hingga berakhir memeluk tubuh ramping itu. Menunjukkan kuasa pada Alex agar pria itu mundur dan tidak mengganggunya.


Namun, suara bariton Alex kembali membuat Rafael murka.


"Alesha tadi bilang bahwa kau bukan kekasihnya. Jadi, jangan mengarang sebuah kebohongan, Tuan Rafael!" sarkas Alex yang masih tidak percaya pada perkataan pria itu.


Merasa sangat murka pada perkataan Alex, kini Rafael sudah tidak bisa menahan diri lagi karena ia langsung menunjukkan kekuasaan pada Alesha yang berani membantah dan melupakan surat perjanjian.


"Aku akan menikah dengan Alesha beberapa bulan lagi dan untuk membuatmu percaya bahwa dia adalah kekasihku, sepertinya aku harus menunjukkan sebuah bukti!"

__ADS_1


Setelah mengungkapkan kalimat ambigu, refleks Rafael langsung meraup bibir Alesha dan mencium di depan Alex untuk membuat pria itu pergi dan melupakan wanita yang akan ia nikahi tersebut.


To be continued...


__ADS_2