I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Tidak akan menderita sendirian


__ADS_3

Beberapa hari yang lalu, Alex sudah menyuruh seorang detektif untuk mencari tahu tentang hubungan antara Rafael dan Alesha. Hingga beberapa hari kemudian mengetahui semuanya bahwa antara Alesha dan Rafael sama sekali tidak ada ikatan batin.


Bahwa mereka menikah karena sebuah perjanjian demi menghindari perjodohan ibu pria itu, sedangkan Alesha membutuhkan uang untuk biaya operasi sang ibu.


Jadi, Alex merasa yakin jika yang terjadi antara mereka atas dasar terpaksa dan sama sekali tidak ada cinta.


Meskipun ia merasa kesal dan marah karena Rafael telah menghamili Alesha, sehingga membuat wanita yang ingin ia nikahi berakhir menjadi galau dan beralih mencintai pria yang ingin dihabisinya.


Jadi, Alex memutuskan untuk menemui Rafael karena ia yakin bahwa pria itu sama sekali tidak mencintai Alesha. Apalagi ia tahu jika Rafael masih belum bisa move on dari mantan istri yang kini kembali ke Jakarta karena ada masalah dengan sang suami.


Seperti hari ini, ia yang merasa sangat percaya diri menghadapi Rafael karena pria yang tengah menatapnya tajam itu sama sekali tidak tahu jika Alesha saat ini tengah hamil.


'Aku sama sekali tidak mempermasalahkan Alesha hamil dan tetap akan menikahinya. Aku akan menganggap bayi Alesha seperti anak kandungku sendiri setelah kami nanti menikah,' gumam Alex yang masih tidak merasa takut kala mendapatkan tatapan tajam dari sosok pria di balik meja kerja.


Sementara itu, kedua tangan Rafael mengepal kuat dan bunyi rahang mengerat sangat kuat terdengar jelas saat ini begitu mengetahui maksud kedatangan pria tidak diundang yang berdiri di hadapannya.

__ADS_1


Ingin sekali ia langsung menghambur ke arah Alex demi bisa meninju wajah pria yang telah memantik amarahnya, tapi sadar jika melakukan itu di ruangan kerjanya, akan berdampak bagi nama baik perusahaan.


Dengan menahan amarah yang bergejolak, kini Rafael masih mengarahkan tatapan tajam pada pria di hadapannya.


"Aah ... jadi kalian sudah memutuskan untuk segera menikah begitu aku mengurus semuanya ke pengadilan? Sepertinya aku berubah pikiran untuk mempercepat proses perceraian setelah melihatmu."


"Aku tidak ingin kalian segera menikah karena hanya akan merusak nama baikku saja. Jika sampai ada yang tahu bahwa mantan istriku menikah lagi secepatnya, pasti para awak media akan mengejar Alesha."


Rafael saat ini ingin membuat Alex tidak lagi datang mengusiknya di perusahaan. Jadi, mengatakan sesuatu yang saat ini dianggap bisa membuat pria itu menyadari kebodohan.


Rafael ingin tahu bagaimana reaksi dari Alex, tapi sama sekali tidak menyangka jika pria itu malah bertepuk tangan dan tertawa terbahak-bahak, sehingga semakin membuatnya bertambah kesal.


Alex sebenarnya ingin tahu bagaimana reaksi seorang Rafael saat ia mengarang sebuah kebohongan karena sebagai sesama pria, pastinya mengetahuinya.


"Wah ... sepertinya Anda adalah seorang pemimpin yang hebat, Tuan Rafael. Hingga lebih mengutamakan para staf perusahaan daripada mantan istri. Pantas saja Alesha tidak tahan memiliki suami seperti Anda dan ingin segera menikah denganku."

__ADS_1


Kemudian ia bangkit berdiri dari posisinya yang tadinya duduk di atas sofa. "Baiklah. Jika kau tidak mau mengurusnya, biar aku yang membereskan semuanya. Aku lebih mementingkan perasaan Alesha daripada pemikiranmu yamg konyol itu."


Tanpa berniat untuk berpamitan karena saat ini Alex tahu bagaimana perasaan pria di hadapannya pada Alesha, kini berjalan menuju ke arah pintu keluar. Hingga saat ia hendak membuka kenop pintu, mendengar suara benda terlempar dan teriakan Rafael.


Alex sama sekali tidak merasa takut ketika sebuah tablet terlempar ke dinding sebelah pintu dan jatuh dekat kakinya. Ia bahkan sama sekali tidak menoleh ke arah sosok pria yang kini berteriak kencang penuh kemurkaan.


"Kalian tidak akan pernah bisa menikah selama aku tidak menandatanganinya!" Rafael benar-benar sangat marah karena ia sudah terlalu banyak hidup menderita karena wanita dan juga selalu dimarahi oleh ibunya karena selalu membela Alesha.


Hal itulah yang membuatnya merasa sangat marah begitu melihat kedatangan Alex yang menyudutkannya agar bisa segera menikahi Alesha.


"Selama aku masih hidup, tidak akan pernah membiarkan kalian hidup bahagia!" sarkas Rafael yang saat ini masih berdiri tegak di balik meja kerjanya sambil menatap tajam pria dengan bahu lebar tersebut sambil mengepalkan kedua tangan dan rahang mengeras.


'Alesha, aku tidak akan menderita sendirian karena kau pun juga harus merasakannya dengan tidak bisa menikahi Alex.'


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2