I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Membuatmu menunggu


__ADS_3

Alex yang masih berdiri di balik pintu, kini mulai berbalik badan begitu mendengar kalimat konyol dari Rafael.


"Apa kau yakin dengan keputusanmu? Bahwa kau tidak akan pernah membiarkan kami menikah dan hidup bahagia selamanya?"


"Tentu saja! Langkahi dulu mayatku dulu sebelum kau menikahi Alesha," sahut pria dari balik meja yang tak lain adalah Rafael.


Ia bahkan saat ini tengah berbicara dengan menatap tajam pada sosok pria yang sama sekali tidak disukainya dan hanya membangkitkan api amarah di dalam diri.


Setiap kali menatap Alex, membuatnya merasa sangat marah karena selalu teringat pada wanita yang telah menolaknya.


Bahkan ia tahu bahwa kebahagiaan pria itu adalah sebuah hal yang menyakitkan baginya. Hingga ia sama sekali tidak mempedulikan berapa kerugian yang telah dibuatnya karena menghancurkan semua barang berharga yang ada di ruangannya.


"Aku tidak akan menderita sendirian karena kalian pun sebentar lagi merasakan apa yang kurasakan."

__ADS_1


Rafael pun sudah keluar dari balik meja kerja untuk bisa menghampiri sosok pria yang masih berada di dekat pintu tersebut. "Katakan saja pada Alesha bahwa aku tidak akan mengurus perceraian ke pengadilan agama."


"Kalian hanya akan berbuat dosa dan aku tidak ingin itu terjadi. Bukankah seharusnya kau berterima kasih padaku karena menghindarkan kalian dari api neraka?" Bahkan Rafael merasa sangat kesal ketika mengingat mengenai hubungan masa lalu dari seorang pria yang masih berdiri menjulang di hadapannya dengan Alesha.


Seolah takdir mempermainkan hidupnya karena selalu berakhir miris dalam hubungan dengan seorang wanita. Hingga ia yang sebenarnya hendak melanjutkan umpatan, kini tidak jadi melakukannya karena suara dering ponsel miliknya berbunyi.


Sebenarnya ia tidak ingin memperdulikannya, tapi beberapa kali berdering dan membuatnya tidak ada pilihan lain selain mengangkatnya.


"Halo?" seru Rafael yang seketika membulatkan mata begitu mendengar suara bariton dari seberang telpon, yaitu Aealeasha—mantan istrinya.


Rafael yang kini melirik ke arah sosok pria yang ada di hadapannya, tidak mengalihkan perhatian dan kembali membuka suara.


"Katakan dulu apa yang kamu inginkan, baru aku akan datang." Saat Rafael baru menutup mulut, kini ia melihat Alex mendekat dan berbisik di dekat daun telinga.

__ADS_1


"Urus saja mantan istrimu itu dan lupakan Alesha-ku. Alesha terlalu berharga untuk disia-siakan pria jelek sepertimu." Alex tidak bisa tertawa lepas karena mendengar suara seorang wanita di seberang telpon.


Jadi, ia memilih untuk segera pergi karena berpikir bahwa Alesha mungkin sudah menunggunya di restoran karena ia tadi mengajak bertemu untuk menyampaikan sesuatu.


Namun, sebelum pergi, memang ingin menemui Rafael karena memastikan sebuah hal yang berhubungan dengan keputusannya.


"Ternyata apa yang kukhawatirkan benar. Bahwa pria itu sangat terobsesi pada Alesha dan tidak rela berpisah setelah aku memancingnya. Padahal ia sudah memberikan talak pada Alesha."


"Rafael, kenapa kau adalah seorang pria bodoh yang tidak tahu apapun tentang sesuatu yang berhubungan dengan perasaan Alesha?" Kemudian beralih menatap ke arah ponselnya dan ditaruh di atas meja.


"Kalian sama-sama saling menyayangi, tapi sangat lambat seperti kura-kura. Sebenarnya aku tadi ingin mengatakan padanya, tapi tidak bisa menahan diri karena langsung marah, lirih pria yang kini sudah masuk ke dalam rumah.


Hingga beberapa saat kemudian, ia mengingat wajah murung Alesha dan membuatnya tidak tega. "Baiklah. Aku akan membuatmu mengagumiku, Sayang."

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2