I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Menyimpan banyak rahasia


__ADS_3

Rafael yang tadinya berjalan melewati Alex dan sang ibu juga mendengar pertanyaan dari pria itu. Hingga ia melirik ke arah sosok wanita di sebelahnya dan melihat saat Alesha kini tengah berjalan sangat lambat.


'Apa dia ingin tahu jawaban dari ibu Alex? Jika benar begitu, aku akan segera membawanya dari sini. Dia tidak boleh tahu hal yang berhubungan dengan pria itu karena itu akan membuatnya selalu memikirkan Alex,' gumam Rafael yang saat ini tengah menatap ke arah Alesha ketika berjalan sangat lambat.


Hingga ia pun tidak suka melihat itu dan langsung mengangkat tubuh Alesha ke atas lengan dan berjalan menuju ruangan perawatan.


Sementara Alesha yang tadi masih ingin mendengar jawaban apa dari ibu Alex yang dulu menghina dengan selembar cek, menjerit kecil saat tiba-tiba Rafael sudah menggendongnya.


Refleks menggerakkan tubuhnya untuk membuat Rafael menurunkannya. "Apa yang kamu lakukan? Turunkan aku! Astaga!"


Masih berusaha untuk meminta Rafael segera menurunkan, Alesha melupakan niat untuk mengetahui jawaban dari ibu Alex karena sibuk menggerakkan tubuh di atas lengan kekar itu.


"Rafael, turunkan aku! Nanti mama melihat. Apa yang akan dipikirkan mereka nanti!" Masih mencoba untuk menepuk lengan kekar pria itu karena ingin segera kembali berjalan.


Sementara itu, Rafael yang sama sekali tidak berniat untuk menurunkan tubuh Alesha, hanya menggelengkan kepala.


"Aku tidak sabar melihat cara berjalanmu yang seperti siput itu. Lebih baik kau diam jika tidak ingin terjatuh! Jika sampai kita jatuh bersamaan, bisa jadi tubuhmu akan memar nanti karena terbentur lantai.


"Astaga, Rafael!" teriak Alesha di dekat daun telinga pria yang seolah tidak berniat untuk menuruti keinginan yang ia ungkapkan. "Aku malu dilihat ibuku dan mamamu."


"Tidak perlu malu karena mereka akan memaklumi semua. Tenang saja dan jangan berisik karena suaramu membuat cicak di dinding mati nanti." Rafael sengaja mengalihkan pembicaraan dan perhatian Alesha pada Alex dengan bercanda dan yang didapatkan adalah sebuah cubitan cukup kuat dari wanita dengan bibir mengerucut tersebut.


"Kau benar-benar sangat menyebalkan!" umpat Alesha yang masih belum melepaskan cubitan pada lengan kekar pria itu dan akhirnya memilih menyerah dan pasrah karena Rafael sama sekali tidak mau mendengarkan permintaan yang dari tadi diucapkan.


Membiarkan Rafael menggendong dan berjalan menuju ke arah ruangan perawatan dan ia sekilas melihat wajah Rafael yang meringis menahan rasa sakit dengan sangat jelas.

__ADS_1


Apalagi jarak yang begitu dekat, membuat Alesha bisa menatap wajah dengan rahang tegas itu. Entah mengapa ia baru menyadari, ternyata pria yang saat ini masih menggendong tersebut memiliki paras rupawan saat dilihat dari dekat.


'Ternyata, kalau dilihat dari dekat seperti ini, tampan juga. Meskipun sikap pria ini sering menyebalkan, tapi sepertinya mempunyai sebuah rahasia dalam kehidupan masa lalu.'


'Seorang pria setampan Rafael yang merupakan mantan suami ini bahkan belum pernah berciuman dan mengatakan jika akulah wanita yang menerima ciuman pertama.'


'Meskipun tadi terdengar sangat konyol, tapi aku melihat keseriusan di mata pria ini. Ia seperti bukan tipe pria yang suka membual saat menatap tajam seperti tadi.'


Sementara Rafael yang saat ini menyadari telah berhasil membuat Alesha melupakan Alex, ia sedikit merasa lega karena harapan tidak sia-sia.


'Aku akan membuatmu melupakan Alex dengan caraku. Tidak akan kubiarkan masa lalu buruk dan kelam kembali menghampiri karena masa depan cemerlang harus tercipta setelah aku memiliki perusahaan pria yang


telah merebut Aeleasha dariku.'


Rafael yang baru selesai bergumam sendiri di dalam hati, kini menyadari jika Alesha tidak berkedip menatap dari tadi.


Ia pun tersenyum menyeringai dan menatap ke arah sosok wanita yang langsung mengalihkan pandangan tersebut.


"Jangan menatapku terus hingga tidak berkedip seperti itu karena aku tidak akan bisa bertanggungjawab padamu saat jatuh cinta padaku."


Alesha yang tadi langsung mengalihkan pandangan ke arah lain, kini kembali menatap Rafael saat mendengar kalimat bernada ejekan tersebut. Tentu saja ia merasa sangat kesal saat berhadapan dengan pria yang terlalu percaya diri tersebut.


"Aku ingin bertanya, tapi kau harus menjawab dengan jujur. Sebelum masuk ke dalam ruangan ibuku, aku ingin mengetahui jawabanmu."


Merasa tertarik dengan pertanyaan dari Alesha kini Rafael menghentikan langkah kaki dan menunggu hingga Alesha hingga kembali membuka bibir sensual yang tadi sempat ia cium.

__ADS_1


Tanpa mengiyakan atau pun menolak, ia hanya menutup rapat bibir karena malah asyik menatap bibir sensual Alesha yang mengingatkan ciuman pertama. Hingga otaknya terasa dipenuhi momen ciuman pertama tersebut.


'Sial! Kenapa aku selalu terbayang dengan ciuman pertama tadi? Rasanya sangat manis,' lirih Rafael yang langsung buyar lamunan begitu mendengar suara dari Alesha.


"Apa benar kamu baru berciuman dengan seorang wanita? Lalu, seperti apa kisah rumah tanggamu dengan mantan istrimu itu? Rasanya sangat aneh saat aku menyebut nama yang sama dengan namaku. Apa tidak ada panggilan lain untuk mantan istrimu?"


Alesha kali ini tidak ingin otaknya dipenuhi oleh berbagai macam pertanyaan mengenai masa lalu pria itu, sehingga ia saat ini merasa penasaran dan memilih untuk langsung bertanya. Berharap jika pria itu mau terbuka dan menceritakan kisah rumah tangga yang dianggap tidak masuk akal tersebut.


Masih tidak berkedip menatap wajah pria yang ada di hadapannya, Alesha yang masih mengalungkan tangan di balik leher panjang pria dengan tatapan iris tajam tersebut, menunggu hingga bibir tebal yang tertutup sangat rapat itu terbuka untuk memberikan sebuah jawaban.


Hingga ia kini berkali-kali menelan ludah begitu menatap bibir dengan bagian bawah tebal dan sedikit gelap itu. Tentu saja ia tahu penyebab dari apa yang membuat warna bibir itu menjadi gelap.


Sering melihat pria itu merokok, tentu saja membuat Alesha merasa jika Rafael menjalani pola hidup tidak sehat karena mengetahui bahaya merokok. Sebenarnya ia ingin sekali melarang, tapi sadar diri bukanlah siapapun untuk Rafael. Jadi, ia memilih untuk diam.


'Sial! Bibir gelap itu yang tadi menciumku. Dia tidak tahu jika itu merupakan ciuman pertamaku. Aku tidak akan mengatakan rahasia ini pada Rafael.'


'Hal itu karena ia tidak akan pernah mempercayai apa yang kukatakan. Apalagi aku adalah seorang sugar baby yang selalu dianggap sebagai seorang wanita murahan yang hanya mengejar uang.'


Saat Alesha menyadari bahwa ia memang mengejar uang, tapi tidak untuk diri sendiri, tetap saja tidak membuat nama baiknya bersih. Ia kini tengah menatap intens wajah Rafael saat mendengar suara bariton pria dengan bibir mulai terbuka itu.


"Aku menikah hanya karena ingin menyelamatkan Aeleasha dari gunjingan orang-orang. Saat aku menikahinya, ia sedang dalam kondisi hamil karena diperkosa oleh seorang bajingan," ucap Rafael yang akhirnya memilih untuk menceritakan tentang kisah rumah tangga yang yang dijalani selama tiga tahun lebih itu


"Apa? Hamil?" teriak Alesha yang langsung membulatkan mata dan seketika membekap mulut saat tidak pernah menyangka jika Rafael ternyata menyimpan banyak rahasia mengejutkan mengenai perjalanan hidup.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2