
Kini, Aeleasha yang tidur di pelukan pria yang sudah bernapas dengan teratur di hadapannya, menandakan bahwa sang suami sudah berada di alam yang berbeda dengannya, yaitu alam mimpi dan mungkin sudah terbuai dengan bunga tidur.
Berbeda dengan dirinya yang saat ini tidak bisa tidur meskipun dari tadi sudah memejamkan kedua mata.
Bagaimana bisa ia tidur saat merasakan tubuhnya remuk redam karena tadi setelah menceritakan semua keluh kesah, Arsenio kembali membuatnya merintih dan mendesah.
Seolah memuaskan hasrat yang tidak kunjung padam dan menganggap tidak ada waktu untuk bercinta lagi, sehingga melakukan lagi dengan mencoba berbagai macam gaya di dalam bathtub.
Ia kini berpikir telah membuat dua pria berbeda generasi tergila-gila dan membuatnya seperti seorang wanita luar biasa karena menaklukkan dua pria tampan yang sama-sama memiliki pesona tersendiri dengan usia yang berbeda.
Jika Rafael yang berusia muda sangat manis dan baik hati, sangat mencintainya dan tidak ingin menikah lagi karena patah hati ia tinggalkan, sedangkan Arsenio yang matang jauh lebih gila dan dewasa, tetapi ada sensasi khas maskulin yang membuat ia selalu penasaran dengan sifat dingin pria itu dulu saat pertama kali bertemu di bandara.
Bahkan tadi ia merasa bahwa Arsenio yang mengatakan akan memenuhi keinginannya untuk hamil anak perempuan, hingga sudah berkali-kali menanam benih di rahimnya.
Aeleasha kini menggigit bibir bawahnya kala ia memikirkan semua hal yang terjadi pada kisah cintanya.
__ADS_1
'Aku tidak pernah menyangka jika semuanya akan seperti ini. Aku pikir dulu tidak akan pernah menikah dengan pria yang kucintai, tapi ternyata ia sangat mencintaiku dan merasa tersiksa saat aku dulu pergi tanpa pesan.'
Aeleasha saat ini tidak berkedip menatap wajah Arsenio yang merupakan cinta pertama dan terakhir.
Ia jatuh cinta pada sosok pria dengan tubuh tinggi tegap yang saat ini memeluknya dengan bertelanjang dada dan terlihat sangat memesona, karena memiliki ketampanan yang berhasil membuat para wanita takluk di bawah kakinya.
Ia bahkan dari dulu tidak bisa melupakan mata yang berkilat, serta tatapan menantang, seolah menegaskan bahwa wajah tampan itu adalah sebuah pahatan sempurna dan sanggup meluluhlantakkan kaum hawa yang menatapnya.
Lekukan pipi putih yang tajam, hidung mancung, bibir padat yang sensual dan lekukan kecil di dagunya yang sama sekali tidak ditumbuhi bulu-bulu halus sedikit pun.
Bahkan saat itu, ia belum pernah bergetar saat berdekatan dengan seorang pria. Hanya saja, saat bersama dengan Arsenio, merasa sangat nyaman dan ada sesuatu yang kurang jika tidak bertemu dengan pria itu.
Ia yang polos sama sekali tidak mengetahui bahwa saat itu Arsenio adalah kekasih dari ibu tirinya. Hingga ketika ia mengetahui semua itu, berakhir terluka dan hancur.
Namun, semesta seolah menunjukkan kuasa bahwa ia pun berhak mengecap kebahagiaan, yaitu merasakan manisnya dicintai. Indahnya jatuh cinta dan juga bahagia saat menjadi wanita yang dipuja.
__ADS_1
Hingga kini, sudut bibirnya melengkung ke atas, seolah menegaskan bahwa suasana hati sedang baik hari ini karena sekarang ia merasa menjadi wanita penting di hati pria yang telah berhasil merebut hatinya.
Hal itulah yang saat ini menegaskan perasaan Aeleasha ketika dikuasai oleh kegundahan luar biasa mengenai ketakutan Arsenio.
Embusan napas kasar seolah sangat mewakili perasaan saat ini yang sedang kacau balau. Ia kali ini benar-benar tidak bisa memutuskan apapun dan memilih untuk merehatkan otak sejenak dengan cara memejamkan mata.
Berharap bisa membuatnya merilekskan tubuh serta otak karena kini tidak mempunyai daya untuk sekedar berpikir mengambil keputusan.
Pada akhirnya ia memilih untuk memejamkan mata dan melingkarkan tangannya pada pinggang kokoh pria yang dari tadi tidak pernah melepaskan kuasa seolah takut ia tiba-tiba pergi meninggalkannya.
Meskipun tadi sudah mengatakan pada sang suami agar melupakan apa yang dikatakan oleh Rafael, tetap saja ingin memberikan mantan suami pelajaran dan sekarang sedang menyusun rencana untuk pria itu.
Kini, ia memilih untuk menyusul Arsenio yang telah menikmati alam bawah sadar setelah kelelahan mereguk asmara.
To be continued....
__ADS_1