
Beberapa hari berlalu, akhirnya saat ini Nick memiliki kesempatan untuk melaksanakan aksinya. Sudah sejak lama menahan diri untuk melakukan rencana jahat menyingkirkan Arsenio hingga tidak mempunyai apapun dan diusir oleh pamannya.
Berharap setelah perusahaan yang dipimpin oleh Arsenio bangkrut, sang paman tidak lagi membela pria yang bahkan tidak ada hubungan darah dengan keluarga besar Adelardo.
Hingga kini, tiba saatnya ia sampai pada satu titik, yang mana akan ada sesuatu yang dilakukan untuk menghancurkan Arsenio.
Ia tidak berpikir lama untuk melangsungkan niat itu dan beranggapan juga apa yang telah dihadapi sekarang adalah sesuatu hal yang tepat.
Rekannya sebentar lagi akan datang dan bersiap untuk memulai siasat itu. Tentu saja mereka menyepakati persetujuan itu bersama.
“Akhirnya datang juga. Sudah sejak tadi aku menunggumu.”
“Maaf jika lama, tapi ada macet di jalan.” ucap seorang pria dengan rambut keemasan yang tersenyum begitu tiba di lokasi hotel yang akan menjadi tempat pertemuan penting.
Pria itu tidak sendiri. Orang suruhan Nick yang akan diminta untuk bekerja sama dengan Arsenio datang bersama seorang wanita.
“Hai!” sapa wanita itu.
Wanita cantik yang memiliki nama asli Zea Sivana adalah seorang wanita sangat muda dan cantik. Dulu ia memiliki hubungan dengan Nick. Maka, saat pertemuan seperti ini, sudah tidak aneh yang dirasakan oleh mereka.
“Akhirnya datang juga. Apakah sudah siap melakukan misi kita?” Nick tersenyum simpul dan bersikap seperti biasa pada mantan kekasihnya.
“Tentu saja sudah sangat siap," sahut Zea yang kali ini masih memiliki perasaan sama terhadap sosok pria tampan yang dari dulu ia puja tersebut.
“Semoga apa yang kita rencanakan beberapa waktu lalu, dapat berjalan lancar. Ini semua bukan semata-mata untuk hal yang biasa, tetapi kita lakukan untuk mendapatkan hasil yang terbaik." Nick menyuruh dua orang itu duduk di kursi kosong.
"Kita sudah memiliki prinsip dan rencana yang sangat matang. Itu artinya tidak boleh ada yang gagal dari rencana kita," sahut pria yang kini akan berakting sebagai pengusaha sukses yang akan menanamkan modal pada perusahaan Arsenio.
__ADS_1
Hingga beberapa saat mereka berbincang dan karena sudah tiba saatnya, langsung pergi untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan tugas masing-masing.
Di tempat itu, Nick sempat terdiam sebentar. Mencoba meyakinkan temannya untuk bisa semangat memulai ini semua dan tidak boleh sampai dikecoh oleh Arsenio.
Bagaimanapun, Arsenio adalah sosok yang cerdas dan bisa saja mengetahui rencana yang dilakukan oleh sang musuh untuknya.
"Kali ini tidak boleh gagal dan Arsenio harus berada dalam genggamanku," ucap Nick yang kini tersenyum smirk ketika membayangkan jika sebentar lagi akan mendapatkan kekuasaan.
'Saat pamanku mengetahui bahwa Arsenio gagal membuat perusahaan maju, sudah bisa dipastikan jika kekuasaan akan dialihkan padaku dan pria berengsek itu akan kembali ke jalanan. Sementara istrinya yang cantik itu bisa kumiliki,' gumam Nick yang kini melihat dua orang yang bekerja sama dengannya telah pergi.
***
Orang yang pertama kali tiba di perusahaan adalah Zea. Wanita itu langsung mengambil alih untuk segera berjalan ke arah ruangan dan melangsungkan niatnya sesuai dengan perjanjian yang telah direncanakan dan diucapkan di depan Nick.
“Ini adalah pertama kalinya aku datang untuk melakukan niat buruk. Semoga apa yang terjadi ke depannya bukan menjadi akhir dari hidupku karena menghancurkan pria hebat seperti Arsenio."
Merasa jika cukup mahir dalam melakukan itu, akhirnya ia dengan percaya diri akan berhasil dengan rencananya.
Perkataan yang keluar dari mulut Zea membuat ia yakin jika apa yang telah dihadapi sekarang ada sesuatu hal yang tepat. Waktu berlalu begitu saja dan hingga kini tidak ada yang mengetahui bahwa ia akan berbuat sesuatu hal liar biasa hari ini.
Di satu sisi, perasaan Arsenio benar-benar bahagia ketika mengetahui ada investor yang akan bekerja sama dengannya.
Ia merasa ini mungkin permulaan dan juga awal untuk kembali bangkit. Apalagi setelah tahu selama ini terlalu banyak kabar simpang siur yang terus menerus terjadi tentang perusahaannya.
Maka dari itu, dengan adanya seorang yang bersedia mengajak kerjasama, Arsenio langsung menerima.
“Apakah benar Tuan ingin bekerja sama dengan perusahaan kami? Penanaman saham dari Anda sangat berguna untuk perkembangan perusahaan ini.”
__ADS_1
Apa yang dikatakan oleh Arsenio berdasarkan kenyataan dan apa adanya. Dengan beberapa waktu ke depan, akhirnya ada sebuah jawaban. Sontak pula ada raut wajah berbinar terlihat dan memastikan dari investor itu yang membuat keadaan perusahaan seolah mendapatkan secercah harapan.
“Untuk apa saya kemari, jika jawabannya adalah tidak? Saya mengikuti ini semua dan kita resmi bekerja sama.”
Pernyataan itu membuat Arsenio benar-benar sangat bahagia. Ia menganggap jika setelah ini akan ada masa bahagia, lantaran mendapatkan kesempatan untuk bisa kembali membuat bangkit perusahaan yang sudah terpuruk.
Di sela-sela rapat dengan investor, tiba-tiba saja keberadaan Zea membuat suasana hening.
Arsenio diperkenalkan dengan wanita itu dan langsung menerima, tanpa banyak bertanya-tanya dan juga berpikir curiga.
Semua disebabkan karena ia yang baru saja mendapatkan kabar jika ada investor ingin bekerja sama dengan perusahaan miliknya.
“Saya rasa, sejak tadi kita terlalu banyak bicara. Apa tidak merasa haus?” tanya investor itu.
Salah satu dari mereka terlihat memancing. Zea langsung berinisiatif dan ia membawa sebuah minuman di nampan.
“Silakan dinikmati kopinya! Mungkin bisa membantu agar lebih berkonsentrasi.”
Arsenio yang kebetulan merasa sangat haus pada tenggorokan, tanpa membuang waktu, langsung meraih gelas yang diberikan oleh pekerja di sana. Tidak berangsur lama, akhirnya kopi dalam gelas telah berpindah ke perutnya karena ia telah menghabiskannya.
Detik demi menit telah berlalu dengan pembicaraan mengenai bisnis semakin membuat keduanya larut.
“Terima kasih atas kerja samanya karena sudi berinvestasi di perusahaan saya," ucap Arsenio yang kini mengungkapkan rasa syukurnya atas kebaikan pria dengan kulit putih yang memilikinya postur lebih tinggi darinya.
Sementara pria berkebangsaan Swedia itu hanya mengulas senyuman dan dari tadi tidak berkedip menatap wajah Arsenio. Bertanya-tanya apakah obat sudah bereaksi pada tubuh pria itu.
'Sebentar lagi mungkin dia langsung tertidur pulas dan rencana Nick akan berhasil,' gumam Zea yang tadi memang berbicara dengan Nick untuk menjebak Arsenio agar tidak sadarkan diri dan memotret dalam keadaan bersama seorang wanita yang tak lain adalah dirinya.
__ADS_1
Zea yang masih sangat mencintai Nick, rela melakukan apapun agar pria itu mau kembali padanya. Ia tidak butuh uang karena hanya menginginkan Nick seorang.
To be continued...