I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Membuat perhitungan


__ADS_3

Beberapa saat lalu, Rafael yang tiba di kantin, memilih untuk memesan kopi dan juga mie instan super pedas karena ingin melampiaskan kekesalannya dengan makan itu.


Itu merupakan hal yang menjadi kebiasaannya saat sedang mengalami rasa kesal saat menghadapi masalah. Kemudian ia memilih untuk berjalan menuju ke arah tempat duduk di sudut ruangan.


Berpikir duduk di sudut akan membuatnya tidak terganggu atau pun risi melihat para pengunjung lain. Rafael awalnya menunggu pesanannya dengan melamun sambil menyangga dagunya yang menopang meja.


Namun, belum beberapa menit, indra pendengarannya menangkap suara dari notifikasi di ponselnya. Refleks ia meraih ponsel di dalam saku celana dan membaca sebuah pesan dari sang pengacara yang juga sudah dianggap seperti saudara sendiri.


Hingga wajahnya seketika berubah pucat begitu membaca pesan itu.


Apa kau sudah melihat berita di media sosial hari ini? Artikel mantan istrimu dan pemimpin perusahaan tengah beredar luas. Sepertinya ada wartawan yang tanpa sengaja melihat mereka.


Saat Rafael melihat artikel yang dikirimkan oleh sahabatnya tersebut, merasakan degup jantungnya berdetak kencang melebihi batas normal. Ia bahkan melihat foto-foto keromantisan sang mantan istri dengan suami yang baru saja keluar dari hotel mewah.


Tentu saja ia tahu apa yang baru saja dilakukan pasangan pengantin saat keluar dari hotel. Hal itu semakin membuat jantung bagaikan ditusuk tombak tajam.


Bahkan rasa sesak di dada hingga membuatnya seolah susah bernapas. Ia kali ini merasa seperti seorang pria bodoh yang tenggelam dalam patah hati. Sementara wanita yang selalu dipikirkan sama sekali tidak mengingatnya sama sekali.


'Bahkan di sini aku masih terluka dan belum bisa menyembuhkan hasil perbuatanmu itu, Aeleasha. Namun, kamu malah sangat menikmati kebahagiaan di atas penderitaanku. Memang akulah yang bodoh saat ini karena masih mencintaimu.'


'Mencintai wanita yang tidak pernah bisa kumiliki dan membuatku hanya merasa patah hati. Apa kalian tidak bisa menunggu hingga rambut mengering dulu? Baru keluar dari hotel? Atau kalian sengaja ingin semua orang tahu?'


Saat Rafael asyik mengumpat di dalam hati, seorang wanita datang mengantarkan pesanannya. Refleks ia meletakkan ponsel di atas meja dan langsung menikmati mie yang masih panas karena mengepulkan asap di udara begitu dibuka penutupnya.


Ia beberapa kali meniup mie agar tidak membakar lidahnya dan ingin segera menghabiskan itu. Bahkan setelah ia merasakan sensasi pedas di lidah, bulir peluh membasahi pelipis.


Padahal baru empat suapan ia menikmati mie tersebut. Hingga ia memilih untuk menghentikan itu karena otaknya dari tadi tengah memikirkan judul artikel yang dibaca.


Rafael bahkan tertawa miris saat mengingat hal itu. Bahkan ia sudah seperti orang gila karena tertawa dan berbicara sendiri yang terdengar sedang asyik mengumpat.

__ADS_1


"Sialan! Saat aku belum bisa move on, kamu malah berbulan madu di hotel. Kenapa kamu suka sekali menabur garam di atas lukaku, Aeleasha?'


Ya, artikel itu memang berjudul honeymoon kedua dari seorang pebisnis terkenal di New York yang merupakan orang Jakarta.


Rafael yang merasa sangat kesal, marah, terluka, kini mengambil ponsel dan kembali membaca tentang isi dari artikel itu. Ia sadar bahwa rasa ingin tahu sangat besar, sehingga tanpa memperdulikan akan kembali terluka, memilih untuk tetap melanjutkan.


Hingga ia yang belum selesai membaca, melihat Alesha dan langsung menuduh telah memikirkan mantan istri.


'Sial! Ternyata ia bukanlah seorang wanita yang bodoh. Apa yang harus kulakukan untuk membuatnya percaya? Bahwa tidak ada apapun di ponselku?'


Refleks Radar yang kini memilih untuk melanjutkan ritual makan, mengalihkan pembicaraan.


"Kamu seperti seorang detektif saja. Lebih baik kamu katakan apa tujuanmu datang menyusul ke kantin? Apa kamu merindukanku?" Rafael kembali merasakan sensasi lidah terbakar saat mengunyah makanan di dalam mulut.


Sementara Alesha yang merasa sangat kesal karena tidak mendapatkan jawaban, tapi masih mendapatkan candaan konyol dari Rafael.


"Astaga! Kamu memang seorang seorang CEO yang sangat percaya diri. Hingga berpikir aku suka padamu. Aku tahu bahwa kamu sedang mengalihkan pembicaraan. Baiklah, aku tidak akan pernah bertanya karena sangat yakin jika nanti akan bercerita padaku seperti malam itu."


"Mama lapar, jadi aku datang menyusul ke sini karena kamu sangat lama di kantin. Biar aku saja yang pesan makanan untuknya." Alesha memilih bangkit berdiri dan berniat untuk memesan makanan.


Namun, tidak bisa melakukannya saat Rafael menahan pergelangan tangan dan membuat Alesha mengerutkan kening.


"Ada apa? Apa kamu sudah mau menceritakan tentang mantan istrimu itu?"


Sementara Rafael hanya memberikan sebuah kode, yaitu menggerakkan kepala ke kanan. Ia menyuruh Alesha kembali duduk.


"Tunggu saja di sini karena aku akan memesan makanan untuk mamaku." Tanpa menunggu persetujuan dari Alesha, ia sudah berjalan menuju ke arah tempat memesan makanan.


Namun, saat baru saja ingin membuka mulut untuk memesan, tanpa sengaja melihat Alex berjalan mendekat dan membuatnya merasa sangat kesal untuk kesekian kali.

__ADS_1


Entah mengapa saat ada Alex, ia seperti melihat seorang Arsenio—pria yang telah merebut kebahagiaan dan kedamaian hati.


Ingin sekali ia meninju wajah menyebalkan itu, tapi tidak mungkin membuat keributan dengan orang yang tidak membuat kesalahan.


Akhirnya ia hanya mengungkapkan kalimat pertanyaan pada pria itu. "Apa kamu tadi datang bersama dengan Alesha ke kantin?'


Rafael hanya asal saja bertanya dan saat melihat jawaban sebuah anggukan kepala, tentu saja membuat amarah kembali memenuhi diri.


Tidak hanya itu saja, bahkan ia terbahak begitu mendengar pria dingin dan datar itu membuka mulut dan terasa seperti sengaja memancing emosi.


"Aku sama sekali tidak mengikuti Alesha, tapi takdir seolah selalu mempertemukan kami. Aku bahkan merasa heran dengan semua kebetulan ini, tapi satu hal yang pasti dan harus kau ingat. Kalau jodoh tidak akan ke mana."


Alex yang baru saja menutup mulut setelah selesai berbicara, menepuk pundak kokoh pria dengan rahang mengeras yang menunjukkan kemurkaan itu.


Kemudian tersenyum smirk dan berlalu pergi setelah membayar. Namun, sebelum itu, juga melambaikan tangan pada sosok wanita di sudut ruangan yang juga tengah menatap ke arahnya dan membuat Alex tersenyum.


Sementara itu, Rafael yang refleks langsung berbalik badan karena ingin melihat respon dari Alesha saat digoda oleh Alex, kini sudah mengepalkan kedua tangan begitu wanita itu membalas dengan seulas senyuman.


'Sialan! Pria bernama Alex itu seperti sengaja ingin mengibarkan bendera perang denganku. Sementara Alesha sama sekali tidak mengikuti perintah pada poin yang kutambahkan tadi. Aku akan membuat perhitungan pada Alesha nanti.'


To be continued...


Halo pembacaku tersayang, hari ini Author kembali membawa karya dari teman untuk bahan bacaan sambil menunggu update.


Ada karya dari Author Navizaa yang berjudul Eternal Enemy. Jangan lupa masukkan ke rak baca. Terima kasih 🙏



Blurb:

__ADS_1


Safara Maulida tidak pernah menyangka bahwa dia akan dilamar secara tiba-tiba oleh atasannya. Tentu saja Fara nama panggilan gadis itu merasa sangat bahagia, apalagi atasannya itu adalah cinta pertamanya di masa putih abu-abu. Namun, pernikahan itu tak berjalan dengan semestinya karena sikap Keill Abraham sangat dingin jika di rumah dan akan berubah hangat jika di kantor. Membuat Fara sangat kecewa dan menyesali hubungannya itu.


__ADS_2