
Satu minggu sudah semenjak kelahiran putra pertama Rafael dan Alesha dan tentu saja malaikat kecil itu benar-benar menjadi putra mahkota di istana keluarga Zafran.
Bahkan Rafael mendapatkan ucapan selamat dari sang mantan istri yang juga sudah satu bulan melahirkan putri keduanya dan berjanji akan datang ke Jakarta setelah putri Aealeasha agak besar.
Hari ini adalah hari paling penting karena ada acara Aqiqah sekaligus pemberian nama untuk sang putra mahkota pasangan Rafael dan Alesha.
Raut kebahagiaan terpancar dari pasangan suami istri yang terlihat semakin lengkap kebahagiaannya tersebut. Bahkan keduanya sudah sepakat untuk memberikan sebuah nama setelah banyak pertimbangan.
Pagi tadi sudah dimulai pengajian dan doa-doa dari anak yatim yang diberikan santunan agar mendoakan putra mereka agar kelak bisa menjadi anak Sholeh yang membanggakan orang tuanya. Putra pertamanya diberi nama Alexi Cairo Zafran.
Kini, terlihat Rafael yang saat ini tengah duduk di singgasana bersama istri dan putranya. Ia bangkit berdiri untuk memberikan sebuah sambutan pada semua hadirin yang hadir untuk mendoakan putra pertamanya.
"Saya ucapkan terima kasih atas kehadiran semuanya dan dengan ikhlas mendoakan putra pertama yang kami beri nama Alexi Cairo Zafran. Nama itu mempunyai sebuah arti Seorang pelindung tampan yang sangat beruntung."
"Saya berharap putra kami kelak bisa menjadi seorang pelindung siapapun, termasuk orang tua dan saudara. Itu adalah arti dari Alexi, sedangkan Cairo bermakna sangat tampan dan diakhiri Zafran adalah nama marga kami yang berarti beruntung."
Rafael berhenti sejenak memberikan sambutan karena menoleh pada sang istri yang tengah memangku putranya. "Saya juga mengucapkan terima kasih pada istri yang sangat luar biasa ketika mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan buah cinta kami."
Alesha yang dari tadi merasa terharu atas sambutan sang suami, kini seketika berkaca-kaca kala mengingat semua perjuangannya selama ini. Ia merasa sangat bahagia dicintai luar biasa oleh pria yang bahkan dulunya sama sekali tidak mencintainya.
"I love you, Sayang," lirih Alesha yang kini makin berderai air mata ketika mendapat sebuah kecupan lembut dari pria yang membungkuk di hadapannya dan menghapus bulir air mata yang membasahi pipinya.
"I love you too, Istriku. Jangan menangis di hari yang bahagia ini. Lihatlah putra kita yang sangat tampan seperti malaikat dan bola matanya sangat berkilat dan tidak mau tidur hari ini karena ingin mendengarkan doa-doa tulus dari semua orang." Rafael yang sibuk menghapus air mata di pipi putih Alesha, bahkan bisa mendengar suara tepuk tangan dan riuh rendah dari banyak orang.
__ADS_1
Tentu saja karena melihat sikap romantis dan kasih sayangnya pada sang istri, sehingga membuat semua orang merasa iri.
Alesha yang merasa sangat malu karena mendengar suara riuh rendah dari banyak orang, termasuk mertuanya, kini buru-buru menghapus sendiri bulir air matanya.
"Sayang, sudah! Lanjutkan saja sambutannya. Aku bersihkan sendiri saja karena malu pada bersorak sorai melihat kita." Alesha kini mendorong pinggang sang suami agar kembali fokus melanjutkan sambutan agar acara segera selesai.
Hari ini ia sangat lelah karena semalaman putranya mengajak begadang dan selalu menyusu. Kata sang ibu, bayi laki-laki lebih banyak menyusu dibandingkan bayi perempuan.
Jadi, harus bersabar dan memintanya untuk disadur juga dengan susu formula. Namun, ia tidak mau karena ingin secara ekslusif memberikan ASI karena bukanlah wanita karir dan akan fokus mengurus putranya dengan memberikan yang terbaik.
Sementara itu, Rafael yang kini tidak ingin sang istri semakin malu, akhirnya menuruti perintah dan kembali melanjutkan sambutan.
Hingga acara diakhiri dengan menikmati makanan yang disajikan. Kemudian Rafael melihat wajah lelah Alesha dan mata panda jelas terlihat saat ini. "Sayang, setelah semua tamu pulang, lebih baik kamu beristirahat."
Alesha yang kini menguap beberapa kali setelah memberikan putranya, langsung mengangguk perlahan dan memijat pundaknya yang terasa sangat pegal.
"Iya, aku akan tidur setelah acara selesai. Ternyata tidak mudah menjadi seorang ibu. Nasib baik aku punya mertua dan ibu yang selalu membantu, sehingga tidak sampai merasakan syndrom baby blues." Alesha yang baru saja menutup mulut, kini mendengar suara dari sang ibu yang datang dengan membawa sepiring makanan penuh.
"Alesha, kamu harus makan banyak karena cucuku sangat kuat menyusu. Tidak perlu memikirkan berat badan karena yang penting anak sehat. Setelah cucuku tidak menyusu, baru pikirkan bentuk tubuh lagi." Lia Nuraini kini memberikan piring berisi makanan dengan aneka lauk.
Alesha yang kini menerima makanan dari sang ibu, mengerjapkan mata begitu melihat satu piring makanan.
"Ibu, jika aku bisa menghabiskan makanan ini, itu berarti perutku adalah tong sampah. Ini terlalu banyak. Mana mungkin aku bisa menghabiskannya," protes Alesha dengan wajah cemberut dan baru paham begitu mendengar suara dari mertuanya.
__ADS_1
Sementara itu, Tiana yang datang bersama besannya, langsung meminta cucunya karena ingin putranya makan bersama menantu kesayangan.
"Itu tadi Mama yang menambahkan agar Rafael ikut makan sekaligus menyuapimu. Bukankah kalian selalu makan sepiring berdua saat di rumah?" Kemudian beralih menatap ke arah Rafael setelah mengendong cucunya yang membuatnya sangat gemas.
"Suapi istrimu dan manjakan dia karena telah memberikan cucu tampan seperti ini." Kemudian ia menatap ke arah sang besan untuk memberikan kode agar pergi meninggalkan putra dan menantunya.
"Beres, Mah!" seru Rafael yang tadi langsung tertawa mendengar perintah dari sang ibu yang telah berlalu pergi dan langsung merebut piring berisi makanan itu. "Sini, Sayang."
Kemudian ia langsung mengambil satu sendok makanan dan menyuapkan ke dalam mulut sang istri. "Makan yang banyak dan jangan pikirkan berat badan karena meskipun kamu gemuk, aku akan selalu mencintaimu."
"Gombal." Alesha yang sama sekali tidak percaya pada kalimat rayuan sang suami, kini mengunyah makanan sambil mengerucutkan bibir.
Hingga ia melihat sang suami juga ikut menyuapkan makanan ke dalam mulut dan mengunyahnya.
"Apapun yang terjadi, aku tidak mau gemuk karena tidak ingin kamu jelalatan melihat wanita seksi. Aku akan memanfaatkan kekayaan suamiku untuk program diet nanti setelah Alexi sudah tidak menyusu." Alesha kini tengah memikirkan sesuatu yang selama ini mengganjal pikiran.
"Baiklah. Lakukan apapun sesukamu, Sayang." Rafael kembali menyuapkan makanan ke dalam mulut sang istri. Namun, ia mengerutkan kening karena Alesha menggelengkan kepala.
"Kenapa, Sayang?"
"Aku tengah memikirkan sesuatu." Alesha ragu-ragu melanjutkan perkataannya karena khawatir sang suami kecewa padanya.
"Memikirkan apa?" Akhirnya Rafael menyuapkan makanan ke dalam mulut sendiri.
__ADS_1
To be continued...