I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Berhasil Tertangkap


__ADS_3

Nick tidak tinggal diam meskipun sudah mendengar jika Arsenio menjebloskan orang suruhannya ke dalam penjara. Ia bahkan akan kembali membuat sebuah rencana. Kali ini tidak bergerak dalam perusahaan Arsenio, melainkan rumah tangganya yang dipermainkan.


Banyak siasat dan juga cara untuk bisa menghancurkan Arsenio.


“Jangan kau pikir aku akan menyerah secepat ini. Apalagi sampai dianggap aku pergi sebagai bukti kalah. Karena itu semua tidak mungkin aku lakukan."


"Walaupun tidak berhasil menghancurkanmu melalui perusahaan, tetapi aku bisa menghancurkan lewat rumah tangga yang kau bina. Aku akan membuat sebuah rencana untuk menghancurkan keharmonisan rumah tangga kalian yang selalu menghiasi media."


Beberapa saat kemudian, sebuah mobil berhenti di sebuah restoran. Taksi yang mengantarkan seorang wanita muda sampai di hadapan Nick.


“Akhirnya kau datang juga,” ucap Nick, pelan.


Perjalanan berlanjut dan kali ini obrolan mereka sampai pada intinya. Banyak hal yang dibicarakan, salah satunya adalah rencana untuk menjebak Arsenio.


“Apakah kau mau menerima kerja sama ini?” tanya Nick. Ia menatap wanita di hadapannya, lalu ditanggapi dengan anggukan.


“Tentu saja Aku setuju dengan semua yang kau katakan. Hanya itu, bukan?” tanya seorang wanita yang saat ini mengulas senyuman.


“Iya. Hanya itu yang perlu kau lakukan." Nick berbicara singkat pada sosok wanita cantik di hadapannya.


Persetujuan antara mereka berdua berhenti sampai di sana dan kali ini wanita muda di hadapan Nick langsung beranjak pergi. Tujuan utama adalah berkaitan dengan pengusaha sukses bernama Arsenio.


***


Beberapa waktu setelahnya, rumah keluarga Arsenio kedatangan seorang tamu. Tidak ada yang bisa dikatakan oleh Aeleasha yang pada saat membukakan pintu lebih awal karena sang suami sedang berada di kamar mandi.


“Siapa?” tanya Aeleasha dengan mengerutkan keningnya.


“Saya kekasih tuan Arsenio."


Tanggapan yang sangat berbanding terbalik akhirnya terlihat. Aeleasha sempat tersenyum tipis karena tidak percaya dengan semua ini, lantaran pernah tertipu dan juga dibohongi oleh suatu kenyataan yang tidak benar-benar terjadi.


“Jangan berbohong, aku tidak percaya.”


Tidak berangsur lama, akhirnya pembicaraan mereka terhenti, lantaran wanita tadi memaksa untuk tetap masuk ke dalam rumah dan bertemu dengan pria yang diincarnya.


Tentu saja perbuatan wanita itu membuat kemarahan Aeleasha memuncak. Ia menatap tajam ke arah wanita itu dan memperhatikan mulai dari atas hingga bawah.

__ADS_1


“Tidak mungkin suamiku selingkuh. Apalagi selingkuh dengan wanita sepertimu.”


“Kenapa kau bisa sangat yakin? Kau pikir adalah wanita paling cantik?” sarkas wanita yang saat ini tersenyum sinis.


“Pergilah sekarang sebelum suamiku menghabisimu!" teriak Aeleasha yang saat ini benar-benar sangat murka karena ada wanita tidak tahu diri datang ke rumah.


Meskipun beberapa hari terakhir ini rumah tangganya tidak baik-baik saja, tetapi sangat yakin jika Arsenio tidak akan pernah selingkuh dan sangat mencintainya. Ia berpikir bahwa perubahan sikap dingin Arsenio karena stres atas masalah yang menimpa perusahaan.


Hingga suara teriakannya didengar oleh Arsenio yang baru saja datang dari anak tangga.


"Ada apa ini?"


"Apa wanita ini adalah selingkuhanmu? Dia datang dan mengatakan kekasih gelapmu!" tanya Aeleasha yang kini merasa sangat marah begitu menatap ke arah sang suami.


Merasa jika pagi ini terjadi kekonyolan, tanpa berkomentar, Arsenio meraih ponsel miliknya karena berniat untuk menghubungi polisi agar menyingkirkan wanita tidak tahu diri tersebut.


'Aku sangat yakin jika ini adalah ulah gila Nick yang masih belum menyerah untuk menghancurkanku.'


Hingga wanita yang percaya diri tadi langsung bangkit berdiri dari posisinya dan berjalan keluar untuk segera kabur karena tidak ingin dipenjara dan berbicara sebelum pergi.


"Sepertinya aku salah orang."


"Kita perlu bicara, Sayang."


"Aku harus pergi sekarang karena perusahaan benar-benar dalam masalah!" Arsenio kini langsung berjalan menuju ke arah pintu keluar dan sebelum itu, menoleh ke arah belakang. "Jika ada wanita lain datang, langsung lapor polisi karena mereka hanyalah sampah yang harus disingkirkan!"


Aeleasha hanya diam dan tidak berkomentar apapun karena kalimat terakhir sang suami seolah menancap tepat di hatinya. "Aku bukan sampah, kan?" lirih Aeleasha yang kini mengempaskan tubuh di sofa dan mencoba untuk menenangkan perasaan yang berkecamuk.


***


Setelah bertemu dengan seorang wanita yang disuruh memberikan peringatan kecil pada Arsenio, Nick kini membuat rencana lebih besar.


Kini, ia bertemu dengan seseorang yang akan diajak bekerja sama menghabisi Arsenio sepenuhnya.


Tanpa sepengetahuan Arsenio, Nick


mengajak kerjasama investor untuk menaruh saham di perusahaan pria yang sangat dibencinya

__ADS_1


'Tunggu kehancuranmu sebentar lagi, Arsenio! Aku tidak akan pernah membiarkanmu menguasai harta pamanku karena hanya aku yang berhak memilikinya,' sarkas Nick yang kini menatap sosok pria di hadapannya.


“Jadi Anda mau, kan bekerja sama dengan saya?" tanya Nick dengan tatapan penuh pengharapan.


“Iya. Apa yang Anda ingin kulakukan?”


Nick kemudian menjelaskan tentang semua rencana untuk menghancurkan Arsenio sampai titik terakhir pada pria yang akan menjadi investor tersebut.


Sebuah bukti dikatakan dan pada akhirnya sang investor langsung mengiyakan ucapan Nick. “Saya harap Anda bisa menjalankan misinya mulai sekarang.”


“Kita lihat sama-sama. Apakah berhasil atau tidak.”


Persetujuan mereka sepakati dan akhirnya resmi dengan adanya jabat tangan antara masing-masing.


***


Rencana Nick Rivano tidak bertahan lama. Akhirnya selama beberapa minggu kemudian, ketahuan oleh Arsenio yang mengetahui kelicikannya.


Dimana, Nick Rivano telah menyewa orang suruhan untuk membeberkan semua kesalahan dan rahasia perusahaan kepada publik. Bahkan kepada perusahaan lain dan pemegang saham.


Usaha Nick ternyata berhasil, juga dibarengi dengan Arsenio yang berhasil mencegah. Sebelum permasalahannya melebar, Arsenio berusaha menghentikan dan tidak ingin semuanya berlanjut terus-menerus.


Semua permasalahan ini bisa ditangani dan Arsenio percaya, bahwa semuanya segera diselesaikan dengan kesadaran dan pengetahuannya untuk memperbaiki semua yang terbukti sekarang.


Kebetulan orang suruhannya adalah salah satu staf Arsenio sendiri. Maka dengan sangat mudah ia memecat langsung orang itu dan tidak memberikan kesempatan apa-apa terhadap kesalahan yang sudah diperbuat. Bahkan menjebloskannya ke dalam penjara.


Sangat sulit untuk memperbaiki situasi karena sudah banyak pihak yang terhasut oleh pengaruh lantaran membocorkan rahasia perusahaan.


“Jangan pernah harap aku akan percaya lagi kepadamu, Nick. Kau ternyata inti dari semua permasalahan ini!” ucap Arsenio dengan sorot mata tajam. Ia tidak bisa membiarkan semua yang telah terjadi


Sementara Arsenio yang sudah tiba di perusahaan, tidak tinggal diam terhadap beban dan masalah yang dihadapinya saat-saat ini. Ia tengah berusaha untuk memperbaiki nama baik perusahaan


"Aku tidak akan pernah membiarkan nasib perusahaanku hancur hanya gara-gara ulah bajingan sialan itu! Aku akan mencari bukti untuk membuatnya membusuk di penjara!" sarkas Arsenio dengan bola mata memerah karena diliputi oleh amarah saat mengingat tentang kejadian yang dialami selama ini mengancam hidupnya.


Arsenio memilih untuk membiarkan dulu mengenai masalah Aeleasha yang merupakan putri dari wanita pembunuh orang tuanya karena harus memikirkan tentang masalah perusahaan yang terancam bangkrut.


Ia tidak ingin kehilangan keduanya secara bersamaan, jadi memilih untuk mendiamkan Aeleasha dengan alasan fokus mengurus perusahaan yang sedang dalam masalah besar.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2