
Rafael tertawa terbahak-bahak menanggapi kalimat bernada kecemburuan yang mengungkapkan bahwa wanita yang saat ini berada di hadapannya tersebut tengah cemburu padanya dengan membahas mantan istri yang bahkan sama sekali tidak meliriknya satu kali pun.
Bahkan ia sudah melakukan segala cara untuk mencuri hati mantan istri dengan menuruti apapun kemauan putri dari mantan majikan sang ibu, tapi ia sadar bahwa wanita itu bukanlah jodohnya.
Apalagi setelah ia menyadari perasaannya pada wanita di hadapannya tersebut, sangat yakin jika dulu ia hanya menganggap mantan istri sebagai saudara perempuan dan sangat menyayanginya.
Ia saat ini tertawa karena merasa sangat senang sekaligus bahagia ketika ada rasa cemburu di netra kecoklatan itu dan memastikan bahwa saat ini Alesha benar-benar sangat mencintainya.
Hingga ia pun mengingat sesuatu hal mengenai mantan istri yang belum diceritakan pada sang istri yang terlihat sangat marah padanya.
Apalagi ia meringis kesakitan saat mendapatkan cubitan pada bagian pinggangnya.
"Dasar suami yang sangat menyebalkan!" umpat Alesha yang saat ini sudah menampilkan wajah masam karena pria di hadapannya tersebut tidak bisa mengerti bahwa ketakutannya sangat normal.
Bahwa cinta membuatnya hilang akal karena menunjukkan rasa cemburu seperti seorang anak kecil yang kekanak-kanakan saat merajuk.
Rafael segera menghentikan perbuatan sang istri yang menghukumnya dengan menahan tangan itu. "Sayang, ada hal penting yang belum kukatakan padamu."
Kalimat ambigu dari Rafael membuat Alesha merasa khawatir jika hal yang belum disampaikan oleh suaminya tersebut adalah hal yang buruk dan membuatnya terluka.
Ia bahkan menelan saliva dengan kasar dan degup jantung berdetak sangat kencang melebihi batas normal ketika memikirkan kemungkinan-kemungkinan buruk yang mungkin akan didengarnya hari ini.
Dengan sangat gugup dan suara terdengar lirih, kini Alesha berharap segera mendengar apa yang dikatakan oleh suaminya tersebut padanya.
"Apa?"
Rafael saat ini menatap sang istri dengan sangat serius dan berpikir jika ia harus segera menguraikan kesalahpahaman di pikiran Alesha mengenai hal yang berhubungan dengan Aealeasha—mantan istrinya.
__ADS_1
"Sebenarnya aku hendak menemui Aealeasha, tapi mendapatkan telpon dari ibu yang ingin berbicara denganku. Akhirnya aku tidak jadi menemuinya dan memilih menemui ibu. Ternyata kamu malah berakhir pingsan ketika hendak menemui Alex dan membuatku merasa sangat cemburu dan marah."
Alesha sebenarnya merasa senang dengan perkataan dari Rafael mengenai rasa cemburu pada mantan sugar daddy-nya yang membuatnya salah paham karena berpikir jika suaminya tersebut rela ia bersama Alex.
Namun, kali ini berpikir bahwa sang suami bukan ingin mengatakan hal yang berhubungan dengan Alex, sehingga ingin segera mengobati rasa penasarannya.
"Cepat katakan dan jangan bertele-tele karena aku sudah tahu seperti apa sikapmu pada Alex. Kamu pasti ingin mengatakan mengenai mantan istrimu itu, kan?" tanya Alesha yang saat ini merasa jika semua hal yang berhubungan dengan wanita itu selalu saja membuatnya kesal.
Ia sebenarnya ingin sekali menghapus nama itu dari pikiran sang suami agar tidak menunjukkan sikapnya yang cemburu secara berlebihan.
Namun, ia berpikir jika itu tidak mungkin karena ada banyak kenangan yang selama ini membuat Rafael selalu menunjukkan perhatian meskipun sudah tidak memiliki status hubungan suami istri.
Hingga ia pun mengerjapkan mata begitu sang suami menjelaskan sesuatu hal yang tidak pernah ia pikirkan dan sekaligus sangat lega karena merasa bebannya seperti terangkat saat ini juga.
Rafael mulai menceritakan mengenai kedatangan mertua Aealeasha dan mengharapkan kembali ke New York setelah menjelaskan bahwa selama ini ada orang yang menjebak Arsenio.
"Jadi, tadi Aealeasha memintaku untuk menemaninya berbicara pada sang ayah yang selama ini menyembunyikan mengenai pelaku tabrak lari dari orang tua Arsenio adalah ibunya sendiri. Itu karena aku yang menjelaskan padanya, khawatir jika sang ayah berbohong dan tidak mau jujur."
Rafael bahkan tidak berani menelpon mantan mertuanya tersebut karena dulu sudah berjanji tidak akan pernah menceritakan rahasia besar itu pada Aealeasha.
Jadi, merasa sangat bersalah pada ayah dan anak itu, tapi berpikir bahwa hal yang terbaik adalah berbicara jujur tanpa menyembunyikan apapun.
Hingga ia pun ingin meminta pendapat dari sang istri mengenai apa yang harus dilakukannya pada permintaan Aealeasha.
"Mulai hari ini, aku akan patuh padamu. Jadi, kamu bisa melakukan apapun sesuka hati, termasuk memberikan perintah padaku harus bagaimana."
Alesha saat ini merasa sangat terharu karena pria yang sangat dicintainya tersebut sekarang sudah banyak berubah dan tidak lagi memikirkan mengenai mantan istri yang pernah sangat dicintai.
__ADS_1
"Jadi, kamu memintaku untuk memberikan pendapat mengenai apa yang harus dilakukan untuk menanggapi permintaan Aealeasha?" tanya Alesha yang masih ingin memperjelas keinginan dari sang suami yang terlihat sangat manis dan jauh lebih tampan dari biasanya.
Apalagi semakin hari, ia makin mencintai sosok pria yang sebentar lagi akan berstatus menjadi seorang ayah dari buah cinta mereka.
Rafael hanya menganggukkan kepala dan tersenyum simpul sambil merapikan anak rambut yang membuat wajah sang istri tidak bisa terlihat jelas olehnya saat terhalangi.
Ia tidak ingin banyak bicara dan berharap Alesha bisa melihatnya. Ia bahkan saat ini berpikir jika sesuatu yang membuatnya makin mencintai adalah cinta wanita cantik di hadapannya tersebut jauh lebih besar dari cintanya pada Alex yang merupakan saingan utama untuknya.
Sementara itu, Alesha saat ini merasa kehadirannya sangat dihargai oleh pria dengan rahang tegas tersebut yang membuatnya beberapa kali mencapai puncak kenikmatan tadi.
Kini, ia semakin mengeratkan pelukannya dengan membenamkan wajah di dada bidang yang terlindungi oleh kemeja berwarna putih tersebut.
"Mulai sekarang, aku akan mempercayaimu sepenuhnya dan tidak akan pernah berusaha untuk melarang apa yang membuatmu bahagia. Aku memang cemburu pada mantan istrimu itu, tapi setelah dipikir-pikir sepertinya sangat tidak penting."
"Karena aku yakin jika cintamu jauh lebih besar padaku daripada rasa sayangmu sebagai seorang kakak padanya. Kamu tidak akan pernah mengorbankan rumah tangga kita hanya demi melindungi Aealeasha."
Kemudian ia mendongak menatap ke arah pria dengan rahang yang dihiasi bulu-bulu halus tersebut. "Level rumah tangga kita sekarang sudah naik satu tingkat karena aku tidak lagi merasa khawatir pada perasaanmu."
Rafael awalnya berpikir jika sang istri akan terus-menerus cemburu padanya dan ia sama sekali tidak keberatan ataupun mempermasalahkannya karena berpikir bahwa itu adalah sebuah bentuk tanda cinta.
Hingga berpikir jika sang istri tidak mempermasalahkan apapun yang dilakukannya, serasa ada yang kurang karena ia ingin diperhatikan ataupun dicemburui.
"Tidak, bukan itu yang kuinginkan, Sayang."
"Maksudnya?" tanya Alesha karena tidak paham dengan apa yang dimaksud oleh sang suami saat ia sudah bersikap layaknya seorang istri yang percaya penuh pada suami.
To be continued...
__ADS_1