I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Selalu mengingatnya


__ADS_3

Beberapa saat yang lalu, Alex dan sang ibu melihat Alesha serta Rafael yang berjalan keluar dari lift. Begitu Rafael menggendong Alesha dan berjalan semakin menjauh dari mereka, Alex terlihat memerah wajah dan mengepalkan tangan kanan karena merasa kesal sekaligus cemburu.


'Ia pasti sengaja melakukan hal itu untuk membuat aku cemburu melihat kemesraan mereka. Sepertinya benar-benar ingin menunjukkan kuasa pada Alesha, tapi aku tidak akan menyerah begitu saja karena mereka belum menikah. Bahkan pasangan suami istri yang sudah menikah selama bertahun-tahun saja bisa bercerai.'


'Apalagi hanya pasangan yang baru saja akan menikah, malah sangat rawan untuk berpisah saat masa mendekati pernikahan. Seperti aku dan istriku dulu yang selalu bertengkar sebelum menikah. Bahkan hampir saja membatalkan pernikahan karena ego masing-masing.'


Alex Clarkson yang masih mengingat tentang masa perjalanan kisah cinta dengan sang istri dahulu ketika hampir berpisah satu minggu sebelum pernikahan. Meskipun itu tidak terjadi karena ia memilih untuk mengalah dan tidak lagi mengungkit tentang kesalahan wanita yang telah meninggal tersebut.


Saat itu, wanita yang sangat ia cintai marah karena ia sangat sibuk dengan pekerjaan di perusahaan. Hingga tidak sempat menemani untuk mempersiapkan acara pernikahan, seperti memilih gaun, cincin, konsep dari pernikahan yang memang sepenuhnya ia serahkan pada wanita yang sangat dicintai.


Namun, kesibukannya membuat wanita itu menjadi kesal dan mengatakan akan membatalkan pernikahan karena berpikir bahwa ia tidak serius.


Padahal ia saat itu memang benar-benar sangat sibuk di perusahaan karena ada banyak tender yang dimenangkan dan harus diurus.


Apalagi saat itu sang ayah sedang sakit dan menyerahkan semua tanggung jawab kepadanya. Namun, akhirnya ia memilih untuk mengalah dan harus merelakan waktu tidurnya untuk bekerja karena saat siang hari harus menemani wanitanya untuk mempersiapkan pernikahan.


Semenjak saat itu, ia memilih untuk mundur dari perusahaan dan bekerja sebagai dosen karena tidak terlalu menyita waktu. Apalagi sang istri tidak suka jika ia terlalu sibuk dengan pekerjaan dengan alasan waktu untuk bersama kurang.


Namun, ia sama sekali tidak pernah menyangka jika usia dari sang istri hanya sampai 28 tahun. Pernikahan hanya dua tahun dan masih belum dikaruniai keturunan, hingga sang istri meninggal karena kecelakaan.


Alex saat ini mendorong kursi roda sang ibu untuk masuk ke dalam lift. Kemudian, pintu kotak besi tersebut tertutup dan ia mengingat perihal pertanyaan yang tadi diungkapkan, tetapi belum mendapatkan jawaban.


"Mama belum menjawab pertanyaanku tadi? Kenapa aku merasa bahwa Mama pernah bertemu dengan wanita yang baru saja keluar itu karena respon wajah dengan membekap mulut, seolah menunjukkan ada hal yang disembunyikan dariku."


Sementara itu, Ana terlihat baru saja menelan saliva karena merasa sangat kesal ketika bisa bertemu dengan wanita yang sangat dibenci. Bahkan ia sama sekali tidak pernah menyangka jika kembali berhadapan dengan sugar baby putranya.

__ADS_1


Namun, ia kali ini berpura-pura untuk bersikap tidak tahu apapun. Bahkan Ana tertawa karena menganggap bahwa pertanyaan dari putranya sangat konyol.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu pada Mama? Padahal tadi hanya terkejut saja melihat pasangan muda-mudi yang sedang bermesraan di dalam lift dan pastinya mereka tadi sudah berbuat hal yang tidak senonoh."


"Mama yakin jika mereka tadi berciuman di dalam lift. Apa kamu tidak merasa curiga pada mereka? Bahkan posisi pria itu berada sangat dekat dengan wanita yang pasti sudah dicium. Itulah yang membuat Mama sangat terkejut, sehingga langsung berekspresi seperti tadi."


Ana kini merasa sangat curiga jika Alex bertemu dengan wanita itu tanpa sengaja.


Bahkan ia berpikir Alex akan merasa seperti pernah bertemu. Pasti wajah Alesha sangat tidak asing karena memang dulu mempunyai hubungan cukup dekat.


Sebenarnya Ana mengetahui jika hubungan putranya dengan Alesha cukup lama dan pastinya ada ikatan batin di antara mereka. Namun, ia tidak mau Alex meneruskan hubungan dengan seorang wanita murahan dan hanya akan mempermalukan nama baik keluarga Clarkson.


'Tidak! Aku tidak akan pernah merestui hubungan mereka. Meskipun saat nanti putraku sudah sembuh dari amnesia disosiatif yang diderita. Ada banyak wanita di dunia ini yang jauh lebih cantik, seksi, berkelas dan berpendidikan, tapi kenapa Alex bisa berakhir dengan wanita yang seperti itu.'


"Apa kamu mengenal wanita itu? Kenapa sikapmu sangat aneh saat menatap wanita yang sudah mempunyai pasangan itu?"


Alex yang masih tidak ingin mengatakan bahwa ia adalah dosen dari Alesha, memilih untuk menggelengkan kepala. Memberikan sebuah tanda bahwa sang ibu salah.


Padahal ia sedang berbohong karena ingin menyembunyikan kenyataan dari sang ibu. Itu karena ia saat ini tengah merasa curiga dan tidak mempercayai jawaban dari wanita yang telah melahirkannya tersebut.


Apalagi ia tahu bagaimana sifat sang ibu yang selalu over protektif dan sering mengecek ia sedang dekat dengan siapa. Bahkan merasa sangat risi ketika sang ibu saling datang ke kampus dan melihat ia mengajar.


Bahkan saat ia berbicara dengan dosen wanita, sudah ditanya macam-macam. Padahal hanya sekedar bertanya hal sepele seperti tugas yang diberikan kepada mahasiswa, tetapi sudah disalahartikan.


Apalagi sang ibu selalu mengatakan kepadanya agar mencari wanita yang jelas berasal dari keluarga sederajat, seperti anak atau wanita yang berprofesi menjanjikan seperti seorang dokter, dosen, putri pemilik perusahaan.

__ADS_1


Hal itulah yang membuat Alex tidak ingin sang ibu mengetahui bahwa ia mempunyai rasa ketertarikan pada Alesha. Akhirnya, memilih untuk mempercayai semua perkataan dari wanita di atas kursi roda tersebut.


"Aku baru saja bertemu dengan wanita itu. Sama seperti Mama. Hanya saja, seperti yang kukatakan tadi bahwa merasa aneh dengan sikap Mama terlihat sangat terkejut melihat mereka tadi. Jika memang tidak mengenal wanita dan pria itu, berarti tuduhanku salah."


"Ternyata kita sama. Tidak mengenal mereka dan lebih baik kita tidak membahas hal ini lagi karena aku merasa sangat risi mendengar pertanyaan Mama mengenai wanita. Bahkan hanya memandang seorang wanita, bisa Mama salah artikan. Jadi, jangan berpikir hal yang tidak benar tentang aku "


Tepat saat Alex menutup mulut, pintu lift terbuka dan langsung berjalan keluar menuju ke arah lobby. Di mana di sana ternyata sudah ada mobil sang ayah.


Bahkan Alex saat ini bisa melihat sosok pria paruh baya yang masih terlihat sangat sehat dan berjalan tegak menuju ke arah mereka.


"Papa pulang dari kantor juga?" tanya Alex yang saat ini membantu sang ibu untuk bangkit berdiri dari kursi roda dan masuk ke dalam mobil.


"Iya. Tadi begitu Papa mendapatkan kabar bahwa mamamu berada di rumah sakit, tidak bisa tenang saat melakukan meeting. Jadi, begitu selesai, langsung datang ke sini, tapi tidak pernah menyangka jika mamamu memilih untuk dirawat di rumah."


Robert Clarkson yang kini melirik ke arah sang istri, hanya bisa mengungkapkan rasa heran pada sikap keras kepala yang selalu tidak mudah dikalahkan oleh siapa pun tersebut.


"Apa Mama selalu akan berdebat dengan para tim dokter? Hingga setiap harus di rumah sakit, selalu saja membuat keributan terlebih dahulu."


Tanpa berniat untuk menjawab nada protes dari sang suami, Ana memilih untuk berbicara dengan Alex. "Biar Mama bersama papamu. Kamu kembali ke mobilmu sana! Kita langsung pulang."


"Iya, Ma. Aku akan mengemudikan mobilku."


Setelah mendapat kalimat pengusiran dari sang ibu, kini Alex memilih untuk berjalan meninggalkan orang tuanya dengan pikiran yang kembali mengingat aksi Rafael tadi yang mencium Alesha.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2