
Zafer yang baru saja tiba di rumah keluarga mantan mertua, langsung disambut dengan baik oleh security yang berjaga di depan dan tersenyum padanya ketika membuka pintu gerbang tinggi berwarna hitam tersebut.
Bahkan meskipun sudah tidak menjadi menantu di keluarga Charlotte, tetapi rasanya tetap disambut dengan baik oleh mertuanya jika pergi ke sana.
Sebenarnya ayah Aeleasha lebih menyukainya daripada Arsenio yang merupakan mantan kekasih dari wanita bernama Rini Ariyani dan sudah menikah dengan mertuanya.
Namun, meskipun mendapatkan dukungan dari ayah mertua, tetapi hati Aeleasha hanya dimiliki oleh Arsenio dan Rafael harus rela dikalahkan pria yang jauh lebih tua darinya.
"Nona Aeleasha dan tuan Arsenio juga baru saja tiba, tuan Rafael," ucap security yang baru saja membukakan pintu gerbang.
Rafael seketika menyempitkan mata karena merasa heran dengan apa yang baru saja disampaikan oleh security. Namun, hanya mengangguk perlahan dan mengemudikan mobil memasuki area halaman rumah keluarga Charlotte.
'Kenapa Aeleasha dan Arsenio datang? Padahal aku sudah mengatakan akan menjemput Arza dan membawanya ke bandara bersama ayahnya,' gumam Rafael yang merasa sangat aneh dan kali ini berpikir ada sesuatu yang terjadi, sehingga membuat pasangan suami istri tersebut datang tanpa memberitahunya.
Merasa semakin penasaran dengan apa yang dilakukan oleh mantan istri, Rafael yang saat ini sudah memarkirkan mobil di depan garasi dan segera beranjak turun.
Entah mengapa perasaannya tidak enak dan berpikir ada sesuatu yang telah terjadi, sehingga Aeleasha tidak mengatakan apapun padanya.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" gumam Rafael saat ini memilih untuk segera berjalan menuju ke arah pintu utama yang sudah terbuka dan tanpa sengaja mendengar suara mantan istri yang berbicara dengan sang ayah.
Rafael tidak jadi masuk ke dalam karena ingin mendengar dari luar karena pintu tidak ditutup, sehingga mendengar dengan jelas suara dari mantan istri yang sampai sekarang bahkan masih sangat dicintai.
Sementara itu di dalam rumah keluarga Cakra Charlotte, beberapa saat lalu, Aeleasha dan Arsenio tiba.
Aeleasha tadi mendengar semua cerita dari sang suami yang mengatakan mengenai mertuanya meninggal karena kecelakaan dan besar kemungkinan bahwa berhubungan dengan keluarganya.
__ADS_1
Tadi, Arsenio sudah menceritakan semua padanya tanpa terkecuali dan ia berjanji akan mencari tahu dengan bertanya pada sang ayah mengenai kecelakaan yang menimpa orang tua sang suami 15 tahun lalu.
Bahkan tadi ayah angkat Arsenio yang ada di New York menelpon bahwa ada perusahaan mendapatkan masalah besar dan harus segera kembali ke sana. Jadi, tidak mempunyai waktu untuk berlama-lama di Jakarta, jadi tadi Aeleasha langsung mengajak Arsenio untuk pergi ke rumah dan bertanya langsung pada sang ayah.
Begitu tiba di rumah, hal pertama yang langsung ditanyakan Aeleasha adalah mengenai kecelakaan orang tua Arsenio, berpikir bahwa sang ayah mungkin mengetahui apa yang dikatakan oleh sepupunya ketika mabuk.
Namun, Aeleasha merasa sangat aneh dengan jawaban dari sang ayah yang seperti menghindar dari pertanyaannya.
"Papa pasti tahu apa yang dimaksud oleh Yongki, bukan? Kenapa dia mabuk dan menyebutkan mengenai kecelakaan 15 tahun yang lalu? Memangnya siapa yang menabrak orang tua suamiku?"
Cakra Charlotte yang awalnya merasa sangat terkejut dengan cerita dari putrinya dan juga menantu mengenai kecelakaan yang sangat membekas di keluarganya.
Bahkan saat ini jantungnya seperti hampir meledak saat itu juga begitu mendapati kenyataan bahwa orang tua Arsenio adalah orang yang ditabrak oleh istrinya yang telah meninggal dan tak lain adalah ibu kandung Aeleasha.
'Dulu aku sangat membenci pria ini karena menghancurkan rumah tanggaku dengan Rini yang ternyata adalah kekasihnya dulu, tapi sekarang kenyataan semakin buruk terjadi. Bahkan istriku dulu meninggal saat usia Aeleasha 12 tahun karena merasa bersalah telah menabrak pasangan suami istri dan kabur saat sangar takut.'
Cakra yang benar-benar merasa sangat syok dengan pertanyaan putrinya dan tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun untuk menanggapi karena berpikir jika menceritakan akan kenyataan itu, dipastikan bahwa rumah tangga Aeleasha seketika hancur.
Sementara itu, Arsenio yang saat ini merasa semakin curiga pada mertuanya karena dari tadi asyik melamun dan tidak langsung menjawab pertanyaan Aeleasha.
'Apa yang sebenarnya disembunyikan oleh mertuaku? Aku semakin yakin bahwa saat ini papa Aeleasha menyembunyikan sesuatu yang besar dan pastinya berhubungan dengan kematian orang tuaku,' gumam Arsenio yang masih terdiam di tempat dan menunggu hingga pria paruh baya tersebut mengeluarkan suara.
Hingga semua orang yang ada di ruang tamu tersebut seketika menoleh ke arah pintu utama karena melihat Rafael yang baru saja datang.
"Ada apa ini? Sepertinya ada sesuatu yang tidak kuketahui di sini," ucap Rafael yang tadi merasa tidak sabar ketika hanya menunggu dan menguping di depan pintu.
__ADS_1
Rafael merasa sangat penasaran dan tertarik ingin tahu dengan sesuatu yang terjadi di keluarga Aeleasha, sehingga memilih untuk segera masuk ke dalam.
Begitu melihat wajah mantan mertuanya seperti penuh pengharapan padanya, Rafael semakin merasa yakin bahwa ada sesuatu hal yang besar disembunyikan oleh pria paruh baya tersebut.
Aeleasha yang tadi sempat melupakan Rafael, menepuk jidat karena merasa tidak enak pada mantan suaminya tersebut.
"Kamu baru saja datang? Kami sedang membicarakan masalah keluarga. Bukankah kau ingin menemui Arza? Arza ada di taman belakang bersama para pelayan."
Sementara itu, Rafael sangat tidak suka dengan apa yang baru saja disampaikan oleh Aeleasha karena seolah mengusirnya dan tidak boleh mengetahui pembicaraan mereka.
Rafael menatap secara bergantian ke arah ayah, putri dan suami tersebut. Seolah ingin membaca apa yang mereka pikirkan.
"Sepertinya kau menganggap aku adalah orang lain yang tidak berhak untuk mengetahui."
Aeleasha yang menggigit bibir bawah bagian dalam karena merasa tidak enak ketika harus berbicara seperti itu pada Rafael, tapi berpikir bahwa mantan suaminya tersebut memang tidak berhak tahu mengenai hal yang dibicarakan.
"Bukan seperti itu karena yang sebenarnya adalah ini merupakan masalah intern keluarga. Aku hanya tidak ingin menambah beban pikiranmu." Hanya alasan itu yang dianggap tepat oleh Aeleasha karena tidak mengetahui hal lain yang pantas dan cocok untuk memadamkan kekecewaan Rafael.
Hingga jawaban sang ayah semakin membuat Aeleasha bertambah kesal karena berpikir tidak akan mendapatkan apa yang dicari.
"Rafael bukan orang lain dan merupakan keluarga kita. Papa tegaskan bahwa tidak tahu mengenai masalah kecelakaan orang tua Arsenio. Yongki mungkin berhalusinasi dan berbicara sembarangan ketika mabuk."
"Jadi, jangan berpikir macam-macam pada keluargamu sendiri." Cakra menutup pembicaraan dengan menatap ke arah Rafael, seolah sedang memberikan sebuah pengharapan pada mantan menantunya tersebut.
'Rafael, apakah kau akan menerima putriku jika bercerai dengan Arsenio? Aku tidak bisa menjamin Arsenio akan tetap bersama Aeleasha setelah mengetahui bahwa yang menabrak orang tuanya adalah istriku,' gumam Cakra Charlotte yang kini hanya bisa mengungkapkan keluh kesah di dalam hati.
__ADS_1