I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Cendol dan rujak


__ADS_3

Tiga bulan telah berlalu dan hari ini di rumah keluarga besar Rafael tengah digelar acara syukuran 7 bulanan kehamilan Alesha. Ada para ibu-ibu pengajian yang diundang serta anak yatim yang mendapatkan santunan.


Berharap mendapatkan doa penuh ketulusan dari orang-orang yang datang agar jabang bayi yang berada di dalam rahim Alesha bisa dilahirkan selamat tanpa ada kekurangan suatu apapun.


Kehamilan selain memiliki banyak mitos, juga memiliki banyak tradisi dari adat budaya di wilayah masing-masing.


Tradisi yang telah berlangsung sesuai adat dan budaya setempat puluhan bahkan ratusan tahun. Karena Rafael berasal dari keturunan Jawa, jadi sang ibu mengadakan acara 7 bulanan dalam adat Jawa.


Semua itu dilakukan dengan berharap kepada Tuhan Yang Maha Esa agar kehamilan diberikan kelancaran dan keselamatan hingga persalinan.


Acara itu dilakukan di halaman rumah yang sudah dipasang tenda-tenda. Saat mengunakan adat Jawa, dipimpin oleh orang yang dituakan.


Pembukaan tadi sudah dilakukan sungkeman yang merupakan tahap pertama dari serangkaian upacara 7 bulanan itu.


Sungkeman dilakukan Alesha pada sang suami dan dilanjutkan keduanya melakukan sungkeman kepada kedua ibu mereka karena memang sudah tidak punya ayah.


Alesha emang pernah menyuruh sang suami untuk mencari tahu mengenai perihal sang ayah yang selama ini disembunyikan oleh sang ibu.


Namun, sampai sekarang belum menemukan informasi karena memang sangat susah jika tidak ada informasi apapun hanya berbekal nama saja. Jadi, Alesha memilih melupakannya dan tidak lagi berharap bisa mengetahui tentang perihal ayah kandung yang selama ini disembunyikan oleh ibunya.


Ia dan sang suami melakukan sungkeman untuk memohon doa restu agar kehamilan lancar dan bayi yang dikandung sehat.


Kemudian yang kedua, Alesha pun juga melakukan siraman. Tahap yang familiar untuk Alesha sering melihat di televisi dan tidak pernah menyangka jika ia akan mengalaminya karena memiliki seorang suami hebat seperti Rafael yang kaya raya dan menjadi salah satu konglomerat di Jakarta.


Alesha kini dimandikan oleh anggota keluarga karena merupakan simbol pembersihan diri, baik fisik maupun jiwa. Air siraman sendiri berasal dari 7 sumber.


"Sekarang, akan dilakukan pecah telur, Sayang," ucap sosok wanita yang tak lain Tiana yang paling bersemangat dalam acara tersebut.


Ia kini melambaikan tangan pada putranya agar segera mendekat. "Cepat sini, Sayang!"


Rafael yang sudah mengerti karena memang sang ibu menjelaskan agar tidak melakukan kesalahan. Saat ini tugasnya adalah melakukan pecah telur Setelah sang istri melakukan siraman.


Jadi, ia melakukan tahapan selanjutnya, yaitu pecah telur. Rafael saat ini tersenyum pada sang istri dan menunjukkan sebutir telur ayam kampung di tangannya.


"Jangan bayangin telurku, Sayang," bisik Rafael di dekat indra pendengaran sang istri.


Hingga ia seketika merasakan nyeri pada pinggangnya karena dicubit oleh wanita yang terlihat masam dengan bibir mengerucut karena kesal pada candaannya.


"Iiish ... menyebalkan!" sarkas Alesha yang saat ini merasa kesal karena sang suami seolah tidak malu menggodanya di depan banyak orang.


Meskipun perkataan Rafael tadi sangat lirih, tetap saja ia merasa malu jika sampai didengar oleh orang lain.


"Canda, Sayang," sahut Rafael yang tidak ingin sang istri gugup, sehingga melakukan apapun untuk bisa membuat wanita yang sangat dicintainya tersebut lebih rileks.

__ADS_1


Kemudian ia menempelkan sebutir telur ayam kampung di tangannya itu terlebih dahulu ke dahi dan perut istrinya yang masih terlihat masam, lalu dipecahkan ke lantai.


"Semoga persalinan istriku lancar," ucapnya yang langsung disambut Aamiin oleh semua orang yang melihat.


Bahkan termasuk Alesha yang juga mengaminkan. Jujur saja saat kehamilannya mulai membesar, ia lebih sering merasa gelisah dan susah tidur saat malam hari.


Alesha khawatir dan takut jika nanti perutnya dibedah karena ingin melahirkan normal. Ia tidak ingin perutnya dihiasi banyak jahitan karena kata Sang ibu lebih baik melahirkan normal.


Namun, ia pun tidak tahu apakah akan melahirkan normal atau operasi Caesar dan berpikir jika semua itu sudah ditentukan oleh takdir Tuhan. Ia hanya bisa berdoa dan berusaha memenuhi perintah-perintah sang ibu agar bisa melahirkan secara normal.


'Bahkan masih 2 bulan lagi, tapi aku setiap hari selalu gelisah karena takut. Semoga putraku sehat sampai nanti dilahirkan,' gumam Alesha yang saat ini sudah mengetahui jenis kelamin dari bayi yang dikandungnya saat melakukan USG di dokter spesialis Obgyn.


Bahkan saat mengetahui jika anak pertamanya laki-laki, sang suami terlihat sangat bahagia dan ia pun juga sangat senang melihatnya.


Bahwa mayoritas para suami menginginkan anak laki-laki, berbeda dengan para istri yang ingin anak pertamanya perempuan karena menurutnya jauh lebih lucu dan juga menggemaskan.


Apalagi jika melihat pakaian bayi perempuan yang banyak model dan cantik-cantik dan beraneka warna, pasti ada keinginan untuk sering membeli. Sementara untuk anak laki-laki, tidak banyak model dan pastinya hanya monoton begitu saja.


Ia yang sebenarnya ingin memiliki anak perempuan dan membelikan berbagai macam pakaian lucu-lucu serta cantik, akhirnya tidak kesampaian, tapi tetap bersyukur anak pertamanya laki-laki dan berharap jika nanti putranya bisa menjaga adiknya.


"Sekarang acara selanjutnya Memutus janur," ucap tetua Jawa yang sengaja diundang untuk mengarahkan acara itu agar berjalan lancar.


"Dalam prosesi ini, janur diikatkan ke perut calon ibu, lalu calon ayah akan memutus janur tersebut. Sama seperti pecah telur, memutus janur bertujuan agar persalinan berjalan lancar," pria paruh baya yang saat ini menunjukkan caranya pada calon ayah agar mengikutinya.


Pagi tadi, ada orang yang khusus melakukan brojolan, yaitu prosesi yang melibatkan kelapa gading muda yang diukir gambar Kamajaya dan Dewi Ratih yang dimaksudkan agar bayi dapat lahir tanpa kesulitan.


Setelah siap, kini langsung dilakukan pecah kelapa yang merupakan lanjutan dari prosesi sebelumnya.


Tanpa membuang waktu, kini Rafael mengambil salah satu kelapa tersebut dengan mata tertutup. Kelapa yang diambil lalu ditempatkan di area siraman dan dipecahkan. Hal itu dilakukan untuk memperkirakan jenis kelamin calon bayi.


Semua orang yang menyaksikannya seketika bertepuk tangan dan bersorak. "Wah ... anak laki-laki!"


Alesha hanya terkekeh geli melihat itu karena memang ia sudah mengetahuinya dan hanya ia, sang suami serta ibu dan mertuanya saja yang tahu.


'Mereka saja terlihat sangat senang begitu mengetahui yang dipilih suamiku adalah kelapa dengan ukiran Kamajaya. Ternyata suamiku sangat keren karena bisa memilih kelapa yang mewakilkan anak laki-laki.'


Ia seketika mengarahkan ibu jari setelah sang suami membuka penutup mata. "Keren, Sayang. Kamu memang calon ayah yang hebat karena bisa menebak jenis kelamin anak sendiri."


Rafael yang seketika memeluk sang istri serta mengecup kening, kini kembali menggoda wanita yang terlihat semakin berbinar karena kebahagiaan terpancar dari wajah cantik itu.


"Tentu saja aku adalah seorang suami serta ayah yang hebat." Kemudian mengingat sesuatu dan berbicara pada sang istri.


"Alex benar-benar tidak datang dan tidak ingin melihatmu. Padahal aku kemarin sudah mengundangnya untuk datang mengajak calon istrinya agar kamu bisa melihat seperti apa wanita yang akan menggantikan posisimu."

__ADS_1


Rafael yang sudah beberapa bulan ini menjadi pemegang saham di perusahaan Alex karena dulu menerima proposal yang ditawarkan oleh pria itu dan bekerja sama sampai sekarang.


Hingga ia mendapatkan kabar jika Alex dijodohkan oleh orang tuanya dan yang mengejutkan adalah pria itu menerimanya.


Meskipun ia dan sang istri merasa heran karena secepat itu Alex memutuskan untuk menerima dijodohkan dan sekitar dua bulan lagi akan melangsungkan pernikahan, tapi tidak berani bertanya karena berpikir itu adalah sebuah privasi.


"Aku sebenarnya ingin sekali menelponnya untuk bertanya mengenai alasannya tiba-tiba memutuskan untuk menerima perjodohan dari orang tuanya. Aku khawatir jika ia melakukan hal sama seperti yang pernah kamu lakukan dulu denganku."


Alesha benar-benar merasa sangat penasaran pada Alex, tapi saat meminta izin suami untuk menghubungi pria itu, dilarang keras dan akhirnya ia sampai sekarang tidak tahu alasan menikah.


"Bukankah tidak perlu melakukan itu karena sudah bukan ranah kita untuk masuk ke daerah privasi orang lain meskipun kamu pernah dekat dengan Alex, tapi sekarang adalah orang lain dan juga menjadi istriku." Rafael yang baru saja menutup mulut, kini mendengar sang ibu mertua yang memanggil.


"Alesha, saatnya ganti busana. Setelah siraman dilakukan, harus mengganti busana yang sebelumnya digunakan. Upacara ganti busana ini akan menggunakan 7 jenis kain yang melambangkan 7 bulan dan harapan bagi si bayi."


Liana Nuraini saat ini mengajak putrinya untuk masuk ke dalam dan dibantu oleh putranya juga. Sementara besannya tadi sibuk menyapa beberapa tamu yang menghadiri acara 7 bulanan.


Alesha hanya menuruti semua yang dikatakan oleh sang ibu dan tadi sempat merasa penasaran mengenai tujuh kain yang akan dipakainya. Jadi, ia bertanya pada mertuanya dan mengetahui artinya.


"Ternyata seperti ini 7 bulanan dalam adat Jawa ya, Bu. Sangat menarik dan menyenangkan." Kemudian Alesha menatap ke arah sang suami yang kini berjalan di sebelahnya.


"Sayang, kamu tahu 7 kain itu melambangkan apa?" Ia sengaja ingin mengetes kemampuan sesuai yang merupakan asli keturunan Jawa.


Sementara itu, Rafael sudah membantu sang istri masih ke dalam kamar, kini jika pertanyaan sang istri hanya ingin mengejeknya apakah mengetahuinya atau tidak.


"Tentu saja aku tahu karena Tujuh kain itu melambangkan kebahagiaan, kemuliaan, agar cinta kedua orang tua bertahan selamanya, agar kehadirannya menyenangkan untuk orang di sekitarnya, kemandirian dan terakhir kesederhanaan."


Saat Rafael kini tersenyum penuh kemenangan karena berhasil membuat sang istri tidak berhasil mengejeknya, disambung oleh mertuanya.


"Iya, nanti pada saat pemakaian kain yang ke-6, para tamu undangan akan ditanggapi “kurang cocok” dan yang ke-7 dengan ‘cocok.” Lia Nuraini juga kini banyak tahu perihal adat di keluarga besan dan sangat senang mengetahuinya.


Bahwa ada banyak keragaman di budaya banyak suku yang ada di Indonesia.


"Iya, Bu. Tadi mama sudah memberitahu." Alesha yang kini sudah selesai berpakaian, melihat pintu terbuka setelah sebelumnya diketuk dan sang mertua masuk.


"Sudah waktunya kamu dan Rafael jualan cendol dan rujak. Nanti Rafael akan memayungimu saat berjualan. Nanti yang pada beli pada pakai uang koin dari tanah liat atau kreweng. Pasti sangat lucu melihatnya."


Kemudian Tiana mengajak putra dan menantu yang terlihat bersemangat sepertinya.


"Ayo, Sayang. Kita jualan cendol dan rujak. Aku sudah lama nggak makan cendol, pasti sangat segar." Rafael yang juga ingin merasakan segarnya es cendol, berencana untuk ikut menikmatinya.


"Aku juga mau," sahut Alesha yang dari tadi menelan ludah melihat cendol berwarna hijau dengan gula aren murni yang sang sangat kental.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2