I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Merasa bingung


__ADS_3

Beberapa menit berlalu ketika mobil sudah melaju menuju ke arah bandara untuk mengantarkan pasangan suami istri yang tinggal di New York meninggalkan Jakarta.


Sosok pria muda yang tak lain adalah Rafael saat ini masih memangku balita berusia 4 tahun dan tengah bercanda tawa untuk melepaskan kerinduan, hanya ditanggapi oleh Cakra dengan terdiam karena dari tadi tengah menunggu saat yang tepat untuk membuka suara.


Ia ingin menceritakan hal yang tidak bisa dikatakan pada putrinya dan juga menantu, tetapi bisa disampaikan pada mantan menantunya yang duduk di sebelah kanan tersebut.


'Sepertinya keputusanku benar dengan mengatakan pada Rafael,' gumam Cakra yang saat ini tengah memikirkan cara tepat memulai pembicaraan.


"Apa kau mencintai calon istrimu, Rafael?" tanya Cakra yang sebenarnya masih bisa melihat tatapan penuh cinta dari Rafael pada putrinya.


Ia adalah seorang ayah yang bisa mengerti perasaan mantan menantunya tersebut ketika merasa terluka.


Karena sebenarnya mereka berdua sama sama terluka dari hubungan antara Aeleasha dan Arsenio. Dulu ia berpikir bahwa istrinya tulus mencintainya. Bahkan sudah melahirkan anak laki-laki untuknya, tapi ternyata pergi dengan Arsenio dan hampir saja menikah.


Namun, pernikahan gagal karena arsenio mengetahui jika yang akan dinikahi adalah ibu tiri Aeleasha—putri malang yang hidup menderita karena sering disiksa oleh Rini. Hingga Arsenio memilih pergi karena merasa bersalah pada Aeleasha dan takdirlah yang menyatukan mereka setelah 3 tahun berpisah.


Bahkan ia dan Rafael tidak bisa melawan takdir untuk menghentikan penyatuan dua hati antara putrinya dan pria yang sempat dibenci karena telah merebut istrinya.


Seolah mereka berdua memiliki takdir buruk yang sama saat menjalani hubungan dengan seorang wanita yang dicintai.


Sementara itu, Rafael yang dari tadi sebenarnya sudah menunggu penjelasan dari pria paruh baya di sebelahnya tersebut, tetapi berpura-pura asik dengan Arza. Hingga suara bariton dari mantan mertuanya tersebut membuatnya kebingungan untuk menjawab pertanyaan.


Rafael saat ini menoleh ke arah mantan mertuanya tersebut. "Kenapa Papa bertanya seperti itu padaku?"

__ADS_1


Cakra hanya tersenyum dan menggelengkan kepala. "Aku hanya ingin tahu jawabanmu."


"Aku sangat yakin jika Papa sedang memikirkan sesuatu. Apakah ini berhubungan dengan pertanyaan dari Aeleasha dan Arsenio tadi? Aku tadi tiba di sana dan mendengar semuanya di depan pintu, tapi tidak masuk."


Rafael berharap dengan mengatakan hal itu, pria paruh baya tersebut segera mengatakan semua yang terjadi mengenai kecelakaan yang ditanyakan oleh Arsenio. Bahkan saat ini tidak mengalihkan perhatian dari sang mantan mertua.


Hingga anggukan kepala terlihat dan mewakili jawaban Cakra. "Aku ingin mendengar tanggapanmu setelah mengetahui masa lalu keluarga kami dengan orang tua Arsenio."


Embusan napas kasar mewakili bahwa perasaan Cakra saat ini sedang tidak baik-baik saja ketika harus memaksakan diri mengingat masa lalu kelam yang menimpa istrinya hingga meninggal.


Sementara itu, Rafael yang merasa tidak sabar untuk mendengarkan cerita itu, masih menunggu dan sama sekali tidak membuka suara karena khawatir jika sang mantan mertua berubah pikiran.


'Sebenarnya apa yang terjadi? Sepertinya ini sangat berat untuk papa,' gumam Rafael yang mulai memasang indra pendengaran untuk mendengarkan cerita dari pria di sebelahnya.


"Aeleasha saat itu sudah tidur awal karena memang sengaja disuruh oleh istriku, agar bisa pergi dengan keponakan. Namun, ketika pulang membeli hadiah, istriku menabrak pedagang yang saat itu hendak pulang berjualan."


"Namun, karena merasa sangat takut sekaligus syok, istriku kabur dan tidak menolong korban yang ditabrak." Cakra terdiam selama beberapa saat karena saat mengingat masa lalu mengenai istrinya, selalu membuatnya seperti kesulitan bernapas.


Cintanya untuk sang istri teramat besar, tetapi harus terpisah oleh dunia berbeda. Sebenarnya Cakra tidak ingin menikah lagi, tetapi karena perusahaan mengalami kerugian cukup besar karena disebabkan oleh orang tua Rini, akhirnya menawarkan putri mereka yang cantik setelah berlutut memohon untuk tidak dilaporkan polisi.


Hingga ia yang marah, membuatnya mengambil keputusan untuk melampiaskan kekesalan pada putri salah satu rekan bisnisnya tersebut.


Namun, lama-kelamaan mencintai Rini, tetapi sama sekali tidak pernah menyangka jika wanita itu ternyata adalah kekasih dari Arsenio yang tidak direstui karena merupakan pria miskin dan memilih untuk merubah nasib ke New York.

__ADS_1


Hingga 5 tahun kemudian kembali untuk merebut Rini dari tangannya, tetapi jatuh cinta pada putrinya setelah memperkosa karena mabuk.


Sementara itu, Rafael beberapa saat lalu membulatkan mata karena merasa sangat terkejut atas cerita dari mantan mertuanya tersebut, saat ini memikirkan nasib Aeleasha jika sampai Arsenio mengetahui hal itu.


"Papa, jika sampai Arsenio mengetahui bahwa yang menabrak orang tuanya hingga meninggal adalah ibu istrinya sendiri, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada Aeleasha."


"Bagaimana jika sampai Arsenio melampiaskan amarah pada Aeleasha? Ini tidak bisa dibiarkan dan kita harus mengatakan ini pada Aeleasha." Rafael saat ini benar-benar berpikir bahwa itu adalah solusi yang terbaik untuk pasangan suami istri itu.


"Sepertinya berpisah adalah satu-satunya cara terbaik untuk mereka karena aku yakin jika Arsenio mengetahui kenyataan ini, Pasti akan sangat membenci Aeleasha. Bahkan Aeleasha pun akan dua kali lipat merasa terluka karena mengetahui kenyataan pahit mengenai ibu yang telah meninggal dan juga suami."


Cakra sebenarnya ingin melakukan itu, tetapi paling mengerti seperti apa putrinya dan tidak akan semudah itu untuk memisahkan dari pria yang dicintai.


"Aku sangat mengenal putriku yang tidak akan bisa meminta cerai setelah mengetahui kenyataan ini. Aeleasha mungkin akan merasa bersalah dan berdosa pada Arsenio, sehingga mengorbankan diri sendiri untuk menebus kesalahan ibunya."


"Dulu istriku yang merasa bersalah dan selalu tersiksa karena memikirkan korban yang ditabrak, selama 2 tahun menyalahkan diri sendiri dan tertekan. Hingga meninggal karena serangan jantung saat terlalu memikirkan kesalahannya."


Dulu, Cakra memang sudah mengurus mengenai kecelakaan itu tanpa melibatkan polisi ataupun membuka identitas. Hanya memberikan santunan atas dasar asuransi kecelakaan.


Namun, sama sekali tidak menyangka setelah 15 tahun berlalu, ternyata kenyataan pahit dirasakan dan melibatkan kebahagiaan dan masa depan putrinya.


Rafael juga sangat mengenal mantan istrinya yang selalu lemah tersebut. Apalagi sangat mencintai Arsenio dan pasti akan melakukan apapun untuk pria itu, sehingga sekarang merasa bingung apa yang harus dilakukan.


Hingga mendengar suara bariton dari pria paruh baya tersebut dan sama sekali tidak pernah berpikir hal itu.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2