I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Ada apa dengan suamiku?


__ADS_3

Sosok wanita yang tak lain adalah Aeleasha terlihat berjalan mondar-mandir di kamar karena merasa cemas suaminya belum juga pulang dari kantor. Padahal ini sudah tengah malam dan tentu saja merasa sangat khawatir.


Sebenarnya ia ingin menghubungi suaminya, tetapi berpikir akan menggangu karena mengetahui jika akhir-akhir ini perusahaan sedang tidak baik. Hal itulah yang membuat sang suami bekerja lebih keras dan selalu pulang malam dan bahkan jarang pulang.


Apalagi beberapa hari terakhir, mereka jarang berkomunikasi dan Aeleasha merasa sikap sang suami benar-benar sangat berbeda. Dingin dan tidak ada lagi kelembutan maupun keromantisan dari pria yang sangat dicintainya tersebut.


Namun, belum pernah sampai tengah malam seperti hari ini dan tentu saja ia merasa sangat khawatir jika terjadi sesuatu hal yang buruk pada sang suami.


"Kenapa suamiku belum juga pulang jam segini? Bahkan ini sudah tengah malam. Apakah dia sangat sibuk hari ini di kantor? Ataukah akan tidur di kantor lagi?"


"Ya Tuhan, cobaan apa lagi ini? Disaat aku sudah merasa bahagia, kenapa ada saja cobaan yang datang dalam keluarga kami."


Aeleasha berjalan ke arah jendela kaca yang ada di samping kanan kamarnya, tatapan mata fokus ke bawah. Ia bertekad untuk menunggu hingga suaminya pulang dan tidak akan tidur sebelum melihat wajah lelah pria yang sangat dikhawatirkannya.


"Kami butuh berbicara dan aku ingin menanyakan mengenai semua sikapnya yang sangat berbeda. Aku merasa bukan hanya masalah kantor, tapi ada sesuatu yang pasti tengah disembunyikannya dariku."


Aeleasha benar-benar merasa sangat aneh melihat sikap sang suami yang sangat dingin dan tidak ingin berlarut-larut karena itu akan berdampak buruk pada kelangsungan rumah tangga mereka, sehingga ingin membicarakan mengenai hal itu.


Apalagi ia mengetahui bahwa komunikasi sangat dibutuhkan dalam rumah tangga dan tidak akan ada jalan keluar jika memendam masalah.


Hingga tak lama kemudian, netra coklatnya menatap mobil yang baru saja masuk ke area halaman rumah.


Kini, terlihat suaminya sudah turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam.


"Akhirnya suamiku pulang juga. Apakah perlu aku merayunya? Jika aku berusaha membuatnya merasa puas malam ini, apakah tidak bersikap dingin lagi padaku?"


Aeleasha masih merasa ragu untuk melancarkan niat agar sang suami melupakan masalah perusahaan saat berada di rumah.


Menit demi menit berlalu dan Aeleasha terlihat sangat gelisah karena pria yang ditunggu-tunggu tidak juga masuk ke dalam kamar.


"Kenapa suamiku tidak kunjung masuk ke kamar? Padahal sudah dari tadi berjalan memasuki pintu utama. Apa dia pergi ke ruang kerja untuk melanjutkan pekerjaannya?" tanya Aeleasha yang kini mengigit kuku ibu jari.

__ADS_1


Merasa tidak dapat menahan diri, kini memilih bertekad melakukan apapun untuk membuat Arsenio kembali seperti dulu lagi yang sangat romantis dan memuja tubuhnya.


Apalagi sudah beberapa minggu ini Arsenio sama sekali tidak menyentuhnya dan ia merasa takut jika suami sudah tidak bergairah padanya. Atau mempunyai wanita lain di luar.


"Lebih baik aku segera menemuinya sekarang, karena tidak sanggup jika terus menjalani rumah tangga yang hambar seperti ini. Bahkan sudah beberapa minggu sibuk bekerja. Apa masih akan bekerja selama di rumah?"


Ia pun langsung berjalan keluar kamar dan tempat pertama yang diperiksanya adalah ruangan kerja suami. Namun, ia harus menelan kekecewaan karena pria yang dicari tidak ada di ruangan tersebut.


Akhirnya Aeleasha memutuskan untuk memeriksa ruang baca yang menjadi tempat paling favorit Arsenio tapi pria itu tidak juga ada di sana.


Ia pun mulai memeriksa satu persatu ruangan kamar tidur tamu dan terakhir adalah ruangan kamar khusus yang menjadi tempat bercinta ia dan suaminya setiap malam.


Aeleasha membuka pintu ruangan kamar khusus tersebut dan netra coklatnya langsung ber-sitatap dengan netra pekat dari pria yang baru saja keluar dari kamar mandi dan terlihat hanya memakai handuk sebatas pinggang dan menampilkan tubuh sixpack pria yang tampak seperti biasanya.


Tatapan tajam dan dingin dari sang suami seolah menghunus tepat di jantung Aeleasha saat ini.


Tidak ingin hanya keheningan yang melanda mereka, sehingga kini mengeluarkan suara. "Sayang, kenapa kenapa kamu ada disini? Aku merasa akhir-akhir ini sikapmu sangat dingin padaku. Sebenarnya apa yang terjadi? Apakah aku melakukan kesalahan? Ataukah ada sesuatu yang kau sembunyikan?"


Ia berniat berjalan ke arah ranjang untuk mengambil pakaian yang tadi sudah ia siapkan untuk pakaian ganti.


Karena merasa sangat geram tidak diperdulikan, Aeleasha menarik pergelangan tangan sang suami


"Sayang, aku sedang bertanya padamu. Kenapa kamu hanya diam saja? Apa kamu juga sudah tidak ingin berbicara dengan istrimu sendiri? Aku benar-benar tidak suka dengan kondisi kita yang seperti ini. Jadi, kita harus segera menyelesaikan permasalahan-permasalahan diantara kita."


Hening ...


Arsenio sama sekali masih tidak bergeming dari tempatnya dan juga tidak mengeluarkan sepatah katapun untuk menjawab perkataan dari istrinya karena merasa seperti kepalanya mau pecah.


Bahkan saat menatap wajah Aeleasha, selalu yang ada dalam pikirannya adalah kecelakaan orang tua dan itu membuatnya murka. Namun, ia tidak rela kehilangan Aeleasha, sehingga memilih untuk diam.


"Sayang!"

__ADS_1


Aeleasha langsung berteriak karena merasa sangat kesal masih tetap tidak diperdulikan oleh suami, lalu ia pun menarik handuk yang melilit di pinggang pria yang terlihat berwajah masam itu.


Arsenio yang merasa sangat terkejut dengan perbuatan tiba-tiba dari sang istri yang membuatnya telanjang.


Merasa suasana keheningan malam sangat mendukung untuk bercinta, apalagi melihat Aeleasha hanya memakai lingerie seksi berwarna merah, Arsenio merasa bergairah.


Tanpa membuang waktu, ia merengkuh tubuh mungil Aeleasha dan membawanya ke atas ranjang.


Ia kini langsung melampiaskan hasrat dengan cara yang sangat agresif karena merasa marah saat mengingat kejadian di hotel tadi saat ditipu oleh pria yang mengaku sebagai investor.


Tidak ada kelembutan dalam perbuatannya karena seperti sebelumnya, melihat wajah wanita di bawahnya tersebut membuatnya mengingat orang tuanya yang pastinya akan kecewa karena perbuatan tetap tidak melepaskan Aeleasha setelah mengetahui kenyataan pahit sebenarnya.


Entah sudah berapa menit berlalu, Arsenio benar-benar bagaikan seekor kuda gila yang brutal. Nafsunya sudah dikuasai oleh amarah, sehingga melampiaskan hasrat dengan cara yang sangat kasar.


Sementara itu, Aeleasha merasa sangat shock atas perbuatan kasar pria yang berada di atasnya tersebut.


"Sayang, hentikan! Apa yang kau lakukan padaku? Kenapa kau jadi seperti ini?" lirih Aeleasha yang bahkan kini sudah berkaca-kaca bola mata karena merasa shock saat mendapatkan perlakuan kasar Arsenio.


Sama sekali tidak ada kelembutan di sana dan membuatnya merasa takut pada Arsenio yang berubah jahat


Sementara Arsenio yang hanya mengingat kebencian pada ibu dari Aeleasha telah membunuh orang tuanya, sama sekali tidak menanggapi perkataan dari istrinya tersebut dan semakin menggila.


Aeleasha yang tadinya meronta agar Arsenio berhenti dan sadar, tapi usahanya sia-sia.


Bahkan saat ini ia sudah merasa sangat lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolak perbuatan dari suaminya tersebut. Aeleasha kini hanya bisa pasrah menerima perlakuan kasar dari pria yang sangat dicintainya.


Hingga tanpa bisa dibendungnya lagi, bulir bening itu lolos dari matanya dan menghiasi wajahnya yang sudah berubah pucat.


'Sebenarnya ada apa dengan suamiku? Kenapa sekarang berubah seperti ini?'


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2