I Love You My Sugar Daddy

I Love You My Sugar Daddy
Perbuatan gila


__ADS_3

"Sayang, ini sakit!" teriak Aeleasha yang masih tetap meringis menahan rasa nyeri akibat perbuatan Arsenio.


Bahkan ia merasa seperti sedang menghadapi orang lain dan sangat kasar, bukan suami yang sangat mencintainya.


'Kenapa dengan suamiku? Kenapa dia jadi seperti ini? Sama sekali tidak ada kelembutan dari perbuatannya malam ini. Apa yang terjadi? Apa ada masalah dalam perusahaan? Apa belum selesai juga permasalahan yang dihadapi perusahaan?'


'Padahal suamiku setiap hari pergi pagi pulang tengah malam untuk mencoba memperbaiki nama baik perusahaan yang telah buruk di mata rekan bisnis,' lirih Aeleasha yang kini mendengar suara lenguhan dari sang suami setelah mendapatkan puncak kenikmatan.


Arsenio yang sudah selesai dengan perbuatannya, kini beranjak dari atas tubuh Aeleasha dan berjalan menuju ke kamar mandi meninggalkan wanita yang terlihat sangat menyedihkan.


Di dalam kamar mandi, ia menatap pantulan cermin yang ada di hadapannya karena jujur saja dalam hati kecil merasa sangat.


Kemudian Arsenio sudah mengempaskan tangan untuk membuat berantakan barang-barang di atas wastafel. "Berengsek!"


Tidak hanya itu karena saat belum merasa puas, kini Arsenio memilih untuk meninju kaca di hadapannya hingga pecah dan menimbulkan suara gaduh.


'Aku adalah seorang pria berengsek yang tidak berguna!' sarkas Arsenio yang kini menunduk menatap ke arah tangan yang sudah mengeluarkan cairan berwarna merah membasahi wastafel.


Selama beberapa saat ia membiarkan darah mengalir dari sana. Seolah ia sangat menyesali perbuatannya hari ini dan tidak merasakan nyeri dari luka itu.


Sementara itu, Aeleasha yang saat ini tengah terisak di atas ranjang king size tersebut berjenggit kaget saat mendengar suara pecahan kaca yang memekakkan telinga.


"Apa yang dilakukan suamiku di dalam kamar mandi?" Kemudian memakai kembali lingerie yang tadinya teronggok di atas lantai.


"Apa yang terjadi? Cepat buka pintunya!" Suaranya yang terdengar serak karena efek menangis beberapa saat lalu dan membuatnya merasa sangat takut sekaligus khawatir jika terjadi sesuatu hal yang buruk di dalam kamar mandi.


Aeleasha benar-benar sangat bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi pada sang suami. Meskipun ia merasa sangat kecewa, tetapi masih tetap tidak menghilangkan rasa khawatirnya.

__ADS_1


Hingga ia membulatkan kedua mata dan sangat terkejut saat melihat darah sudah menetes ke lantai.


"Apa yang kau lakukan?" Aeleasha melihat ke arah kamar mandi dan begitu cermin terlihat pecah, kini mengetahui asal suara dan yang menjadi penyebab Arsenio berdarah.


"Sayang, kau berdarah dan harus segera diobati!"


"Tidak perlu!" sarkas Arsenio yang mengempaskan tangan untuk berlalu pergi meninggalkan Aeleasha.


"Sebenarnya apa yang membuatmu berubah segila ini? Apakah kau ingin membuatku mati penasaran karena tidak tahu apa kesalahan yang kuperbuat?" Aeleasha benar-benar sangat lelah dengan semuanya.


Bahkan ingin memberikan pelajaran pada Arsenio untuk pergi saja dan kembali ke Jakarta. Ia sudah tidak kuat hidup bersama seorang pria dingin tanpa mengetahui kesalahan. Namun, masih mencoba bersabar dan tidak ingin dianggap wanita tidak tahu diri karena pergi saat sang suami jatuh.


Saat ini, Arsenio hanya diam membisu karena tidak tahu apa yang perlu dikatakan.


"Aku akan tetap mengobatimu." ucap Aeleasha yang saat ini sudah menyuruh Arsenio agar duduk di atas ranjang dan ia sudah mengambil kotak obat di sudut ruangan. Kemudian hendak mengobati luka yang masih mengeluarkan darah tersebut.


Bunyi dering ponsel dari Arsenio memecah keheningan di dalam ruangan kamar tersebut. Arsenio yang masih mengunci rapat mulutnya, mengambil ponsel tersebut.


Arsenio mulai mendengarkan suara dari orang kepercayaannya tanpa mengeluarkan suara karena sangat tahu bahwa orang kepercayaannya tersebut membawa berita penting karena menghubunginya malam-malam.


"Halo Tuan Arsenio. Maaf mengganggu waktu istirahat Anda yang sangat berharga, tapi ada kabar baik, karena sudah berhasil mengetahui siapa pria yang telah menipu Anda."


"Lebih baik Anda datang saja ke alamat yang saya baru kirimkan karena saya juga dalam perjalanan menuju ke sana."


Arsenio langsung mematikan sambungan telpon sepihak.


Sementara Aeleasha mengerutkan kening saat melihat sang suami buru-buru di saat ia belum selesai mengobati. "Kamu mau kemana, Sayang? Bahkan lukamu belum selesai diobati."

__ADS_1


Arsenio menggelengkan kepala karena tidak ingin sang istri kembali direpotkan olehnya. "Tidak perlu. Ini hanya luka kecil. Aku ingin menemui seseorang."


"Kalau begitu, aku mau ikut," ucap Aeleasha seraya bersungut-sungut.


"Diam saja di rumah!" Setelah mengeluarkan kalimat perintah, Arsenio berjalan keluar dari ruangan kamar meninggalkan Aeleasha yang berdiri mematung di tempatnya.


Sementara itu, Aeleasha masih diam di atas ranjang. Ia hanya diam tanpa menjawab ancaman bernada kasar dari sang suami.


"Ya Tuhan, sebenarnya apa yang terjadi dengan suamiku? Kenapa ia sangat berubah seperti ini? Baru kali ini suamiku berbuat jahat dan kasar padaku. Apa yang harus kulakukan untuk membantu suamiku keluar dari masalah perusahaan yang saat ini sedang menghadapi banyak masalah?"


"Apakah aku boleh bekerja di perusahaan suamiku untuk membantunya? Seandainya bisa, aku ingin berguna untuk suamiku," lirih Aeleasha dengan bulir bening kesedihan yang sudah memenuhi bola matanya.


Aeleasha saat ini bangkit dari ranjang dan berjalan menuju ke arah balkon untuk melihat kepergian sang suami yang masih membuatnya merasa bingung karena tidak mengetahui apa penyebab perubahan sikap pria yang sangat dicintainya tersebut.


Kini, ia bisa melihat mobil yang dikemudikan oleh sang suami telah keluar dari pintu gerbang tinggi menjulang yang menjadi tempat tinggalnya selama ini.


"Apakah lebih baik aku berbicara dengan daddy saja agar tidak membebankan banyak permasalahan pada suamiku? Jika dibiarkan berlarut-larut, rumah tangga kami yang akan menjadi korbannya."


"Aku tidak ingin rumah tanggaku hancur hanya karena perusahaan yang mengalami masalah. Apakah daddy terlalu menekan suamiku hingga stres seperti ini dan bersikap sangat dingin padaku?"


Aeleasha saat ini masih terdiam di tempat dan mempertimbangkan apa yang dipikirkan. Namun, beberapa saat kemudian merintis menahan rasa nyeri pada bagian inti akibat tadi sang suami berbuat sangat kasar padanya.


Kemudian perjalanan kamar mandi dan berniat untuk membersihkan diri, tapi seketika membulatkan mata begitu melihat jika ada darah keluar dari sana.


Bukan darah menstruasi yang setiap bulan selalu datang, tapi karena itu efek perbuatan sang suami yang tadi benar-benar kasar dan liar, sehingga membuatnya menahan rasa nyeri luar biasa.


Bahkan Aeleasha saat ini masih terdiam di tempatnya dan merasa ketakutan jika sang suami kembali berbuat gila seperti ini lagi. "Apa yang terjadi padaku? Kenapa suamiku bisa melakukan hal gila seperti ini?"

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2